TOMAT BUAH PANAH MERAH ANDALAN PETANI INDONESIA


jual benih tanaman, tomat buah, menanam tomat, budidaya tomat, lmgaagro
JUAL BENIH MURAH | LMGA AGRO

Tomat Buah Panah Merah Andalan Petani Indonesia. Toko Online pertanian LMGA Agro jual benih bibit tomat buah Panah Merah, hubungi Pak Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Tersedia juga bibit buah dan sayur hibrida lainnya seperti cabe, terong, mentimun dan buah semangka, melon, pepaya dan lain-lain.

Toko Online Pertanian LMGA Agro juga menyediakan beragam jenis pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian sarana prasarana Anda bercocok tanam budidaya pertanian. Kami juga melayani konsultasi pertanian gratis mengenai cara menanam tomat buah, produk-produk benih Panah Merah dan benih dari pabrik lainnya yang sudah lama menjadi andalan petani Indonesia.

Tomat buah memiliki nama latin Lycopersicon esculentum L. merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tempat yang ideal bagi pertumbuhan tomat buah adalah yang memiliki suhu 20 – 27 °C dengan curah hujan antara750 – 1250 mg per tahun. Pada umumnya, tanaman tomat dapat tumbuh mulai dataran rendah, menengah hingga tinggi yaitu antara 0 – 1500 m dpl.

Panah Merah merupakan merek dagang benih sayuran yang diproduksi oleh PT East West Seed Indonesia ( EWINDO ). EWINDO memproduksi benih unggul sayuran melalui kegiatan pemuliaan tanaman. EWINDO mengembangkan industri benih lokal yang canggih untuk menghasilkan benih sayur berkualitas tinggi. Melakukan penelitian dan mengembangkan benih sayuran, diproses, dikemas lalu dipasarkan untuk petani Indonesia dengan merek dagang Panah Merah.

TANAMAN TOMAT BUAH YANG JUGA SAYURAN

Tanaman tomat masuk kategori tumbuhan setahun, berbentuk perdu atau semak. Tanaman tomat masuk kategori golongan tanaman berbunga ( Angiospermae ). Buah tomat berwarna merah merekah, rasa yang manis agak masam namun banyak mengandung vitamin dan mineral.

Sejatinya, buah tomat bersifat racun karena mengandung Lycopersicin. Namun kadar racun tersebut rendah dan akan hilang dengan sendirinya saat buah telah tua atau matang. Mungkin karena jenis racun tersebut yang membuat buah tomat yang muda terasa getir dan berbau tidak enak.

Tanaman tomat sebagai tanaman sayuran yang paling banyak memiliki manfaat dan kegunaanya bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Tomat buah layak dijuluki sebagai komoditi pertanian dengan multi manfaat yang komersial. Sebagian masyarakat memanfaatkan buah tomat untuk terapi pengobatan karena mengandung karotin yang berfungsi pembentuk provitamin A dan lycopene sebagai pencegah kanker.

SYARAT TUMBUH TANAMAN TOMAT BUAH

-Iklim yaitu tomat dapat tumbuh baik di daerah tropis maupun sub-tropis. Curah hujan yang ideal bagi tomat sekitar 750 – 1250 mm/tahun. Curah hujan berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi pertumbuhan tomat terutama di lokasi kebun yang tidak ada irigasi teknis. Curah hujan yang tinggi dapat menghambat terbentuknya bunga.

Bila tanaman tomat kekurangan cahaya matahari akan mudah terserang penyakit, baik parasit maupun non-parasit. Intensitas cahaya matahari yang tinggi menghasilkan vitamin C dan karoten ( provitamin A ) yang tinggi pula. Lama penyinaran matahari yang diinginkan adalah selama 12 -14 jam dalam sehari.

-Suhu yang baik untuk pertumbuhan tomat adalah antara 20 – 27 °C. Suhu lebih dari 30 °C atau kurang dari 10 °C mengakibatkan terhambatnya pembentukan buah tomat.

-Kelembaban yang baik untuk pertumbuhan tomat adalah 25%. Tingkat kelembaban tersebut dapat merangsang tanaman muda tomat buah untuk tumbuh karena proses asimilasi CO2 meningkat akibat stomata yang banyak membuka.

-Media jenis tanah semua sesuai dan cocok bagi pertumbuhan tomat, mulai dari tanah pasir sampai tanah lempung berpasir yang subur, gembur, berporous, banyak mengandung bahan organik dan unsur hara serta air mudah hilang/merembes.

-Tingkat kemasaman pH yang sesuai bila menanam tomat adalah kisaran antara 5 – 7. Perakaran tomat rentan kekurangan oksigen sehingga kebun tomat tidak boleh tergenangi oleh air.  Dalam budidaya tomat buah sebaiknya dipilih lokasi yang memiliki topografi tanah datar sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.

-Ketinggian tempat menanam tomat dapat di dataran rendah maupun dataran tinggi tergantung dari varietasnya. Ada yang cocok ditanam di dataran rendah, ada yang cocok ditanam di dataran tinggi namun ada yang cocok ditanam di dataran rendah dan tinggi.

MANFAAT TOMAT BUAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA

tomat buah, jual benih tanaman, benih apanah merah, menanam tomat, lmgaagro
BENIH PANAH MERAH F1

Buah Tomat mengandung antioksidan alami yaitu lycopene ( likopen ) yang dapat membantu dalam menangkal efek radikal bebas penyebab penyakit kanker. Antioksidan lain dalam buah tomat adalah polifenol, naringenin dan chlorogenic acid. 

Tomat buah memiliki kandungan kalori dan lemak yang rendah, namun mengandung karotenoid, lutein, gula, vitamin A, vitamin C, folat dan kalium  yang tinggi. Kandungan gizi yang tinggi tersebut menjadikan tomat buah kaya akan manfaat.

Berikut ini manfaat-manfaat di dalam tomat buah :

  1. Tomat buah dapat mencegah kanker. Kandungan antioksidannya yaitu lycopene, karotenoid dan polifenol dapat membantu mencegah kerusakan DNA dalam sel yang disebabkan oleh radikal bebas penyebab kanker. Konsumsi buah tomat dapat mencegah berbagai kanker berbahaya seperti kanker prostat, kanker kolorektal, lambung, mulut, paru-paru, payudara dan kandung kemih.
  2. Tomat buah dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Tomat buah mengandung kalium karena meningkatnya kalium dan berkurangnya natrium ( dalam garam ) menyebabkan tekanan darah menurun. Hal tersebut sudah dibuktikan dari berbagai penelitian yang telah dilakukan pada penderita tekanan darah tinggi.
  3. Tomat buah dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sejumlah penelitian terbukti bahwa konsumsi buah tomat dapat menjaga kesehatan jantung karena dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Kandungan kalium dan lycopene efektif menurunkan kadar kolesterol buruk atau LDL dan membantu menjaga kestabilan irama jantung. Konsumsi tomat bagi penderita obesitas terbukti dapat membantu serangan jantung dan stroke.
4. Tomat Buah Dapat Menjaga Kesehatan Kulit.

Dari hasil penelitian, lycopene diduga mampu meningkatkan kemampuan kulit melindungi diri dari sinar Ultra Violet. Konsumsi tomat buah menyebabkan kulit tampak awet muda. Kandungan vitamin C dalam buah tomat berfungsi sebagai perangsang kolagen dan antioksidan yang dapat mencegah rusaknya kulit oleh sinar matahari, polusi dan asap kendaraan. Buah tomat juga dapat mencegah kerutan halus dan memperbaiki tekstur kulit tubuh secara keseluruhan.

5. Tomat buah dapat memelihara kesehatan mata. Tomat buah mengandung berbagai nutrisi penting, yaitu antioksidan, zeaxanthin dan karotenoid yang dapat membantu mengatasi mata lelah dan mengurangi risiko penyakit mata terkait penuaan.

6. Tomat buah baik untuk penderita diabetes. Kandungan serat dalam tomat baik bagi tubuh, tomat juga rendah lemak dan gula. Kandungan nutrisi tomat melimpah, juga memiliki indeks glikemik yang rendah. Dengan demikian, buah tomat baik untuk penderita diabetes.

7. Tomat buah dapat mencegah depresi. Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang mengkonsumsi tomat setiap minggu akan jarang mengalami depresi.

8. Tomat buah dapat mencegah sembelit. Kandungan air dan serat yang tinggi seperti pada tomat buah, dapat membantu melancarkan buang air besar, menurunkan risiko sembelit dan mencegah dehidrasi.

9. Konsumsi tomat buah dapat menjaga berat badan. Buah tomat memiliki kalori yang rendah namun kaya akan nutrisi lain, memiliki manfaat dalam menjaga berat badan kita. Cocok bagi yang sedang menjalani diet, karena buah tomat mengandung gizi yang dapat mencukupi kebutuhan kita.

CARA BUDIDAYA TOMAT BUAH YANG BAIK DAN BENAR

Cara melakukan budidaya tomat buah yang baik dengan diharapkan agar berbuah lebat dan berproduksi maksimal. Urutan yang harus dilakukan dalam budidaya tomat buah adalah :

  1. Pemilihan benih yang baik. Baik disini adalah yang unggul, hibrida, bebas penyakit dan virus yang menyebabkan gagalnya panen, adaptasi tempat yang luas, mudah perawatannya dan lain-lain keunggulannya.
  2. Menyiapkan tempat dan cara pembibitan atau menyemaikan benih yang tepat. Perawatan dan membesarkan bibit sampai bibit siap untuk dipindah ke lahan tetap.
  3. Sementara benih disemaikan, kita mempersiapkan lahan untuk menanam bibit tomat.
  4. Perawatan bibit setelah dipindah ke lahan tetap.
  5. Panen tomat buah.

Di Indonesia, budidaya tanaman tomat buah masih didominasi oleh petani konvensional, yaitu menanam tomat pada lahan sawah dan tegalan yang terbuka dan luas. Selain di lahan terbuka dan luas, menanam tomat juga dilakukan dalam polybag sebagai tabulampot dan sistim hidroponik yang dilakukan beberapa orang dalam jumlah sedikit.

BACA JUGA : JUAL BIBIT TOMAT FORTUNA 23 TAHAN VIRUS

PEMILIHAN BENIH TOMAT BUAH PANAH MERAH TAHAN VIRUS

Memilih jenis tomat yang akan ditanam sebaiknya disesuaikan dulu dengan lokasi penanaman dan karakter sifat lokasinya. Meliputi dataran atau ketinggian tempat, curah hujan yang berhubungan dengan kelembabannya dan tidak berdekatan dengan tanaman yang sama atau famili yang sama.

Petani tomat buah biasanya menanam tomat dari biji/benihnya dan benih yang dipilih adalah yang kualitasnya baik ( meliputi produksi dan ketahanan penyakit ). Benih tomat yang berkualitas adalah benih hibrida F1 dan dapat diperoleh di toko pertanian yang dapat dipercaya. Toko Online Pertanian LMGA Agro telah berpengalaman dalam jual benih sayur dan buah selama bertahun-tahun. Tersedia benih tomat berbagai varietas produksi pabrik-pabrik benih terkemuka di Indonesia.

BENIH TOMAT PANAH MERAH TAHAN VIRUS DAN HASIL TINGGI

  1. Tomat Sakura F1 cocok untuk dataran menengah – tinggi. Toleran penyakit layu bakteri ( Bw ) dan ToMv ( Tomato Mosaic Virus ). Bentuk buah bulat dengan berat 100 – 110 gram/buah. Umur panen 85 – 90 hst. Potensi hasil 60 – 80 ton/ha.
  2. Tomat Lumina F1 cocok di dataran rendah – menengah, vigor kuat dan produktif. Tahan layu bakteri, virus Gemini, pecah buah ( cracking ) dan  iklim yang panas. Buah bulat lonjong dengan berat 70 – 80 gram/buah, jumlah buah ± 40 buah/tanaman dan berat ± 3 kg/pohon. Umur panen 70 – 75 hst dan potensi hasil 50 – 60 ton/ha.
  3. Tomat Tymoti F1 andalan petani karena terbukti tahan virus Gemini penyebab kuning dan keriting. Potensi panen 60 ton/ha dengan berat buah 75 g/buah. Umur panen 70 hst, buah mudah jadi dan tahan pecah.
  4. Tomat Tantyna F1 tahan virus dan dapat hidup di daerah endemik virus. Potensi hasil 65 ton/ha dengan berat rata-rata 75 g/buah. Buah merah, terisi penuh dan keras sehingga tahan pengangkutan jarak jauh.
  5. Tomat Permata F1 tahan layu jamur dan bakteri. Potensi hasil 60 ton/ha dan berat rata-rata 70 g/buah. Buah kuat, terisi penuh, berwarna merah dan tahan pengangkutan jarak jauh.
  6. Tomat Lentana F1 tahan layu dan bentuk buah besar. Cocok ditanaman di dataran menengah – tinggi. Potensi hasil 75 ton/ha dengan berat 80 g/buah. Tahan pengangkutan jarak jauh.
  7. Tomat Betavila F1 cocok di dataran menengah, tahan virus Gemini penyebab keriting dan ukuran buah besar. Potensi panen 70 ton/ha dengan berat rata-rata 85 g/buah. Buah merah, terisi penuh dan keras sehingga tahan pengangkutan jarak jauh.
  8. Tomat Tombatu F1 buahnya sangat keras, mudah perawatannya dan cocok ditanam di dataran rendah. Potensi hasil 70 ton/ha dan berat rata-rata 85 g/buah. Tahan pengangkutan jarak jauh.
  9. Tomat Servo F1 tahan virus Kuning dan keriting, ukuran buah besar dan cocok di dataran rendah. Potensi hasil 70 ton/ha denganberat 80 g/buah. Buah merah, terisi penuh dan keras sehingga tahan pengangkutan jarak jauh.

CARA PEMBIBITAN TOMAT BUAH DARI BENIH HIBRIDA

Cara mendapatkan benih tomat yang baik dan berkualitas hendaknya membeli pada toko pertanian yang terpercaya dan sudah terbukti menyediakan benih yang bermutu baik dan telah bersertifikat.

Setelah mendapatkan benih yang sesuai dengan lokasi penanaman maka sebelum disemaikan, benih di desinfektan. Caranya adalah dengan merendam benih tomat ke dalam larutan fungisida agar mikroorganisme pembawa penyakit tersebut mati.

Cara menyemai benih tomat pada bedeng persemaian, adalah :

  1. Benih tomat ditaburkan merata di permukaan bedeng lalu ditutup tanah tipis-tipis. kemudian dibuat guludan yang dalamnya 1 cm dan jarak antar guludan adalah 5 cm. Kemudian benih ditaburkan pada guludan berjajar dan tidak saling menumpuk. lalu benih ditutup tanah tipis-tipis. 
  2. Benih tomat dibenamkan pada lubang-lubang tanam yang dibuat dengan jarak 5 cm dan dalamnya 1 cm. Satu lubang diisi 1 – 2 benih kemudian ditutup tanah tipis-tipis.
  3. Cara ketiga adalah penyemaian yang langsung dilakukan pada kantong-kantong polybag. Polybag diisi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Setiap kantong polybag diisi satu benih tomat dan dibenamkan sedalam 1 cm, kemudian ditutup tanah dan dibasahi air secukupnya. Jangan sampai menggenang.

BACA JUGA : BENIH TOMAT LUMINA F1 ALTERNATIF LAIN BENIH SERVO YANG LANGKA

PEMELIHARAAN BIBIT TOMAT SELAMA DI PERSEMAIAN

tomat buah, benih panah merah, menanam tomat, budidaya tomat, lmgaagro
ALAT KOCOR | LMGAAgro

Sejak benih tomat buah berkecambah dan tumbuh maka pemeliharaan perlu dilakukan secara intensif  dengan melakukan pengawasan yang kontinue. Pemeliharaan yang dilakukan adalah meliputi :

  • Penyiraman dilakukan sejak mulai benih dibenamkan pada tanah sampai menjadi bibit yang tumbuh dengan 4 – 5 helai daun, siap dipindah dan tumbuh kuat. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan menggunakan alat/gembor dengan lubang yang halus agar keluarnya air tidak merusak bibit yang baru tumbuh.
  • Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut langsung gulma pengganggu tanaman dengan menggunakan tangan. Penyiangan dilakukan seperlunya saja tergantung pertumbuhan gulma di kebun.
  • Pemberian pupuk untuk bibit tomat buah yang ada di persemaian menggunakan pupuk kandang. Bila perlu juga bisa ditambahkan pupuk NPK secukupnya sebagai tambahan. Pupuk NPK diberikan ketika benih sudah tumbuh menjadi bibit.
  • Pengendalian terhadap hama dan penyakit bibit tomat buah selama di persemaian berasal darigolongan serangga ( semut ) dan golongan nematoda ( cacing tanah ). Sedangkan penyakit yang sering menyerang dari jenis cendawan. Usaha pencegahan dari serangan hama dan penyakit adalah dengan melakukan sterilisasi tanah. Bila sudah tampak ada hama maka dapat disemprotkan insektisida. Sedangkan untuk memberantas cendawan menggunakan fungisida. Mengenai insektisida dan fungisida yang sesuai dapat dikonsultasikan pada kami, Toko Online Pertanian LMGA Agro.

CARA PEMINDAHAN BIBIT TOMAT BUAH KE LAHAN TETAP

Bibit tomat baru siap dipindahkan ke kebun setelah berumur 30 – 45 hari selama di persemaian. Dipilih bibit tomat yang pertumbuhannya baik dan memiliki daya produktivitas tinggi dalam menghasilkan buah. Penampilan bibit tomat yang segar, menarik, kuat dan tidak ada daun yang rusak karena serangan hama.

Waktu yang baik memindahkan bibit tomat ke kebun adalah pagi atau sore hari. Waktu-waktu tersebut cuaca belum terlalu panas sehingga saat bibit tomat dipindahkan tidak akan layu.
Selain memperhitungkan waktu penanaman bibit, juga perlu memperhatikan cara menanam bibit yang tepat. Cara pemindahan bibit yang kurang tepat dan cenderung ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. Selanjutnya dapat mengakibatkan tanaman mati.

Cara memindahkan bibit tomat buah dari tempat persemaiannya baik di bedengan semai maupun di kantong polybag.
  • Sistim Cabut adalah dengan cara mencabut pelan dan hati-hati bibit yang tumbuh di persemaian dan telah cukup umur. Sebelum melakukan pencabutan, media persemaian dibasahi air hingga lembab dengan tujuan memudahkan pencabutan.
  • Sistim Putaran adalah mengambil bibit beserta tanahnya. Sebelumnya, media tanah dibasahi air hingga lembab.
  • Sistim merobek kantong polybag untuk bibit yang ditanam pada polybag. Basahi dengan air terlebih dahulu kemudian keluarkan bibit beserta tanahnya dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman.

Sebelum bibit tomat dipindahkan, ditempat lain siapkan lahan kebun untuk pemindahan bibit. Yaitu dengan melakukan pengolahan tanah dengan cara mencangkul atau membajak.

PENGOLAHAN TANAH MENANAM TOMAT BUAH

Pengolahan tanah pada budidaya tomat buah meliputi membersihkan lahan, membajak atau mencangkul dan yang terakhir adalah pembuatan bedengan untuk tanaman tomat. Pengolahan tanah yang dilakukan dengan benar adalah agar supaya :
  • Akar tanaman yang ada didalam tanah dapat tumbuh dengan baik.
  • Membersihkan rumput-rumput liar dan tidak tumbuh lagi.
  • Peredaran udara dalam tanah berlangsung lancar sehingga unsur-unsur hara dapat tersedia dan tanah makin subur.
  • Air yang berlebihan dapat cepat meresap dan tidak menggenang lama.
  • Akar-akar tanaman dapat menembus tanah dengan mudah dan tumbuh hingga kedalam.

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara mencangkul tanah sedalam 25 – 30 cm atau lebih. Semakin dalam justru semakin baik karena sifat perakaran tanaman tomat yang dalam. Kegiatan mencangkul artinya bahwa tanah dibalik sehingga lapisan tanah yang banyak humusnya berpindah ke bagian bawah. Agar pembalikan tanah lebih baik lagi maka setelah dicangkul, tanah dihaluskan supaya bagian lapisan atas dan bawah dapat bercampur.

BACA JUGA : JUAL BIBIT TANAMAN TOMAT BUAH HIBRIDA F1

PEMBERIAN DOLOMIT PERSIAPAN MENANAM BIBIT TOMAT BUAH

Setelah tanah diolah, dibajak atau dengan cara dicangkul selanjutnya adalah tanah diberi pupuk dan diratakan diatas tanah. Atau dengan cara pupuk dicampurkan pada tanah. Agar tidak didapatkan kondisi tanah yang masam, maka perlu dicek pH tanah menggunakan pH meter.

Bila nilai pH rendah ( < dari 5 ) maka perlu diberikan kapur pertanian atau Dolomit sebanyak 2 – 4 ton/ha tergantung dari nilai pH tanahnya. Dolomit adalah pupuk dengan kandungan hara Kalsium ( CaO ) dan Magnesium ( MgO ), berfungsi untuk menetralkan keasaman tanah dan menaikkan pH tanah. Cara penggunaan dan dosisnya disesuaikan dengan pH dan kebutuhan.

Pemberian pupuk Dolomit dengan cara disebar apabila ditujukan untuk memperbaiki keadaan tanah yang buruk. Pupuk Dolomit disebar/ditebar merata pada permukaan tanah sebelum tanah dicangkul dan sebelum benih ditanam/ditebar. Pemberian Dolomit 7 – 10 hari sebelum pemberian pupuk kandang/pupuk kimia.

Dolomit juga dapat diberikan dengan cara dimasukkan pada lubang tanam. Dolomit digunakan sebagai pupuk dasar caranya adalah ditempatkan pada dasar lubang tanam. Kemudian dicampur merata dengan pupuk dan tanah pada dasar lubang. Setelah itu ditimbun sedikit tanah dan biarkan selama ± 2 minggu lalu bibit tomat ditanam di atasnya.

Dolomit juga dapat dicampur dengan pupuk ZA apabila kedua pupuk tersebut diperlukan dalam waktu bersamaan. Setelah dicampur, cara pemberiannya dengan cara sebar merata dalam larikan sejajar baris tanaman, sekeliling batang tanaman atau dimasukkan pada lubang tanam yang dibuat di kiri-kanan tanaman. Kombinasi Dolomit + ZA mampu memenuhi kebutuhan unsur Magnesium ( Mg ) dan Sulfat NItrogen pada tanaman dan bersifat tidak mengasamkan tanah.

PEMUPUKAN DASAR SEBELUM PENANAMAN BIBIT TOMAT BUAH

Pemberian pupuk kandang pada bedengan dengan cara diratakan diatas tanah bedengan. Pupuk kandang selain dapat memperbaiki sifat biologis tanah juga dapat memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah.

Pupuk kandang yang diberikan adalah yang telah matang karena yang belum matang dapat membawa penyakit. Tujuan pemberian pupuk adalah untuk menambah zat-zat hara dalam tanah dan untuk memperbaiki struktur tanah. Adanya penambahan zat hara penting untuk pertumbuhan tanaman, sedangkan struktur tanah yang baik dapat memudahkan akar menyerap zat hara.

Pupuk kandang diberikan dengan cara disebar merata atau diberikan per lubang tanaman. Bila diberikan dengan cara disebar adalah sebanyak 10 – 20 ton/ha atau 10 – 20 kg/m2. Sedangkan bila dimasukkan per lubang tanaman sekitar 0,5 – 1 kg/lubang.

Pupuk yang sudah dicampurkan dengan tanah lalu didiamkan selam 7 hari. Setelah 7 hari kemudian, dibuatlah bedengan untuk menanam bibit tomat dengan lebar 100 – 120 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai luas lahan. Jarak antar bedengan adalah 30 cm.

Lubang tanam yang dibuat dengan panjang, lebar dan tinggi 15 – 20 cm. Jarak antar lubang tanam adalah 80 x 40 cm atau 60 x 40 cm. Agar lubang tanam yang dibuat dapat lurus, dibantu dengan tali, patok kayu atau bambu.

Tali direntangkan dan setiap calon lubang tanam ditandai pita atau dengan simpul tali. Atau dengan cara digaris kemudian calon lubang tanam ditandai dengan patok kayu/bambu. Setelah lubang tanam jadi, biarkan selama 1 – 3 hari untuk dijemur.

PUPUK DASAR YANG DIGUNAKAN PADA TOMAT BUAH

Pupuk merupakan suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik. Pupuk yang digunakan berasal dari bahan organik atau anorganik, alami atau sintetis untuk menyuplai tanaman bagi pertumbuhannya.

Pemupukan bertujuan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman karena unsur hara dalam tanah tidak bisa diandalkan untuk bisa memacu pertumbuhan tanaman secara optimal.

Pupuk yang digunakan sebelum menanam bibit adalah pupuk kandang dari kotoran hewan ternak yang sudah matang. Pupuk kandang diberikan saat pengolahan tanah sebelum membuat bedengan. Bila berasal dari pupuk kandang sapi atau kuda diberikan sebanyak 30 ton/ha. Bila menggunakan pupuk kimia/anorganik menggunakan pupuk tunggal Urea 125 kg/ha, ZA 300 kg/ha, TSP 250 kg/ha dan KCl 200 kg/ha.

Pemberian pupuk kandang ditambah ½ dosis Urea + ZA, TSP dan KCL diberikan per lubang tanaman pada 2 – 7 hari sebelum tanam sebagai pupuk dasar. Setengah sisa dari Urea + ZA diberikan saat tanaman tomat berumur 4 minggu setelah tanam. Cara pemberian dengan cara ditugal 10 cm di kiri dan kanan tanaman tomat.

PEMINDAHAN BIBIT TOMAT BUAH DARI TEMPAT PERSEMAIAN

Bedengan yang diberi mulsa, dibuat lubang tanam dengan diameter 5 -7 cm. Dalam satu bedengan terdapat 2 lajur lubang tanam, jarak antar lajur 70 – 80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur adalah 40 – 50 cm. Untuk kedalaman lubang tanam adalah ± 5 – 7 cm.

Setelah bibit siap tanam dan telah berumur 4 minggu, dapat ditanamkan pada lubang tanam yang telah dibuat sebelumnya. Untuk bibit yang disemai dalam polybag, basahi media tanam dengan air hingga lembab untuk memudahkan bibit dipindah. Kemudian sobek plastik polybag dan masukkan semua media tanam tanpa mencabut tanamannya. Masukkan pada lubang tanam, kemudian tutup dengan tanah dan ditekan-tekan hingga cukup padat. Lalu siram kembali bibit yang baru dipindahkan tadi.

Demikian seluruh bibit yang dipindahkan harus diselesaikan dalam satu hari agar pertumbuhannya nanti dapat seragam dan dapat panen bersamaan. Penanaman bibit tomat sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari saat sinar matahari tidak panas. Setelah pemindahan selesai, hal yang dilakukan selanjutnya adalah pengamatan secara rutin untuk mengetahui lebih dini bila ada bibit tomat yang mati atau layu.

PERAWATAN TANAMAN TOMAT HINGGA PANEN BERBUAH LEBAT

Perawatan tomat buah setelah dipindahkan ke kebun yang pertama dilakukan adalah rutin melakukan penyiraman, kemudian penyulaman, diselingi dengan kegiatan penyiangan dan pembumbunan.

Setelah 3 – 4 hari bersiap membuat lanjaran ajir dari bilah bambu untuk ditancapkan di dekat tanaman tomat.

Setelah 8 – 10 hari pemupukan susulan pertama dilakukan dan pemupukan selanjutnya dilakukan dengan interval 5 hari sekali hingga panen pertama. Dibawah ini akan Kami jabarkan satu persatu perawatan tanaman tomat agar tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lebat sesuai harapan petani.

Penyiraman Tanaman Tomat

Penyiraman tanaman tomat perlu dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore. Namun tetap memperhatikan kelemahan dari tanaman tomat sendiri yaitu yang tidak tahan genangan air dan rentan terhadap kekurangan oksigen. Penyiraman dilakukan secukupnya saja, tidak perlu sampai tergenang disekitar akarnya.

Penyiraman saat pagi hari, pemberian air lebih sedikit dari sore hari. Sehingga pemberian air di sore hari lebih banyak. Hal tersebut karena sore hari, keberadaan air lebih diperlukan untuk menggantikan air yang telah menguap sepanjang siang hari dan untuk mengembalikan kekuatan tanaman sepanjang malam nanti.

Penyiraman tanaman tomat buah hendaknya dilakukan dengan hati-hati, usahakan tidak mengenai daun dan dari atas. Penyiraman yang tepat adalah menggunakan selang air, langsung air dikenakan di bagian bawah dekat perakaran. Air yang mengenai daun maka tanaman akan mudah terkena penyakit akibat virus.

Penyulaman Bibit Tomat Buah

Bibit tomat buah yang baru dipindahkan ke kebun tetap, baik yang melalui tahap persemaian maupun yang tidak, selalu terdapat bibit yang mati atau layu setelah dipindahkan atau ditanam di kebun luas. Bila terdapat tanaman yang mati atau layu, cara mengatasinya dengan melakukan penyulaman. 

Penyulaman dilakukan saat tomat buah berumur 7 – 14 hari setelah tanam, gantilah bibit yang mati dengan bibit yang baru di tempat persemaian dan berumur sama. Caranya cukup mencabut lalu bibit dibuang dan dibakar, bukan dikubur. Sebelum bibit yang baru ditanamkan, lubang tanam di buat lagi dan diberi furadan untuk menghilangkan bibit penyakit dari bibit sebelumnya. Setelah itu, bibit yang baru dan sehat ditanam seperti cara pertama. Jangan lupa untuk diberi air secukupnya.

Penyulaman dilakukan hanya sampai berumur 14 hari setelah tanam. Jika pada umur 3 minggu ditemukan bibit tomat buah yang mati tidak perlu lagi dilakukan penyulaman. Penyulaman lebih umur 3 minggu menyebabkan pertumbuhan tanaman yang tidak seragam dan umur panennya juga tidak dapat bersamaan.

BACA JUGA : BUDIDAYA TOMAT BUAH DAN SAYUR DENGAN CARA MUDAH 

Penyiangan dan Pembumbunan

Penyiangan yaitu mencabut rumput-rumput liar yang disebut juga gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Petani tomat buah biasanya melakukan penyiangan sekaligus melakukan pembumbunan tanah sekitar tanaman.

Penyiangan menanam tomat buah dapat dilakukan 2 – 3 kali sesuai kondisi kebun.  Penyiangan dilakukan cukup menggunakan tangan langsung atau dengan alat seperti cangkul/kored. Bila dengan cangkul/kored sekaligus menggemburkan tanah agar pertukaran udara menjadi lebih lancar.

Untuk bedengan yang tertutup mulsa plastik, penyiangan dilakukan lebih jarang. Bila ada rumput-rumput, cukup dicabut dengan tangan tanpa alat. Pertumbuhan gulma akan mengganggu tanaman karena tanaman harus bersaing dalam mendapatkan nutrisi. Adanya gulma juga dapat mengundang datangnya hama dan penyakit tanaman.

Pemasangan Lanjaran/Ajir Tanaman Tomat Buah

Lanjaran atau ajir adalah sebilah bambu yang panjangnya 2 meter di tancapkan di dekat tanaman dengan tujuan tanaman diikatkan pada bambu tersebut agar tidak roboh saat menyanggah buah tomat nanti. Lanjaran ditancapkan pada jarak 10 – 20 cm dari tanaman.

Lanjaran dapat ditancapkan dengan posisi tegak atau ditancapkan yang ujungnya diikatkan dengan lanjaran lain didekatnya. Ujung lanjaran yang diikat satu sama lain untuk memperkokoh posisi lanjaran.

Pemasangan lanjaran dilakukan sedini mungkin untuk menghindari terkena akar tanaman tomat dan terjadi luka yang dapat menyebabkan datangnya penyakit atau virus. Tanaman bibit tomat buah memiliki akar yang belum menyebar kemana-mana sehingga kemungkinan akan terkena lanjaran sangat kecil.

Lanjaran atau ajir ditancapkan setelah tinggi tanaman sekitar 10 – 15 cm. Lalu batang tanaman tomat diikatkan pada lanjaran menggunakan tali salaran. Tali salaran dijual di Toko Online Pertanian LMGA Agro. Tali salaran ini sangat halus dan tidak akan melukai batang tanaman.

Model pengikatan berbentuk angka 8 untuk menghindari terjadinya gesekan batang denagn tiang lanjaran. Ikatan jangan terlalu kuat agar tidak menghambat pembesaran batang. Selanjutnya, setiap bertambah tinggi 20 cm, batang tomat buah diikatkan menggunakan tali salaran tadi.

Pemangkasan Pada Tanaman Tomat Buah

Tanaman yang berbentuk perdu, percabangan banyak dan lebat seperti pohon, umumnya perlu dilakukan pemangkasan. Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pohon, mengurangi daun, mempercepat pembuahan, meremajakan tanaman dan lain-lain.

Tujuan untuk membentuk pohon adalah agar pohon tomat buah cepat berbunga dan produksi buah menjadi lebih banyak. Sedangkan pengurangan daun dimaksudkan untuk mendapatkan hasil asimilasi yang optimal. Dengan melakukan pemangkasan akan mempercepat proses pembuahan.

Kegiatan pemangkasan adalah dengan memotong cabang/ranting yang tumbuhnya tidak tepat, memotong tunas-tunas air atau dengan memotong ranting yang terkena penyakit.

Pemangkasan dilakukan seminggu sekali selama musim tanam tomat buah dan setiap pohon ditinggalkan hanya 2 cabang. Masing-masing cabang dibiarkan tumbuh 3 tandan dan tiap tandan disisakan 5 buah yang dipelihara hingga panen. Tujuan hanya 5 buah tersebut adalah untuk mendapatkan buah yang besar.

Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun harus segera dilakukan agar tunas tidak tumbuh menjadi batang. Untuk pemangkasan tunas muda dilakukan menggunakan tangan. Namun bila tunas sudah menjadi batang yang keras, dipotong menggunakan pisau atau gunting yang tajam.

Pemangkasan juga dapat dilakukan untuk mengatur ketinggian tanaman tomat yaitu dengan memotong ujung tanaman. Pemotongan ujung tanaman dilakukan setelah tampak dompolan buah yang berjumlah 5 – 7 buah.

Pemupukan Susulan Tanaman Tomat Buah

Pemupukan pada budidaya tomat dilakukan 2 kali yaitu pemupukan dasar sebelum penanaman dan pemupukan susulan setelah penanaman. Pupuk susulan diberikan setelah bibit ditanam di lahan dan bertujuan untuk menyuplai kebutuhan nutrisi selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat buah.

Pemupukan susulan seringkali menggunakan pupuk an-organik seperti ZA, TSP, KCl, NPK Phonska, Mutiara dan lain-lain. Pemberian menggunakan pupuk an-organik dampak negatifnya buruk bagi tanaman bila diberikan secara berlebihan jadi dosisnya harus pas sesuai kebutuhan.

Pupuk susulan menggunakan pupuk NPK diberikan 2 – 3 kali selama pertumbuhannya. Pemberian dengan cara ditugal disetiap tanaman. Pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 2 gram/batang tanaman.

Bila menanam tomat buah organik, semprotkan Pupuk Organik Cair ( POC ) dengan kandungan Kalium tinggi. Penyemprotan dilakukan saat tanaman akan berbunga dan berbuah ( fase generatif ). Penyemprotan POC 1 minggu sekali dan harus diencerkan terlebih dahulu ( 1 liter POC dilarutkan 100 liter air ).

Sebagai catatan, konsentrasi POC tidak boleh lebih dari 2%. Bisa juga dengan ditambahkan pemberian pupuk kandang/kompos bila umur tanaman tomat sudah 2 – 3 minggu. Pemberian pupuk kandang sebanyak 1 genggam tangan per tanaman.

PEMUPUKAN TOMAT BUAH MENGGUNAKAN PUPUK KIMIAWI

Pemupukan yang pertama dilakukan pada umur 3 – 4 minggu hst dengan cara dikocor dan pada saat sore hari ( paling baik ). Pemupukan susulan yang pertama tanaman tomat buah dosisnya adalah 3 – 5 kg NPK/1000 tanaman. Dosis pupuk tersebut dilarutkan air sebanyak 500 liter kemudian dikocorkan sebanyak 500 ml per pohon tanaman tomat.

Pemupukan selanjutnya setiap 1 minggu dengan penambahan dosis secara berkala. Rata-rata kebutuhan per hektar adalah 80 – 100 kg Urea, 350 – 450 kg ZA, 200 – 250 kg TSP dan 85 – 170 kg KCl.

Budidaya tomat buah non-organik, adalah menggunakan pupuk kimiawi. Pemberian pupuk pada umur 1 minggu setelah dipindahkan adalah campuran Urea dan KCl ( perbandingan 1 : 1 ) sebanyak 1 – 2 gram per tanaman.

Pemupukan selanjutnya ( kedua ) pada umur 2 – 3 minggu adalah campuran Urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila setelah umur lebih dari 4 minggu, tanaman tampak kurang segar, berikan Urea dan KCl 7 gram/tanaman. Pemberian pupuk pada jarak 5 – 7 cm dari tanaman.

BACA JUGA : TIPS MENGATASI LAYU PADA TANAMAN TOMAT

HAMA-HAMA YANG MENYERANG TOMAT BUAH

Kutu Kebul adalah serangga yang berwarna putih, berukuran kecil dan memiliki sayap. Siklus hidupnya sangat singkat sekitar 3 – 4 minggu dan makin singkat di musim kemarau atau pada dataran rendah yang bersuhu tinggi.

Gejala serangan kutu kebul : daun melengkung, daun keriput, terdapat bintik pada daun, daun menguning, layu dan akhirnya rontok. Pertumbuhan tanaman tomat terhambat sehingga menjadi kerdil dan gagalnya muncul bunga.

Cara mengendalikan kutu kebul : menggunakan benih yang tahan kutu kebul, rotasi tanaman dengan yang bukan sejenis, sanitasi lingkungan dengan cara membersihkan tanaman inang atau gulma. Menyemprotkan pestisida insektisida yang sesuai dan dapat dikonsultasikan dengan Toko Online Pertanian LMGA Agro.

Lalat Buah, Bactrocera sp. hama berukuran kecil 8 mm, berwarna hijau kecoklatan, ada hitamnya, memiliki sayap transparan. Lalat menyerang tomat buah dengan cara menyuntik buah tomat dan memasukkan telur ke dalam buah tomat. Telur akan menetas menjadi larva yang memakan buah hingga buah menjadi busuk.

Cara mengendalikan lalat buah : sanitasi lingkungan, buang dan musnahkan tanaman yang mati, pangkas bagian tanaman yang diserang lalat buah dan pengolahan tanah yang benar agar pupa dalam tanah mati.

Hama Ulat dan Thrips Menyerang Tomat Buah

Ulat Buah ukuran tubuh panjang 4 cm dan permukaan yang berkutil disertai bulu. Warna tubuh ulat buah bervariasi mulai dari hijau, hijau agak kuning, coklat dan hitam. Hama menyerang dengan cara melubangi buah tomat dan berpindah-pindah. Pada lubang gigitan terjadi infeksi dan akhirnya buah tomat menjadi busuk.

Selain menyerang buahnya, juga menyerang pucuk tanaman dengan cara melubangi cabang-cabang tanaman. Pengendalian mekanis : membersihkan lingkungan dari gulma yang biasa sebagai tempat sembunyi ulat buah, petik buah yang terserang lalu musnahkan. Semprotkan insektisida bila sudah parah.

Ulat Tanah, Agrotis ipsilon H. hama yang hidupnya di tanah, ukuran tubuh panjang 2 cm dan warna coklat tua. Hama ini bersembunyi dalam tanah waktu siang hari dan keluar menyerang tanaman tomat pada malam hari.

Ulat ini seringnya menyerang batang tomat, terkadang menyerang pangkal batang sehingga tanaman menjadi roboh. Juga menyerang akar dan daun tomat buah. Btang yang diserang terpotong, terutama batang yang muda, batang terputus hingga menyisakan pangkalnya saja.

Pengendalian menggunakan mulsa plastik karena keberadaan mulsa mampu meningkatkan suhu di dalam tanah sehingga pupa dan ulat tidak akan mampu bertahan hidup dalam tanah. Pengolahan tanah yang benar dan bila perlu melakukan penyemprotan menggunakan insektisida.

Thrips hama sejenis kutu ukuran sangat kecil yaitu 1 – 2 mm. Menyerang dengan cara menghisap cairan sel di permukaan bawah daun. Daun yang terserang hama ini akan berubah warna menjadi keperakan atau kekuningan. Daun juga menjadi berkerut, kerdil dan rapuh.

Mengendalikan hama Thrips adalah bersihkan gulma di sekitar lahan agar tidak digunakan tempet bersembunyi hama. Dapat juga disemprotkan insektisida.

MENGENAL PENYAKIT YANG MENYERANG TOMAT BUAH

Layu Fusarium disebabkan oleh Fusarium oxysporum, menyerang akar tomat pada bagian pembuluh angkutnya hingga akar berwarna coklat. Penyakit ini menyebabkan layu di siang hari lalu tampak segar pada pagi dan sore hari. Daun-daun menguning dan rontok, akar yang terinfeksi berwarna hitam kecoklatan.

Pengendalian penyakit ini dengan melakukan pergiliran tanaman, mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang. Bisa juga menggunakan fungisida yang sesuai.

Penyakit Rebah Kecambah, Rhizoctonia solani, disebabkan oleh cendawan. Penyakit ini muncul karena menggunakan pupuk kandang/kompos yang belum matang. Indikasi serangannya yaitu luka pada pangkal batang sehingga menjadi patah dan layu. Juga bagian yang terserang akan mudah mati.

Pengendalian dengan cara meninggikan bedengan, memperbaiki drainase dan benih direndam fungisida agar terhindar dari serangan jamur. Gunakan pupuk kandang yang matang dan melakukan sanitasi kebun. Bisa juga dikendalikan dengan menggunakan fungisida yang sesuai setiap 7 hari sekali.

Penyakit Layu Bakteri disebabkan bakteri Pseudomonas solanacearum yang menyebabkan kelayuan seluruh bagian tanaman. Indikasi terserang bakteri tersebut menyebabkan daun muda layu, daun tua menguning akhirnya rontok dan mati.

Mengendalikannya menggunakan benih yang toleran bakteri penyebab layu, mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang penyakit tersebut. Selanjutnya adalah melakukan pergiliran tanaman yang bukan sejenis dan sanitasi lahan. Bisa juga disemprotkan bakterisida yang sesuai dan dengan komposisi yang tepat.

Penyakit yang Menyerang Daun Tomat Buah

Busuk daun diakibatkan serangan jenis patogen Phytophtora infestans. Patogen ini sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban dan curah hujan. Penyebaran patogen biasanya melalui angin, air dan serangga. Penyakit ini menyebar cepat jika suhu rendah dan kelembaban yang tinggi.

Gejala serangan : pada daun terdapat bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu, agak basah dan lembek. Bila cuaca sangat lembab, serangan daun akan melebar dan warna daun berubah menjadi coklat lalu mati. Bercak dikelilingi spora berwarna putih. Gejala ini tampak pada tomat setelah berumur 1 bulan.

Pengendaliannya : sanitasi kebun, menggunakan benih dan bibit tahan penyakit dan melakukan rotasi tanaman yang bukan sejenis. Bisa juga melakukan penyemprotan fungisida yang sesuai.

Penyakit Bercak Daun Alternaria solani menyerang tanaman tomat pada bagian daun, batang dan buahnya. Indikasinya terdapat bercak coklat berbentuk lonjong atau lingkaran. Buah yang diserang akan kempot, keriput, pecah dan ukuran membesar.

Mengendalikannya dengan melakukan sanitasi lahan, pergiliran tanaman dengan yang tidak sejenis dan penyemprotan menggunakan fungisida.

Penyemprotan pestisida haruslah bijak, disesuaikan lingkungan sekitar, riwayat penyemprotan dan patuh pada dosis yang dianjurkan. Untuk pasar tomat buah organik, pilihlah pestisida alami yaitu menggunakan minyak cengkeh, air tembakau, minyak sereh dan lain-lain.

Pengendalian hama dan penyakit tidak bisa hanya mengandalakan pestisida saja. Namun perlu menggunakan prinsip pengendalian hama terpadu yang dilakukan secara berkesinambungan.

PANEN TOMAT BUAH YANG BAIK DAN BENAR

Tomat buah dipanen setelah berumur 70 – 90 hari setelah pindah tanam bibit tomat. Umur panen tergantung varietas, tingkat kesuburan tanah, lokasi budidaya dan tingkat kemasakan yang diminta oleh pasar/konsumen.

Untuk tingkat kemasakan tomat buah yang dipanen harus memperhatikan jarak tempuh pengangkutan dengan lokasi pemasaran yang dituju. Atau lama waktu penyimpanan maksimal yang diinginkan.

Panen dilakukan satu per satu pada buah tomat yang sudah masuk kriteria panen. Buah matang tidak selalu berwarna merah, ada yang berwarna oranye tergantung varietas buahnya. Buah tomat yang masih berwarna hijau dan kecil dibiarkan dan tidak dipanen. Baru dipanen setelah tomat buah memenuhi kriteria yang diinginkan. Panen tomat buah tidak dilakukan sekaligus melainkan secara bertahap 3 – 5 hari sekali.

Waktu panen yang tepat dilakukan pagi atau sore hari untuk mengurangi respirasi buah tomat. Setelah dipanen, letakkan buah panen di bawah bayang-bayang pohon, jangan dibawah sinar matahari langsung. Jika tomat buah yang dipanen kondisinya bagus hingga saat penyimpanan, maka tomat buah  tersebut dapat bertahan selama 7 – 8 hari di pasar sayur.

PASCAPANEN TOMAT BUAH YANG BAIK DAN BENAR

Penanganan panen tomat buah dan pasca panen haruslah hati-hati karena yang kurang tepat saja, dalam beberapa hari buah tomat akan kehilangan vigornya, tampak mengkerut, berair dan membusuk. Jangan menutup tomat dengan plastik saat dikumpulkan di wadah. Hal tersebut karena respirasi tomat yang cukup tinggi sehingga tomat cepat tumbuh jamur lalu membusuk.

Panen tomat jangan sampai ditumpuk-tumpuk dalam wadah yang terlalu tinggi. Hal tersebut karena buah yang bagian bawah akan tertekan sehingga buah tomat menjadi memear-memar.

Kapasitas wadah kemasan tomat yang dipanen juga perlu diperhatikan. Jika terlalu berat, pengangkutan cenderung kasar dan dibanting atau diseret. Sehingga buah di bagian bawah tertumpuk oleh buah tomat yang di atasnya. Sehingga buah akan rusak fisiknya dan mengurangi jumlah buah yang akan dipasarkan.

Pengangkutan hal yang penting karena merupakan langkah akhir setelah pemetikan buah tomat. Pengangkutan mempertimbangkan kekuatan buah ketika ditumpuk dalam wadah kemasan. Jika buah tampak lunak, ditempatkan pada wadah besar dan bertumpukan akan menyebabkan tomat bagian bawah cepat rusak.

Usahakan tidak terjadi benturan agar buah tidak rusak fisiknya. Pengangkutan yang baik maka kualitas buah tomat dapat terjaga baik hingga sampai ke tangan konsumen.

Demikian artikel kami tentang Tomat Buah Panah Merah Andalan Petani Indonesia. Toko Online Pertanian LMGA Agro jual benih tomat buah, sayur dan buah lainnya. Hubungi Pak Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Kami juga melayani konsultasi gratis mengenai seluk beluk bertani dan permasalahannya di kebun/lapangan.

Kami juga meyediakan berbagai macam jenis pupuk dan pestisida dan alat-alat pertanian yang Anda butuhkan terutama dalam menanam Tomat Buah Panah Merah Andalan Petani Indonesia. Kami siap mengirim pesanan Anda dengan cepat dan dipastikan sampai di Alamat Anda, melalui jasa ekspedisi yaitu JNE, TIKI, KI8, POS INDONESIA dan lain-lain. Selamat mencoba !..

 

Iklan