Tag: Bursa Bibit

KACANG PANJANG BLIRIK BEBASKAN PETANI DARI SERANGAN VIRUS


f816e-dsc_0044_2Tanaman kacang panjang saat ini bukan lagi mudah dan bisa di harapkan pasti dan cepat panen seperti dulu.  Dahulu Budidaya Tanaman Kacang Panjang adalah sangat mudah dan dapat di pastikan bahawa tanaman pasti panen 100 %. Akan tetapi dalam  4 tahun kebelakang Budidaya Kacang Panjang bukan lagi Budidaya yang mudah dan pasti panen. Hal ini seiring dengan meningkatnya tingkat serangan Hama dan Penyakit yang ada di Lapangan. Dan Hama dan Penyakit itu sekarang sangat terkait dalam menyebabkan kerugian bagi tanaman kacang Panjang Yang di Budidayakan oleh Petani. Pada kesempatan ini kita kan sedikit membahas penyakit di Kacang Panjang yang dalam 4 Tahun ini menjadi masalah utama dalam Budidaya Kacang Panjang di Indonesia dan bahkan sudah menjadi penyakit Endemik di Indonesia. Lanjutkan membaca “KACANG PANJANG BLIRIK BEBASKAN PETANI DARI SERANGAN VIRUS”

Iklan

CARA DAN STRATEGI JITU UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI LAYU JAMUR DAN BAKTERI PADA TANAMAN TOMAT DAN CABAI


 Budidaya Tanaman Hortikultura saat ini sudah banyak di usahakan dan di Budidayakan oleh petani  di Indonesia. Hal ini di sebabkan karena tanaman jenis Hortikultura ini mempunyai nilai jual yang tinggi dan cepat panen sehingga perputaran dana dan keuntungan yang diperoleh juga semakin cepat dan besar. Tanaman yang termasuk kategori Hortikultura adalah : Bunga, Buah dan tanaman Sayur. Pada kesempatan yang akan kita bahas saat ini adalah tanaman sayur terutama tanaman cabai dan tomat yang sudah banyak di budidayakan dan Familiar di mata masyarakat petani di Indonesia. Bahasan cabai dan tomat akan kita fokuskan lagi ke masalah bagaimana agar tanaman cabai dan tomat yang kita budidayakan  tersebut tidak terserang tanaman layu baik itu Bakteri maupun jamur, terutama pada saat penanaman musim hujan seperti saat ini. Tanaman cabai dan Tomat sangat berpotensi terserang layu hal ini disebabkan pada saat Kondisi seperti ini tingkat kelembaban lingkungan Budidaya kita semakin tinggi dan air terkadang susah untuk dikendalikan jumlah dan waktunya. Berdasarkan pengalaman penulis setelah melakukan Budidaya dan malakukan pendampingan ke Petani yang Budidaya Cabai dan Tomat  yang cukup Lama maka  untuk mengatasi Serangan Layu ini sebenarnya adalah harus merupakan suatu paket Budidaya yang tidak bisa terpisahkan antar usaha yang satu dengan yang lainnya. Hal ini di sebabkan perlakuan yang ada akan memberikan respon dan hasil yang berbeda di tanaman dan itu akan memberi efek kesehatan pada tanaman cabai dan tomat yang kita Budidayakan. Sehingga apabila paket Budidaya yang ada di terapkan secara Terpadu maka akan memberikan dampak kesehatan pada Tanaman sehingga apabila tanaman sehat penyakit Layu Jamur dan Bakteri yang biasa menyerang tersebut akan bisa terhindar. Adapun Paket Budidaya Tanaman Cabai dan Tomat itu antara lain adalah :
  1. Menggunakan tanaman Cabai dan Tomat yang Varietasnya sudah tahan terhadap serangan Layu Bakteri dan Fusarium. Tanaman Cabai dan tomat yang cukup tahan antara lain Tomat F1 Permata, F1 Diamona dan F1 Tantyna sedangkan Cabai yang cukup tahan terhadap layu adalah Cabai F1 Dewata 43, F1 Bhaskara, F1 Flash, F1 Kiyo, F1 Rimbun 3
  2. Menggunakan kapur Pertanian ( Kapur dolomit ), penggunaan Dolomit ini bertujuan untuk meningkatkan kadar nilai PH tanah. Tanah di Indonesia kebanyakan berkisar antara 4.5 – 5.5 bahkan kalau itu lahan yang termasuk gambut lahannya selain masam juga kandungan hara dan nutrisinya sangat miskin dan lapisan olahnya sangat Tipis. Nilai PH yang Ideal bagi tanaman agar dapat menghasilkan tanaman yang Optimal adalah kisaran 6.5 – 7.
  3. Penggunaan Pupuk kandang yang sudah masak sempurna adalah sangat membantu petani dalam mengatasi serangan layu pada tanaman. Dosis Pupuk Kandang adalah 6 ton / Ha ( Berat Kondisi Kering ) Hal ini disebabkan dengan adanya pemberian pupuk kandang tersebut akan memperkaya kandungan Nutrisi baik Makro maupun Mikro Tanaman. Dengan Nutrisi yang tercukupi tersebut tanaman akan sehat. Selain itu pupuk Kandang juga akan memberikan lingkungan yang cocok bagi Mikroorganisme pengurai dan sebagainya sehingga proses penggunaan dan penyerapan pupuk yang kita berikan juga akan semakin mudah dan menekan jumlah Pupuk Kimia ( Tambahan ). Jangan lupa setelah olah dan aplikasi pupuk dan dolomit tanah di ukur terlebih dahulu kadar asamnya dengan menggunakan PH Meter 
  4. Komposisi penggunaan Pupuk Dasar,  untuk pemupukan di musim penghujan sangat di anjurkan kandungan pupuk yang di berikan tidak tinggi dalam kandungan Nitrogen. Kandungan Nitrogen yang tinggi akan memacu pertumbuhan dan sebaliknya pembentukan serat akan rendah. Hal ini menyebabkan tanaman mudah terserang Penyakit. Rekomendasi pupuk dasar cabai dan tomat dalam 1 Ha adalah ZA 150 Kg, TSP/SP 350 Kg dan KCL 400 Kg. Untuk pupuk susulannya bisa memakai NPK di sesuaikan dengan umur tanaman yang ada
  5. Jarak Tanam Idealnya adalah 65 x 65 Cm atau kalau di Budidayakan di Dataran Tinggi bisa menggunakan jarak tanam 70 x 70 Cm. Jarak tanam akan mempegaruhi tingkat kelembaban dalam lingkungan Mikro Tanaman. Sehingga tanaman apabila cukup terkena sinar matahari maka kelembaban akan terjaga dan Jamur pun tidak akan masuk.
  6. Sistem Drainase ( saluran Air ) di tata sehingga air bisa mengalir dengan normal dan tidak menimbulkan genangan pada saat hujan turun. Kedalaman Saluran tengah bedengan adalah 40 Cm dengan lebar 40 Cm, sedangkan kedalaman saluran keliling Lahan ( Saluran tepi ) adalah 50 Cm.
  7. Gulma ( Rumput ) yang ada dalam sekitar saluran air dan tanaman harus bersih agar mengurangi kelembaban dan serangan Virus tanaman. Karena rumput yang  banyak dan rimbun akan menyebabkan menjadi inang bagi Vektor virus
  8. Apabila dengan cara seperti itu tanaman Cabai dan tomat yang ada usahakan masih ada serangan layu baik Jamur dan Bakteri maka pencegahan dan penggunaan Obat Anti layu sangat di anjurkan. Obat Anti Layu Jamur dan Bakteri yang di pilih dan di gunakan harus juga aman bagi lingkungan tanah dan petani aplikatornya. Penulis menyarankan menggunakan Obat Anti Layu ARASHI, produk dari Jepang ( Khushu Medical CO. LTD ) atau di Indonesia di Jual oleh PT. Harvest Ariake Indonesia sudah sangat terbukti dalam mencegah dan mengatasi layu yang disebabkan layu karena serangan Layu akibat Jamur dan Bakteri di tanaman Cabe dan Tomat.  Bahkan saat ini penggunaannya sudah mulai meluas di tanaman perkebunan seperti Lada. Berdasarkan pengalaman penulis Obat Anti Layu ini akan sangat efektif bila di aplikasikan secara tunggal, dengan cara melarutkan larutan 100 Gram Bubuk ARASHI ( 1 Sachet ) ke dalam 200 Liter air ( 1 Drum ) dan aplikasinya adalah dengan cara di Kocorkan 1 Batang Tanaman Cabe atau Tomat sebanyak 200 Cc / Tanaman. Aplikasi dilakukan di Pangkal Batang Tanaman dengan an dilakukan pada saat tanaman berumur ( 1 ) : Awal pindah tanah ( dengan cara di rendam akarnya ), ( 2 ) Saat tanaman berumur 20 HST, ( 3 ) Saat tanaman berumur  70 HST.IMG-20160517-WA0251BACA JUGA : CARA SEDERHANA MENGHITUNG KEBUTUHAN KAPUR PERTANIANBACA JUGA : ARASHI OBAT ANTI LAYU BAKTERI DAN FUSARIUM ANDALAN PETANI
Demikian sekilas cuplikan pengalaman ini kami tuliskan semoga bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada yang kurang jelas dapat dilanjutkan dengan Konsultasi lewat Contack yang ada. Silakan Hubungi CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.
BENIH SAYUR TAHAN VIRUS KUNING DAN KERITING HARAPAN PETANI SIAPA MAU??

BENIH SAYUR TAHAN VIRUS KUNING DAN KERITING HARAPAN PETANI SIAPA MAU??


Saat ini permasalahan dan musuh petani Hortikultura sudah bergeser lagi, kalau di era tahun 2002 serangan layu jamur dan bakteri, tahun 2007 serangan cacar buah ( Antracnose ) maka mulai tahun 2010 sampai dengan hari ini musuh utama petani dalam membudidayakan sayur hortikultura adalah Virus Kuning dan Keriting.
Virus Kuning dan Keriting ini banyak menyerang daun sehingga daun keriting dan tidak berkembang secara sempurna karena yang di serang adalah Klorofil daun. Kerugian yang di timbulkan bahkan bisa mencapai 30 – 50 % di daerah sentra produksi. Cara penularan Virus keriting ini adalah lewat Inveksi / Gigitan yang di sebabkan oleh Trips, Mite, Aphits dan Kutu Kebul.

Tomat Tahan virus kuning dan keriting
Tomat Tahan virus kuning dan keriting

Serangan Virus kuning ini sudah endemik menyerang hampir semua tanaman ekonomis yang di budidayakan oleh petani. Tanaman itu antara lain Cabe, Tomat, Kacang Panjang, Terong, Kacang Tanah, dll. Hal ini di sebabkan saat ini sistem penananam yang dilakukan oleh petani terutama di daerah sentra produksi sayur hampir tidak ada waktu untuk mengistirahatkan tanah guna memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah. Selain itu juga jarang dilakukan penjemuran tanah seperti zaman dahulu. Hal ini mengakibatkan mata rantai dari hama dan penyakit tersebut tidak putus-putus bahkan cenderung bertambah baik jumlah maupun variasinya. Oleh karena itu tuntutan kebutuhan petani terhadap keberadaan benih yang mempunyai ketahanan terhadap Virus kuning dan keriting diperlukan secepatnya dan makin variasi produknya.
Saat ini orietasi pabrikan benih di Indonesia terutama pabrikan besar seperti PT. Bisi International dengan Label Cap Kapal Terbang , PT. East West Seed Indonesia dengan bendera benih Cap Panah Merah, PT. Pertiwi Agri Makmur , dll kedepannya sudah mulai berorientasi ke Produk yang tahan Virus dalam hal ini Risech dan Produksinya. Hal ini di prediksi karena hanya perusahaan yang bisa mengeluarkan produk yang tahan Virus Kuning dan Keriting ini maka merekalah yang akan merajai pasar benih di Indonesia.
Saat ini beberapa produk benih hibrida Tomat, Cabe, Kacang Panjang, Mentimun, Melon bahkan sudah mulai keluar produk tahan Virus Kuning dan Keriting. Benih-benih tersebut sudah banyak di tanam petani terutama yang daerahnya sudah endemik Virus. LMGA AGRO sudah mulai menyediakan benih yang tahan virus tersebut.

BACA JUGA : MULSA GRENJENG ANDALAN PETANI MENCEGAH VIRUS

Produk tahan Virus yang sudah di temukan tersebut antara lain : Tomat : F1 Tantyna, F1 Fortuna 23, F1 Tymoti, F1 Royal 58, F1 Tyrana, F1 Ayuni, F1 Diamona, F1 Servo, F1 Betavila untuk Kacang Panjang : Parade Tavi, Janges, Puspita 06, Blirik, Maraton, Timun F1 Bhakti, F1 Tirta, F1 Metavy, Cabe F1 Imperial 10, F1 Elegance, F1 Rimbun, sedangkanbenih melon tahan Virus yang sudah ada saat ini adalah Benih Melon F1 Melindo 14 dan Melon F1 Melindo 15. Sedangkan benih yang lain masih dalam rangka penelitian dan belum diluncurkan. Apabila membutuhkan benih tahan Virus keriting dan kuning tersebut silakan hubungi kami di Toko Pertanian On Line LMGA AGRO di CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.
Demikian sedikit tulisan Informasi ini semoga membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin