Tag: tahan hama

BENIH PANAH MERAH DAN TEMPAT BELANJA ONLINE MURAH


BENIH PANAH MERAH, BELANJA BENIH PANAH MERAH, CAP PANAH MERAH, LMGA AGRO
BENIH PANAH MERAH

WWW.LMGAAGRO.COM — Benih Panah Merah Indonesia andalan PetaniCara belanja dan tempat belanja  online murah benih pertanian, seringkali petani dan toko pertanian di daerah mengalami kesulitan.  Membutuhkan benih Panah Merah Telepon Hp. 082141747141 atau  khusus SMS / WA : Hp. 08125222117. Lanjutkan membaca “BENIH PANAH MERAH DAN TEMPAT BELANJA ONLINE MURAH”

PARIA LIPA DISUKA PETANI DI CARI PEDAGANG SAYUR


Benih, Bibit, Tanaman, Pare, Paria, Tahan Layu, Tahan Virus, Harga Murah, Cap Panah Merah, Dealer, Agen, Resmi, Distribur
PARIA LIPA

PARIA  atau orang sebut Pare saat ini nama sayur itu sudah tidak asing di telinga masyarakat. Kebutuhan akan sayur yang bernama Paria ( Pare ) ini sekarang setiap  harinya  terus  meningkat  tajam permintaanya  seiring  dengan guna dan khasiat Paria ( Pare ) yang sudah berhasil di ungkap dari hasil penelitian serta semakin banyaknya Variasi olahan makanan dan sayuran yang menggunakan komoditi utama berbahan sayur Paria. Dibalik buahnya yang pahit ternyata buah paria ( Pare ) menyimpan berbagai manfaat dan khasiat yang tidak bisa di temuai di tanaman sayur yang lain.
Tanaman Paria ( Pare ) termasuk tipe tanaman yang tumbuh secara merambat dimana tanaman ini awa lmulanya berasal dari Daerah Asia Tropis dengan sumber sentra utama di negara India bagian barat. Tanaman Paria ( Tanaman Pare ) termasuk satu famili dengan labu – labuan atau Cucurbitaceae di konsumsi di ambil buahnya untuk di gunakan sebagai tanaman sayur dan bahan untuk pengobatan manusia. Lanjutkan membaca “PARIA LIPA DISUKA PETANI DI CARI PEDAGANG SAYUR”

SENYUM CERAH PETANI KOL BUNGA DI KEDIRI BERSAMA ORIENT


SENYUM CERAH PETANI KOL BUNGA DI KEDIRI BERSAMA ORIENT
Bercocok tanam kol bunga di musim penghujan memang acapkali dinilai lebih sulit dibandingkan saat musim kering. Namun dengan menggunakan varietas yang secara genetik tangguh di segala musim, seperti bunga kol hibrida dataran rendah Orient, kerisauan itu bisa lebih mudah diatasi dan senyum petani pun akan tetap merekah meskipun berada di musim yang dinilai sulit tersebut.

Bagi petani sayuran di kawasan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bercocok tanam bunga kol di musim penghujan sekarang ini bukanlah hal yang dirasa sulit lagi. Pasalnya, sebagian besar dari mereka telah menemukan varietas yang tepat untuk dikembangkan di segala musim, baik itu saat hujan ataupun kemarau.

Alhasil, mereka merasa seperti tidak ada bedanya antara bercocok tanam bunga kol diwaktu hujan dengan di waktu kemarau. “Paling yang beda ya hanya penyakitnya lebih banyak, tapi dengan varietas yang tahan di saat hujan, masalah itu bisa diatasi dengan lebih gampang. Selain itu, kalau pas penghujan kan harga jualnya biasanya lebih tinggi dibandingkan saat kemarau, karena pasokan dari petani ke pasar cenderung kurang,” kata Edi Sujono, petani sekaligus pemilik pembibitan sayuran di Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kediri.

Jaminan hasil yang tetap optimal di musim basah dan harga jual yang lebih tinggi itulah yang membuat petani bunga kol di Papar semakin menyukai usaha tani ini. Menurut Edi, ‘kecintaan’ para petani itu semakin besar saat mereka mulai mengenal salah satu varietas bunga kol hibrida baru bernama Orient.

BACA JUGA : BENIH BROKOLI DAN BUNGA KOL

Varietas bunga kol produksi PT BISI International, Tbk. itu dinilai lebih ‘bandel’ di segala musim, terutama saat musim hujan. Edi mengatakan, bunga kol Orient lebih tahan dari serangan penyakit yang kerap menyapa di musim hujan. Misalnya, serangan bercak daun dan busuk lunak.

“Tanamannya bagus, dan memang lebih tangguh di musim hujan. Pertumbuhannya tetap normal, daunnya subur nggak ada bercak. Yang penting lagi, meskipun di musim hujan, bunganya tetap bagus, putih mulus, nggak ada trothol-trotholnya (bercak-bercak cokelat),” ungkap Edi.

Hal yang sama juga disampaikan Jamiatun, petani sayuran yang juga tetangga Edi. Dari pengalamannya menanam bunga kol, baru sekarang inilah ia mengaku puas dengan hasil yang ia peroleh. Berkat menanam Orient-lah ia bisa mendapatkan hasil yang optimal meskipun di musim yang basah.

“Memang sae tandurane (bagus tanamannya-red.), kuat saat hujan. Kalau jenis lain yang dulu saya pernah tanam itu kurang kuat kalau kena hujan. Orient ini buahe tetep apik tur subur daune (buahnya tetap bagus dan subur daunnya-red.),” ujar Jamiatun yang saat ditemui Abdi Tani baru saja memetik hasil panen Orient dari lahannya.

Sementara itu, Joko Sumarwan, petani asal Desa Pati, Kecamatan Papar juga turut senang dengan hasil yang didapatnya dari bercocok tanam Orient. Dari 4.200 tanaman yang ditanam saat musim penghujan, ia mampu mendapatkan hasil hingga 1,8 ton bunga kol segar.

Bukan hanya hasilnya yang melimpah, tapi Joko juga mendapatkan harga bagus saat itu. Ia mengaku mendapatkan harga jual berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Alhasil, ia pun bisa mendapatkan hasil lebih dari Rp. 25 juta. Padahal, modal yang telah ia gunakan tidak lebih dari Rp. 4 juta. Sehingga keuntungan bersihnya bisa mencapai Rp. 21 juta.

Selain tangguh di musim hujan, ukuran bunga Orient juga lebih seragam. “Rata-rata bobotnya setengah kiloan,” terang Edi yang sudah berulang kali menanam Orient dan terakhir kalinya menanam sebanyak 3.200 tanaman di musim kemarau dan mampu menghasilkan 2 ton bunga kol.

BACA JUGA : BUNGA KOL HIBRIDA PM 126 DAN MONA…

Pun demikian dengan pasarnya, dengan kondisi fisik bunganya yang ciamik di segala musim dan ukuran yang seragam itulah akhirnya menjadi lebih mudah diterima pasar.

“Pasarnya nggak ada masalah dan juga lebih disukai pedagang. Karena bunganya bagus dan padat, sehingga juga tahan simpan,” lanjut Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, dengan segala kelebihan itulah kini para petani di daerahnya lebih memilih Orient setiap kali mereka hendak menanam bunga kol. “Sekarang hampir semua petani di sini tanam (Orient), karena sudah terbukti kuat saat hujan dan bunganya bagus,” sambung Edi yang juga menjadi penyedia bibit bunga kol bagi para petani di desanya.

 Sumber : Majalah ABDI TANI