BUDIDAYA CABE RAWIT HIBRIDA HASIL PRODUKSI TINGGI


BUDIDAYA CABE RAWIT, TANAMAN CABE RAWIT, MENANAM CABE RAWIT, CARA MENANAM CABE RAIT, JUAL BENIH CABE RAWIT, LMGA AGRO

Budidaya cabe rawit hasil produksi tinggi. Jual bibit tanaman cabe rawit di Toko Online Pertanian LMGA Agro, hubungi bapak Budi 082141747141 (telepon) dan 08125222117 (SMS/WA). Jual bibit tanaman sayur dan buah berbagai macam benih hibrida F1 dan unggul bebas penyakit/virus. Benih buah dan sayur produk pabrik benih terkemuka di wilayah Indonesia.

Toko Online Pertanian LMGA Agro menyediakan berbagai benih, pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian sarana prasarana bercocok tanam pertanian. Kami melayani secara gratis konsultasi pertanian seputar budidaya cabe rawit dan tanaman lain juga membantu mengatasi masalah yang Anda temui di lapangan.

Budidaya cabe rawit merupakan favorit pertanian Indonesia karena cabe rawit merupakan komoditi penting yang banyak dibutuhkan masyarakat. Hampir semua wilayah di Indonesia, dapat ditanami tanaman cabai rawit. Tanaman cabai cocok ditanam di Indonesia karena iklim dan cuaca mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Budidaya cabe rawit tetap diminati oleh petani cabe meskipun cabe rawit adalah komoditi sayuran yang atraktif. Harga buah cabe hasil panen bisa tiba-tiba naik dengan tajam dan saat tertentu dapat turun dengan drastis.

CABE RAWIT : JENIS DAN MANFAAT CABE BAGI KESEHATAN

Jenis cabai rawit yang sering dipakai budidaya cabe rawit antara lain :

  1. Cabai Rawit kecil. Berukuran kecil, panjang 1 – 2 cm. Rasa cabai ini sangat pedas meskipun berukuran kecil. Cocok sebagai teman makan tahu, tempe dan gorengan lain. Saat muda, buah berwarna hijau dan menjadi berwarna merah saat tua. Diakui sebagai jenis cabe rawit super pedas.

  2. Cabai Rawit Putih. Kulit buah berwarna putih, atau putih kekuningan saat muda. Berubah menjadi merah saat tua. Berukuran 2 – 5 cm, cukup pedas dan cocok dibuat sambal.

  3. Cabai Rawit Hijau. Berwarna hijau tua saat muda dan menjadi merah gelap saat tua. Berukuran panjang antara 2 – 3 cm. Rasa tidak terlalu pedas sehingga banyak dimakan langsung bersama menyantap gorengan.

Meskipun berasa pedas bahkan ada super pedas, penggemar makan cabe tidaklah sedikit. Ternyata dibalik rasa seperti terbakar di lidah ini, cabe memiliki manfaat banyak bagi kesehatan.

Rasa pedas cabai berasal dari zat capsaicin yang hanya ada di buah cabe. Cabe rawit mengandung betakaroten atau pro-vitamin A, vitamin C, Vitamin B1, vitamin B2, mineral, kalsium, fosfor, protein, karbohidrat, zat besi dan kalium.

  1. Menjaga Kesehatan Mata. Kandungan vitamin B2 cabe rawit meningkatkan ketajaman penglihatan kita dibandingkan yang tidak menyukai cabe.

  2. Mencegah Penyakit Beri-beri. Kandungan vitamin B1 pada cabe rawit mampu mencegah terjadinya penyakit beri-beri.

  3. Membantu Penyembuhan Luka pada Usus. Sifat anti iritasi dan kandungan vitamin C pada cabe rawit mengatasi permasalahan pada usus kita. Saat tubuh mencerna cabe, terjadi pergerakan peristaltik yang baik bagi kesehatan.

  4. Membantu Menurunkan Berat Badan. Capsaicin pada cabe dapat membakar lemak lalu keluar bersama keringat. Dapat meningkatkan metabolisme cepat dan menurunkan berat badan.

  5. Membantu Proses Detoksifikasi. Membantu mengeluarkan racun-racun tubuh bersama keringat yang keluar saat mengkonsumsi cabe.

  6. Melawan serangan stroke. Cabe melancarkan peredaran darah sehingga mencegah terjadinya penyumbataN pembuluh darah dan pembekuan darah otak penyebab serangan stroke.

BENIH CABE RAWIT HIBRIDA F1 DAN UNGGUL TAHAN PENYAKIT

Benih cabe rawit hibrida F1 yang baik untuk budidaya cabe rawit dan tersedia di Toko Online Pertanian LMGA Agro, antara lain :

  • Benih Mhanu F1 ( Mhanu Prayit ) produk dari Halbanero.

  • Benih Shypoon produk dari Halbanero.

  • Benih Rawita cap Panah Merah.

  • Benih Pelita 8 dari Panah Merah.

  • Benih Maruti dari Benih Pertiwi.

  • Benih Sonar produk cap Kapal Terbang.

  • Benih Dewata dari Panah Merah.

  • Benih Raga 2 dari Cap Kapal Terbang.

  • Benih Nirmala produk cap Panah Merah.

  • Benih Pelita produk cap Panah Merah.

  • Benih Centil produk dari Known-you seed.

Benih cabe rawit varietas unggul yang baik untuk budidaya cabe rawit tersedia di Toko Online Pertanian LMGA Agro, yaitu antara lain :

  • Benih cabe rawit putih Vinoty dari PT Agrindo Hartha Mekar.

  • Benih Bara produk cap Panah Merah.

  • Benih Cakra Putih produk cap Kapal Terbang. 

  • Benih Mahameru produk cap Kapal Terbang.

  • Benih Taruna dari cap Panah Merah.

  • Benih Sret dari Bintang Citra Asia.

  • Benih Madun dari Mutiara Bumi.

  • Benih TM Rawit dari Tani Murni.

  • Benih Brenggala dari Aura Seed.

  • Benih Natural produk cap Sebelas.

  • Benih cabe rawit unggul Mhanu.

  • Benih Super Sae dari Cap Sebelas.

BIBIT TANAMAN CABAI RAWIT BEBAS HAMA DAN PENYAKIT

BUDIDAYA CABE RAWIT, CARA MENANAM CABE RAWIT, CARA MENANAM CABE, LMGA AGROBudidaya cabe rawit diawali dengan membuat bibit dari benih hibrida dan unggul yang terekomendasi baik dari pabrik benih terpercaya. Pastikan Anda mendapatkan benih dari agen benih yang terpercaya, seperti Toko Online Pertanian LMGA Agro. Kami sudah terpercaya menyediakan benih-benih hibrida dan unggul terbaik.

Cara membuat bibit tanaman cabai adalah menggunakan media tanah yang gembur dan kaya unsur hara. Media yang baik menggunakan campuran tanah, pupuk organik ( kompos atau pupuk kandang ) dan sekam padi. Sebelum digunakan, media yang dipakai harus diayak hingga halus.

Untuk mendapatkan bibit pada budidaya cabe rawit sebaiknya melakukan penanaman di polybag. Pembibitan juga dapat dilakukan di baki semai/tray semai atau pada petakan bedeng yang dibuat di lahan tersendiri.

Cara menanam benih pada budidaya cabe rawit dengan cara ditabur beresiko besar. Karena saat bibit cabe akan dipindahkan maka bibit cabe akan dicabut dari penyemaian. Cara dicabut tersebut bila tidak hati-hati dapat menyebabkan akar bibit terputus saat bibit ditarik dari tanah.

Hal yang berbeda terjadi bila menanam benih menggunakan media polybag. Bibit cabe akan lebih mudah untuk dipindahkan ke lahan tetap karena tinggal menyobek plastik polybag dan mengambil bibit beserta tanahnya dan ditanam di lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya.

BACA JUGA : MENANAM CABE DI MUSIM HUJAN DAN KIAT UNTUK PANEN SUKSES

CARA TANAM BENIH BUDIDAYA CABE RAWIT

  • Media tanam yang sudah disiapkan harus diayak hingga halus untuk memudahkan benih berkecambah. Pengayakan bisa menggunakan ayakan yang dibuat sendiri atau menggunakan kain strimin ukuran 0,5 cm.

  • Masukkan media campuran tanah tadi kedalam pot polybag dan tidak perlu dipadatkan. Jika tanah semai padat maka pertumbuhan bibit tidak dapat maksimal.

  • Setelah semua polybag sudah terisi media tanam maka sebelum bibit dibenamkan, media disiram air bersih hingga basah dan merata.

  • Benih dibenamkan satu benih satu polybag. Untuk persediaan saat penyulaman, maka bibit dilebihkan 10% dari jumlah kebutuhan tanaman.

  • Polybag yang sudah dibenamkan benih, ditutup dedaunan agar air yang disiramkan tidak mengenai benih langsung. Penutupan benih juga untuk menjaga agar suhu stabil dan tanah tetap lembab.

  • Setelah 7 hari, benih akan berkecambah dan daun-daun yang menutupi tadi dapat dihilangkan. Selanjutnya penyiraman dapat dilakukan setiap hari sampai bibit siap dipindahkan ke lahan tetap.

Bibit yang telah berumur 4 minggu dan telah muncul 3 – 4 helai daun sejati telah cukup kuat dan kokoh untuk tumbuh di lahan terbuka dan langsung terkena sinar matahari. Bibit dapat dipindahkan ke lahan yang telah diolah sebelumnya dan telah dibuatkan bedengan.

PERSIAPAN LAHAN MENANAM CABE RAWIT

Persiapan lahan budidaya cabe rawit adalah dengan mengolah tanah yang dilakukan satu minggu setelah menanam benih di persemaian. Persiapan lahan membutuhkan waktu sekitar 3 minggu sebelum lahan siap digunakan untuk memindahkan bibit cabe rawit.

Pengolahan tanah budidaya cabe rawit dengan cara dicangkul atau dibajak menggunakan alat bajak. Tanah dibolak-balik hingga kedalaman 40 cm sehingga tanah yang subur pada bagian subsoil berpindah ke bagian atas tanah. Selanjutnya, pH tanah dicek bila kurang dari 5 maka tanah olahan perlu diberikan kapur Dolomit.

Pemberian kapur Dolomit saat pembajakan tanah diberikan sekitar 2 – 3 ton/ha tergantung dari nilai pH tanah. Kemudian biarkan dan diamkan tanah selama satu minggu hingga pH tanah berangsur menjadi netral.

Selanjutnya, setelah proses pengapuran selesai, lahan ditambahkan pupuk kandang untuk menambah unsur hara dalam tanah. Pupuk kandang diberikan sebanyak 1 – 2 ton/ha dicampurkan merata pada seluruh bedengan. Diaduk-aduk kembali kemudian biarkan kembali tanah selama 1 minggu agar pupuk kandang meresap dalam tanah.

Setelah 1 minggu kemudian, lahan dibuat bedengan-bedengan budidaya cabe rawit yang lebarnya ± 1 meter, tinggi 30 cm dan panjang disesuaikan kondisi dan luas lahan. Jarak antar bedengan dibuat lebar 50 – 80 cm dan difungsikan sebagai parit.

Setelah membuat bedengan selesai, selanjutnya penutupan mulsa plastik hitam perak. Pemasangan mulsa dilakukan siang hari agar mulsa dapat ditarik dan menutup erat pada bedengan.

Setelah pemasangan mulsa, segera dibuat lubang tanam di permukaan mulsa. Pembuatan lubang tanam menggunakan alat pelubang mulsa yang dapat dibeli di Toko Online Pertanian LMGA Agro. Alat pelubang Mulsa terdapat 2 jenis berdasarkan diameter lubangnya.

Lubang tanam dibuat sebanyak 2 baris di setiap bedengan dengan jarak antar baris 70 cm dan jarak antar lubang 60 cm. Lubang tanam dibuat model zig-zag, hal ini akan berpengaruh pada sirkulasi angin dan pencahayaan matahari.

CARA TANAM BUDIDAYA CABE RAWIT

Bibit cabe yang telah siap dipindahkan adalah telah muncul 4 – 5 helai daun dan berumur 4 minggu di persemaian. Pilih bibit yang baik dan segar, dan segera tanam di lubang tanam yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sebelum melakukan penanaman, siram terlebih dahulu polybag atau petakan semai agar mudah bibit cabe dipindahkan ke lahan tetap. Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari dan serentak selesai dalam satu hari.

Pilihlah bibit cabe yang sehat, memiliki vigor yang kuat dan daunnya berwarna hijau segar. Setelah bibit ditanam di lahan tetap, segera lakukan penyiraman agar bibit cabe yang baru ditanam tidak layu.

Jarak tanam cabe pada musim hujan adalah 80 x 60 cm sedangkan pada musim kemarau 70 x 60 cm. Pada musim hujan, jarak tanam cabe jangan terlalu rapat agar lingkungan areal kebun tidak lembab. Kelembaban yang tinggi menyebabkan jamur dan bakteri mudah datang dan berkembang cepat.

Setelah melakukan pemindahan bibit cabe, pengamatan dilakukan selama 7 hari kedepan. Bila ada tanaman yang mati, layu atau tumbuh abnormal segera dicabut dan diganti dengan bibit yang baru dan sehat.

Kegiatan penyulaman dilakukan sampai hari ke-7 agar budidaya cabe rawit dapat panen serentak dan seragam. Bila lebih dari 7 hst, tidak perlu dilakukan penyulaman. Tanaman yang mati dimusnahkan di tempat yang agak jauh untuk mematikan siklus penyakit tanaman. Tanaman yang mati jangan dikubur dalam tanah karena bisa jadi jamur dan bakteri berpindah menetap dalam tanah.

BACA JUGA : JUAL BENIH CABE RAWIT UNGGUL DAN HIBRIDA

PEMASANGAN AJIR BUDIDAYA CABE RAWIT

Ajir atau lanjaran pada budidaya cabe rawit diperlukan untuk menopang tanaman cabe rawit agar berdiri kokoh. Pemasangan ajir dapat dipasang sebelum penanaman bibit atau segera mungkin sekitar 3 – 4 hari setelah pemindahan bibit.

Ajir terbuat dari kayu atau bambu dengan panjang 125 cm dan 25 cm ditancapkan pada tanah disamping tanaman dengan jarak 5 cm. Jika tanaman cabe sudah tinggi, ajir dipasang dengan posisi miring membentuk sudut 30 °C atau 45 °C agar ajir tidak merusak akar tanaman. Bilah bambu yang digunakan lebarnya 4 cm, ditancapkan tegak tiap 3 tanaman secara berjajar.

Dari ajir satu ke ajir yang lain dihubungkan bilah bambu memanjang dengan ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. Tanaman cabe yang ditanam pada polybag atau pot juga perlu dipasang ajir agar dapat berdiri tegak.

Batang tanaman cabe yang melengkung karena menahan beban berat buah cabe, dapat dibantu tegaknya dengan cara batangnya diikatkan pada ajir. Mengikat batang tanaman cabe agar tidak melukai kulit batang maka menggunakan tali yang halus dan khusus, yaitu menggunakan tali salaran. Merupakan tali khusus untuk pengikatan tanaman pada ajir yang dapat dibeli di Toko Online Pertanian LMGA Agro.

BACA JUGA : CARA SUKSES MENANAM CABAI BAJA HASIL 29 TON

PENYIRAMAN TANAMAN BUDIDAYA CABE RAWIT

Kegiatan penyiraman tanaman tidak bisa dianggap sepele karena bila tidak benar dalam melakukan penyiraman maka tanaman kita akan mati. Pada fase pertumbuhan awal, penyiraman pada budidaya cabe rawit dilakukan setiap hari terutama pada musim kemarau.

Untuk tanah yang porous, penyiraman tanaman cabe dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman adalah memilih jenis air yang tepat dan benar.

Air yang bisa digunakan untuk penyiraman adalah air yang bersih dan tidak tercemari oleh limbah. Yang paling baik adalah menggunakan air sumur karena air sumur yang kita gali sendiri terhindar dari pencemaran. Bila terpaksa menggunakan air sungai, maka gunakanlah air sungai yang tidak tercemar limbah.

Setelah mendapatkan air yang bersih, maka penyiraman pada budidaya cabe rawit  harus disesuaikan dengan umur tanaman dan jumlah volume air yang akan disemprotkan. Cara menyiramkan air pada tanaman adalah pada bagian batang terutama bila untuk tanaman yang masih muda.

Bila langsung diguyurkan langsung pada tanaman dari atas justru dapat merusak tanaman dan tanaman dapat roboh. Sebaiknya pilihlah alat penyiram tanaman khusus yang dapat dibeli di Toko Online Pertanian LMGA Agro. Jangan gunakan alat penyiram bekas penyemprotan pupuk atau pestisida.

Pemberian air juga disesuaikan dengan umur tanaman an untuk tanaman yang masih muda, volume air yang diberikan lebih sedikit dibandingkan tanaman yang sudah dewasa. Namun juga jangan dibiarkan tanaman dalam kondisi kekeringan karena tidak disiram air.

Untuk budidaya cabe rawit di lahan sawah atau di pekarangan atau pada pot besar, penyiraman dapat dilakukan tiap 3 – 4 hari sekali. Yaitu dengan cara penggenangan atau di-leb pada parit antara bedengan. Petani cabe juga biasanya melakukan penyiraman dengan menggunakan selang yang dikocorkan pada tanah diantara tanaman.

CARA PEMANGKASAN PADA BUDIDAYA CABE RAWIT

Pemangkasan pada budidaya cabe rawit atau disebut juga dengan perempelan merupakan bagian dari perawatan tanaman yang tidak boleh dilewatkan. Tidak sedikit para petani cabe yang menganggap proses ini tidak penting dan tidak dilakukan. Mereka menganggap bahwa pemangkasan hanya pada daun yang secara alami akan berguguran sendiri bila sudah menguning.

Setelah melewati berbagai penelitian bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tanaman cabe yang dipangkas dengan tanaman cabe yang tidak dipangkas. Tanaman cabe yang dipangkas terbukti tanaman berkembang menjadi baik dan bagus, sehat, subur. Pemangkasan dapat merangsang hormon Auksin untuk membentuk batang, tumbuhnya bunga dan buah cabe yang lebat.

Pemangkasan pada Budidaya Cabe Rawit menyebabkan tanaman tumbuh lebih cepat, lebih sehat, kuat dan tahan serangan hama dan penyakit. Secara fisik, tanaman juga tampak lebih segar dan subur, banyak muncul bunga dan buah sehingga meningkatkan hasil panen.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Kita melakukan pemangkasan adalah antara lain :

  1. Waktu pemangkasan yang baik adalah sore hari atau ketika cuaca terasa sejuk dan tidak terlalu panas.

  2. Pemangkasan yang baik dan efektif dilakukan pada tanaman cabe berumur 60 – 70 hst keatas, sebelum memasuki waktu pembungaan. Pada umur ini, pemangkasan pada budidaya cabe rawit dilakukan pada tunas aksiler/tunas samping/tunas liar yang tidak penting.

  3. Alat-alat yang penting adalah pisau dan gunting pangkas yang tajam dan steril, ember/wadah/karung besar untuk tempat hasil pangkasan dan sapu lidi untuk membersihkan hasil pangkasan. Gunting pangkas digunakan untuk memotong tunas-tunas samping dan daun-daun yang terlalu lebat.

Pemangkasan Tunas Samping Tanaman Cabe

Pada budidaya cabe rawit, tunas samping ini tidak penting dan bila dibiarkan tumbuh dan bila tidak dipotong maka berakibat buruk pada laju pertumbuhan tanaman. Tanaman cabe rawit akan mengalami defisiensi unsur hara tertentu karena sebagian unsur hara akan menuju ke tunas-tunas liar tersebut.

Tunas-tunas liar ini berada di bawah cabang sekunder sehingga bila tidak dipotong akan mengurangi pertumbuhan cabang tanaman yang produktif. Tunas-tunas samping ini dipotong saat tanaman cabe rawit berumur 7 – 20 hst. Pemangkasan dilakukan hingga 2 – 3 kali.

Tunas-tunas yang keluar di ketiak daun muncul pada umur 8 – 12 hst untuk cabai dataran rendah. Untuk cabai dataran tinggi, tunas muncul pada tanaman cabe umur 15 – 20 hst. Tujuan pemangkasan agar tanaman menjadi kokoh sebelum memasuki fase pembungaan ( generatif ).

BACA JUGA  : JUAL BENIH CABE HARGA MURAH DAN TERPERCAYA | LMGA AGRO

Pemangkasan Bunga Pertama Pada Budidaya Cabe Rawit

Bunga-bunga pertama yang berada di sela-sela cabang pertama juga harus dipangkas. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan di bagian atasnya untuk menghasilkan buah yang lebih banyak.

Pemangkasan bunga ini dilakukan pada budidaya cabe rawit baik di dataran rendah dan dataran menengah. Khusus untuk budidaya cabe rawit di dataran tinggi, pemangkasan bunga dilakukan sampai pada bunga ke-2 dan ke-3 tergantung dari kesuburan tanaman.

Bila tanaman cukup sehat, bunga dipangkas sampai bunga ke-2, sedangkan bila tanaman tampak kurus, kurang sehat, pemangkasan bunga sampai bunga ke-3.

Tujuan dilakukan pemangkasan bunga ini adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan vegetatif dengan menunda pertumbuhan generatif yaitu dengan memotong bunga-bunganya. Sehingga jumlah daun akan bertambah dan hasil proses fotosintesis mencukupi bagi tanaman cabe memasuki fase generatif.

 Selanjutnya dalam waktu 7 – 14 hari kemudian akan terbentuk cabang diatasnya. Dan bunga yang tumbuh pada cabang ini dipelihara karena kondisi tanaman sudah cukup kuat memasuki fase pembungaan ( generatif ).

Pemangkasan Daun Pada Budidaya Cabe Rawit

Pemotongan daun-daun pada budidaya cabe rawit minimal pada umur 75 hst untuk cabai dataran rendah dan 90 hst untuk cabai dataran tinggi. Daun-daun di bawah cabang utama sebaiknya dipangkas agar pertumbuhan tajuk tanaman dapat optimal.

Pemangkasan daun dilakukan pada semua daun dan dahan dari pucuk disisakan 4 – 10 daun saja. Daun-daun akan membentuk tajuk tanaman yang menutupi seluruh ruangan pertumbuhan tanaman. Antar tanaman akan saling bertemu tajuknya dalam satu maupun antar baris.

Daun-daun yang telah tua dan tidak produktif lagi juga harus dipangkas. Bila tidak dipangkas, daun-daun tersebut banyak menyerap zat makanan daripada menghasilkan. Daun-daun yang telah tua juga dapat menjadi sumber penyakit.

BACA JUGA : PUPUK KANDANG, JENIS DAN MANFAATNYA BAGI TANAMAN 

PEMUPUKAN SUSULAN BUDIDAYA CABE RAWIT

BUDIDAYA CABE RAWIT, CARA MENANAM CABE RAWI, JUAL BENIH CABE RAWIT, LMGA AGRO
PUPUK NPK CABE RAWIT

Selain pemupukan dasar pada budidaya cabe rawit saat pengolahan tanah, pemupukan cabe juga diberikan setelah penanaman bibit dan memasuki fase vegetatif. Pemupukan susulan berupa pupuk daun yang disemprotkan pada tanaman. Pupuk daun tersedia di Toko Online Pertanian LMGA Agro.

Penyemprotan pupuk daun setiap 10 – 14 hari sekali dan dapat dilihat pada label produk. Pupuk daun ini diberikan untuk pertumbuhan vegetatif tanaman cabe rawit (tunas dan daun) dan pemupukan untuk pertumbuhan bunga dan buah.

Pemupukan budidaya cabe rawit untuk pertumbuhan bunga dilakukan tanaman cabe umur 50 hst. Pupuk yang digunakan pupuk NPK ( Pupuk Phonska 15 : 15 : 15 ). Dosis pemupukan 250 kg/ha atau takaran pupuk sekitar 5 sendok makan dan diberikan diantara 4 tanaman. Pemberian pupuk dengan membuat lubang pupuk diantara 4 tanaman. Lalu pupuk dimasukkan dalam lubang, lalu ditutup tanah dan disiram air bersih hingga basah.

Bila kondisi tanaman cabe rawit kurang sehat/segar karena terserang hama penyakit maka dosis pupuk NPK diberikan sebanyak 4 – 5 kg yang dilarutkan pada 200 L air ( 1 drum ). Kemudian dikocorkan ke tanaman sebanyak 300 – 500 cc atau tergantung kebutuhan. 

Untuk budidaya cabe rawit pada polybag, pemupukan cabe dosis antara 5 – 6 gram per polybag. Pupuk diberikan dengan cara dikocor menggunakan air bersih. Kelebihan dosis pupuk dan waktu pemupukan pada terik matahari dapat menyebabkan tanaman layu.

Budidaya cabe rawit menggunakan benih varietas hibrida umumnya dapat panen berkali-kali 12 – 14 kali. Agar produktivitas hasil panen tetap baik maka setiap selesai panen lakukan pemupukan NPK atau campuran ZA, Urea, TSP dan KCl dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1.

HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA CABE RAWIT

Hama pada budidaya cabe rawit adalah ulat grayak, ulat tanah, jangkrik, tungau, thrips, aphids/kutu daun, bekicot dan lalat buah. Penyakit pada budidaya cabe rawit adalah layu fusarium, layu bakteri, antraknosa/patek, virus Gemini, bercak daun, busuk batang dan busuk buah.

Beberapa usaha dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hama dan penyakit pada budidaya cabe rawit. Paling tidak meminimalisir serangan sehingga tidak semakin berat dan parah serangannya. Usaha-usaha tersebut antara lain :

  1. Penyiangan merupakan upaya mengendalikan hama penyakit tanaman cabe. Keberadaan gulma dapat menjadi inang berkembangnya hama dan penyakit.

  2. Pengawasan secara rutin dan berkala harus dilakukan pada budidaya cabe rawit sehingga ketika ada gejala serangan hama dan penyakit dapat segera diketahui dan dikendalikan sebelum serangan semakin parah.

  3. Memakai jarak tanam tidak terlalu rapat agar tidak terjadi kelembaban yang tinggi yang dapat menimbulkan tumbuhnya jamur dan bakteri/virus.

  4. Melakukan pengendalian secara kultur teknis atau pengendalian hama dan penyakit secara alami.

BACA JUGA : CARA MENANAM CABE RAWIT DI POLYBAG HALAMAN RUMAH

Pengendalian Hama Pada Budidaya Cabe Rawit Secara Kultur Teknis

Pengendalian hama merupakan usaha tindakan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Tindakan mengusir, mencegah dan memberantas hama juga termasuk hama vektor pembawa penyakit atau virus. Dengan tujuan agar populasi hama pengganggu tersebut tidak mencapai batas yang secara ekonomi merugikan.

Pengendalian hama secara kultur teknis merupakan cara menghindari dan menekan perkembangan hama tetap di bawah amabang ekonomi. Pengendalian yang cukup efektif, menguntungkan dan aman bagi lingkungan atau kerusakan lingkungan yang minimal.

Kultur teknis adalah pengendalian hama dengan cara mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga kondisinya tidak disukai organisme pengganggu tanaman sehingga tidak dapat berkembang biak dengan baik dan cepat. Prinsipnya adalah memanfaatkan lingkungan untuk menekan populasi hama.

Pengendalian secara kultur teknis ini sama dengan pemeliharaan tanaman sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kesehatan tanaman. Dengan kultur teknis dapat memantau keberadaan hama dan penyakit secara dini.

Macam-Macam Cara Kultur Teknis Pada Budidaya Cabe Rawit

Pada budidaya cabe rawit, pengendalian kultur teknis yang biasa dilakukan untuk mengendalikan hama yaitu :

  1. Pergiliran tanaman atau rotasi tanaman, bertujuan untuk mematikan kehidupan hama dengan mematikan kehidupan inangnya.

  2. Pengolahan tanah yang baik otomatis juga dapat mematikan siklus hidup organisme pengganggu yang hidup di tanah. Pengolahan tanah yang baik, hama-hama bisa mati atau terhambat perkembangannya karena terkena sengatan matahari, dimakan predator pada permukaan tanah atau terbenam jauh kedalam tanah.

  3. Pemangkasan tanaman secara tidak langsung dapat mencegah meluasnya serangan. Terutama bila dilakukan saat populasi hama tinggi. Pada hama tungau misalnya, pemangkasan akan menyebabkan terbuangnya banyak telur-telur tungau. Hasil pemangkasan lalu dimusnhakan dengan cara dibakar.

  4. Pemupukan yang berimbang sesuai kebutuhan tanaman, berimbang antara unsur N, P, K dan unsur mikro dapat mengendalikan serangan hama. Umumnya untuk meningkatkan hasil panen, petani memberikan pupuk berlebihan. Tindakan ini selain pemborosan juga disukai oleh jamur patogen penyebab penyakit. Dosis pupuk N yang ditingkatkan dapat meningkatkan populasi hama.

  5. Melakukan sanitasi tanaman seperti membersihkan lahan dari sisa-sisa penanaman sebelumnya dan mencabut tanaman yang sakit/mati/layu.

BACA JUGA : BENIH CABE HAI-LUX F1 DIJUAL HARGA MURAH DI LMGA AGRO

JENIS HAMA UTAMA PADA BUDIDAYA CABE RAWIT

1. Hama Ulat. Gejala serangan : daun berlubang dan pada serangan parah, ulat grayak ( Spodoptera litura ) memakan habis seluruh daun hingga tinggal tulang-tulang daun. Menyerang pada malam hari atau saat matahari teduh. Siang yang terik, ulat bersembunyi di pangkal tanaman atau di balik mulsa sehingga kurang efektif bila disemprot siang hari.

Pengendalian : secara teknis yaitu pencarian serempak dan menyeluruh, ulat di malam hari. Memasang perangkap imago hama, menjaga kebersihan kebun dan menyiangi gulma pada pinggir bedengan, parit atau lubang mulsa. Bila serangan sudah parah, semprotkan insektisida pada malam hari.

2. Tungau. Gejala serangan : daun mengeriting, menggulung ke bagian ke bawah seperti sendok terbalik. Daun menjadi tebal, kaku hingga pembentukan pucuk terhambat. Lama-lama daun berwarna coklat dan mati.

Pengendalian secara teknis dengan mencabut tanaman yang terserang parah. Yang belum parah dipotong pucuk-pucuknya. Tanaman yang terserang lalu dibakar agar tidak menjangkiti kepada tanaman lain. Tidak berdekatan dengan areal penanaman singkong. Pengendalian kimiawi menggunakan akarisida.

3. Hama Kutu Daun pada budidaya cabe rawit biasanya berasal dari jenis Myzus persicae. Kutu menghisap cairan pada daun hingga daun kering dan permukaanya keriting. Kutu Myzus juga vektor pembawa virus. Juga menghasilkan cairan berwarna kuning kehijauan yang mengundang semut dan cendawan sehingga menimbulkan jelaga hitam pada permukaan daun.

Pengendalian teknis dengan memetik daun yang terserang lalu dibakar. Hindari menanam dekat areal penanaman semangka, melon dan kacang panjang. Pemasangan mulsa plastik hitam perak efektif menekan perkembangan kutu daun. Semprotkan insektisida yang mengandung fipronil atau difenthiuron pada sore hari.

4. Hama Lalat Buah

Menyebabkan kerontokan cabe sebelum sempat dipanen. Buah yang terserang bila dibelah terdapat larva lalat. Larva pada buah cabe akan rontok bila cabe tidak segera dibakar, lalu larva akan menjadi pupa dalam tanah.

Pengendalian teknis, buah cabe yang rontok dimusnahkan dengan cara dibakar. Hindari menanam cabe dekat dengan kebun buah seperti belimbing, pisang, jeruk dan lain-lain. Memasang perangkap lalat buah menggunakan atraktan yang mengandung methyl eugenol setelah tanaman cabe berumur 1 bulan. Semprotkan insektisida pada pagi hari , saat lalat belum berkeliaran dan daun masih berembun.

5. Hama Thrips menyerang daun hingga terlihat garis-garis keperakan, terdapat bercak-bercak kuning hingga kecoklatan. Pertumbuhan menjadi kerdil. Serangan menghebat pada musim kemarau. Hama Thrips mudah menyebar dan berperan juga sebagai hama vektor.

Pengendalian teknis dengan memanfaatkan predator alaminya seperti kumbang dan kepik. Pemasangan mulsa plastik hitam perak efektif menekan perkembangan thrips. Bila serangan hebat, semprotkan insektisida yang mengandung fipronil pada sore hari.

PENYAKIT UTAMA PADA BUDIDAYA CABE RAWIT

1. Penyakit Rebah Semai menyerang tanaman ketika masih dalam media persemaian. Gejala rebah semai adalah pangkal batang dekat akar yang busuk menyusut lalu patah. Penyebabnya adalah infeksi oleh jamur.

Dapat diatasi dengan menyemprotkan fungisida kontak berbahan aktif karbendazim dan fungisida kontak berbahan aktif metalaksil atau dimetomorf.

2. Penyakit Layu Fusarium biasanya terjadi setelah bibit cabe rawit dipindah ke lahan tetap. Penyebabnya adalah infeksi jamur patogen fusarium pada akar cabe rawit. Menyebabkan tanaman tampak layu di siang hari dan kembali segar di sore hari. Dan lama kelamaan tanaman akan semakin kering, daunnya berguguran dan akhirnya mati.

Pencegahan penyakit layu dengan cara mengaplikasikan trichoderma pada pupuk kandang saat pemupukan dasar dan mengocorkannya pada hari ke-4 atau ke-5 setelah tanam. Trichoderma merupakan jamur baik yang bersimbiosis dengan akar tanaman dan membunuh jamur patogen dalam tanah yaitu Fusarium sp penyebab layu fusarium pada cabe rawit.

3. Penyakit Layu Bakteri sama dengan layu fusarium namun memliki fase yang lebih cepat sehingga dalam waktu 3 hari saja tanaman menjadi kering, seluruh daun meranggas rontok dan akhirnya tanaman mati kering/gosong. Penyebabnya adalah bakteri patogen dalam tanah yang menginfeksi area perakaran tanaman. Pengendalian menggunakan bakterisida sistemik berbahan aktif streptomycin.

4. Daun keriting. Gejala daun keriting banyak terjadi pada budidaya cabe rawit di musim kemarau. Penyebabnya cukup banyak antara lain tanaman kekurangan Nitrogen, serangan oleh kutu daun dan infeksi virus Gemini.

Virus Gemini paling sering menyebabkan daun keriting. Bila daun sudah keriting sulit sekali diobati namun kita dapat mencegah dengan mengendalikan vektornya yaitu hama thrips, kutu kebul  dan aphids.

Mengendalikan hama vektor tersebut dengan cara yaitu rutin menyemprotkan insektisida yang berbahan aktif abamektin ataupun dimetoat minimal 1 minggu sekali. Atau insetisida sistemik berbahan aktif imidakloprid minimal 2 minggu sekali.

5. Daun Bulai 
BUDIDAYA CABE RAWIT, CARA MENANAM CABE RAWIT, GEMINI VIRUS, LMGA AGRO
GEMINI VIRUS

Penyakit bulai diawali dengan munculnya bercak-bercak kuning pada daun cabe dan lama kelamaan akan meluas dan daun menjadi keriting. Kondisi daun yang demikian menyebabkan klorofil daun menjadi rusak sehingga akan mengganggu proses fotosintesis. Sehingga berdampak pada pertumbuhan, perkembangan dan produktifitas tanaman.

Penyakit penyakit daun bulai ini adalah virus Gemini yang dibawa oleh hama vektornya yaitu aphids, thrips dan kutu kebul. Virus Gemini juga dapat dibawa oleh benih yang sudah terinfeksi virus. Pencegahan penyakit Bulai dengan cara menanam benih hibrida tahan virus Gemini dan mengendalikan hama vektornya dengan insektisida berbahan aktif abamektin.

6. Penyakit Patek ( Antraknosa ) merupakan penyakit khas budidaya cabe rawit musim hujan. Cabe rawit rentan terkena antraknosa pada bagian buahnya. Gejala penyakit Patek yaitu bagian dalam buah yang membusuk dengan lesi hitam dan melingkar yang makin lama akan menyebar dan membusukkan seluruh isi buah.

Penyebabnya adalah infeksi jamur yang cepat akibat kelembaban tinggi di musim hujan. Memang sulit untuk mengendalikan penyakit patek terutama di musim hujan. Namun dampak serangan antraknosa dapat diminimalisir dengan melakukan beberapa tindakan.

Pencegahan dari penyakit Patek budidaya cabe rawit adalah :

  • Menanam menggunakan benih cabe rawit yang tahan penyakit Antraknosa.

  • Pengaturan jarak tanam dan bedengan budidaya cabe rawit.

  • Mengurangi pemberian pupuk Nitrogen di musim hujan.

  • Penambahan pemberian pupuk Kalium dan unsur Calsium di musim hujan.

  • Perlakuan trichoderma saat pemupukan dasar merata di semua bedengan.

PEMANENAN DAN PASCA PANEN PADA BUDIDAYA CABE RAWIT

BUDIDAYA CABE RAWIT, CARA MENANAM CABE RAWIT, TANAMAN CABE RAWIT, LMGA AGRO
CABE RAWIT MERAH

Budidaya cabe rawit mulai dapat dipanen setelah berumur 2,5 – 3 bulan sesudah bibit disemai. Dan untuk panen berikutnya dilakukan 1 – 2 minggu kemudian, tergantung dari kesehatan dan kesuburan tanaman. Tanaman cabe rawit bila dirawat dengan baik dan benar dapat dipanen hingga mencapai umur 1 – 2 tahun.

Perawatan yang baik dan benar budidaya cabe rawit termasuk melakukan pemangkasan dan pemupukan kembali setiap selesai panen. Pemupukan setelah panen bisa Anda berikan pupuk organik, seperti kompos dan pupuk kandang yang sudah matang.

Penyimpanan cabai setelah dipanen dengan suhu ± 4 °C dan kelembaban 95 – 98 % dapat tahan hingga 4 minggu. Sedangkan penyimpanan cabai pada suhu 10 °C dapat bertahan dalam kondisi tetap segar selama 16 hari.

Pemanenan pada budidaya cabe rawit sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun mengering. Untuk cabe rawit lokal mampu berproduksi hingga 2 sampai 3 tahun. Sedangkan varietas cabe rawit hibrida, usia produktifnya lebih pendek yaitu antara 8 – 12 bulan.

Demikian Artikel mengenai Budidaya Cabe Rawit Hibrida Hasil Produksi Tinggi. Selamat mencoba, semoga bermanfaat. Benih cabe rawit banyak sekali yang diproduksi oleh pabrik benih terkemuka di Indonesia. Jual Benih cabe rawit di Toko Online Pertanian LMGA Agro, hubungi segera bapak Budi 082141747141 (telepon ) 08125222117 ( SMS/WA ).

BACA JUGA : JUAL CABE RAWIT DEWATA F1 POTENSI HASIL TINGGI

Toko Online Pertanian LMGA Agro menyediakan berbagai varietas benih sayur dan buah hibrida dan unggul, jenis-jenis pupuk dan pestisida. Juga menyediakan berbagai alat-alat pertanian sarana prasarana kebutuhan bercocok tanam Anda.

Toko Online Pertanian LMGA Agro juga melayani gratis konsultasi pertanian terutama cara budidaya cabe rawit yang baik dan benar dan cara perawatan menghasilkan buah yang lebat. Melalui jasa ekspedisi seperti JNE, POS, TIKI, KI8, Kami siap mengantarkan pesanan Anda dengan cepat dan sampai pada tujuan alamat Anda.