BUDIDAYA CABE RAWIT DAN PEMUPUKAN YANG TEPAT


BUDIDAYA CABE, BUDIDAYA CABE RAWIT, CABE RAWIT, MENANAM CABE, LMGA AGRO

Budidaya cabe rawit dan cara pemupukan yang tepat. Toko Pertanian Online LMGA Agro, hubungi bapak Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ), Jual benih cabe rawit dan jenis cabe lainnya. Juga menjual benih sayur dan buah hibrida seperti tomat, semangka, melon, sawi dan masih banyak lagi. Menyediakan alat pertanian untuk budidaya cabe seperti alat kocor, mulsa, tray semai, pelubang mulsa dan masih banyak lagi.

Toko pertanian Online LMGA Agro menerima layanan konsultasi budidaya cabe dan budidaya tanaman lain. Membantu mengatasi berbagai permasalahan yang Anda temui selama melakukan budidaya cabe rawit mulai dari persemaian hingga proses pemanenan.

Budidaya cabe rawit dapat dilakukan oleh siapa saja baik yang telah berpengalaman bertahun-tahun juga oleh hobiis tanaman bahkan oleh ibu-ibu rumah tangga. Budidaya cabe rawit dapat dilakukan di areal pertanian yang luas untuk jumlah tanaman yang besar. Budidaya cabe rawit juga dapat dilakukan di polybag atau pot.

CABAI RAWIT KOMODITI SAYURAN PENTING

BUDIDADAYA CABE, CABE RAWIT, TANAMAN CABE, LMGA AGRO
CABE RAWIT DI BUDIDAYA CABE

Cabai atau cabe adalah komoditi sayuran penting yang bernilai ekonomis tinggi di Indonesia. Hampir semua masyarakat menyukai cabe dan baik dikonsumsi langsung bersama gorengan maupun sebagai bumbu masak kuliner Indonesia. Sehingga tak heran bila tiba-tiba harga cabe rawit ini menjadi mahal atau menghilang dan langka di pasaran, akan terjadi kepanikan nasional secara luas hingga ke pelosok negeri ini.

Cabe rawit memiliki nama latin Capsicum frutescens cocok ditanam di daerah tropis seperti wilayah Indonesia. Cabe rawit memiliki tingkat kepedasan diatas cabe merah dan cabe keriting. Dibandingkan cabe besar merah, cabe kecil lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Usia produktif cabe rawit juga lebih panjang dari cabe besar.  Budidaya cabe rawit jika dilakukan dengan benar mampu berproduksi hingga 2 sampai 3 tahun.

Budidaya cabe rawit dapat dilakukan dimana saja karena cabe rawit merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Pertumbuhan optimal budidaya cabe rawit adalah pada ketinggian  0 – 500 m dpl. Budidaya cabe rawit pada ketinggian di atas 1000 m dpl menyebabkan produktifitas menjadi berkurang.

BACA JUGA : CARA MENANAM CABE MERAH DAN CABE KERITING AGAR SUKSES

Budidaya cabe secara umum harus dilakukan pada daerah yang mendapat sinar matahari sepanjang hari antara 8 – 10 jam per hari. Syarat tanahnya memiliki pH antara 6,5 – 7. Lahan untuk budidaya cabe rawit sebaiknya lahan yang steril, yaitu yang belum ditanami cabe sebelumnya atau minimal 6 bulan terakhir. Menanam cabe juga tidak baik bila berdekatan dengan penanaman cabe juga atau menanam cabe yang sudah lebih dulu.

Budidaya cabe dari jenis cabe kecil atau rawit ini, benihnya sudah banyak diproduksi oleh pabrikan benih besar di Indonesia seperti PT. BISI International dan East-West Seed ( EWINDO ). Di bawah ini akan kami jabarkan benih-benih cabe rawit unggul dan hibrida yang tersedia di Toko pertanian Online LMGA Agro.

BENIH UNGGUL BUDIDAYA CABE RAWIT

  1. Benih VINOTY produk PT Agrindo Hartha Mekar tipe buah menggantung, cocok di dataran rendah – tinggi. Toleran penyakit layu dan patek.

  2. Benih BARA produk dari Panah Merah cocok di dataran rendah – tinggi. Toleran penyakit layu bakteri.  Panen umur 100 hst, potensi hasil 15 ton/ha.

  3. Benih CAKRA PUTIH cap Kapal Terbang cocok di dataran rendah – tinggi, mudah perawatannya. Umur panen 85 hst, potensi hasil 12 ton/ha.

  4. Benih TANJUNG tipe buah menggantung cocok di dataran rendah – tinggi. Tanaman kuat, percabangan banyak dan pembungaan kontinue. Tahan penyakit layu, antraknosa dan hama thrips. Umur panen 90 hst.

  5. Benih MAHAMERU cocok di dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya. Buah lebat, tahan penyakit layu bakteri, panen umur 85 hst, potensi hasil 12 ton/ha.

  6. Benih TARUNA cap Panah Merah ditanam di dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya. Buah lebat tahan penyakit layu bakteri dan dipanen umur 85 hst.

  7. Benih MADUN produk Mutiara Bumi. Tanaman tegak, buah lebat, tipe buah menggantung. Toleran penyakit layu bakteri, panen umur 85 hst dan potensi hasil 10 ton/ha.

  8. Benih TM RAWIT produk Tani Murni cocok di dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya. Umur panen 85 hst, tahan layu bakteri dan potensi hasil 8 ton/ha.

  9. Benih MHANU cocok di dataran rendah – tinggi, mudah perawatannya. Umur panen 85 hst, tahan layu bakteri dan potensi hasil 10 ton/ha.

  10. Benih BRENGGALA produk Aura Seed cocok di dataran rendah – tinggi. Mudah perawatannya dan panen umur 85 hst. Tahan layu bakteri dan potensi 10 ton/ha.

  11. Benih NATURAL cap Sebelas cocok di dataran rendah – tinggi. Buah menggantung, tahan layu bakteri. Panen umur 85 hst dan potensi hasil 15 ton/ha.

  12. Benih SRET produk Bintang Citra Asia cocok di dataran rendah – tinggi. Mudah perawatannya dan toleran layu bakteri. Panen 85 hst dan potensi hasil 1,2 kg/tanaman.

  13. Benih SIGANTUNG cocok di dataran rendah – tinggi. Buah menggantung, tahan layu, thrips dan antraknosa. Umur panen 90 hst dan potensi hasil 1,5 kg/tanaman.

BENIH HIBRIDA BUDIDAYA CABE RAWIT

  1. Benih MHANU PRAYIT produk Halbanero cocok di dataran rendah – tinggi. Buah tegak, tahan antraknosa dn cracking ( pecah buah ). Panen umur 85 hst, hasil 17 ton/ha.

  2. Benih SHYPOON produk Halbanero cocok di dataran rendah – tinggi, tipe buah tegak dan tahan antraknosa. Panen umur 85 hst dan hasil 17 ton/ha.

  3. Benih MARUTI dari PT Agri Makmur Pertiwi, cocok di ketinggian 200 – 775 m dpl. Panen umur 90 hst, jumlah buah 300 – 400/tanaman. Potensi hasil 3 ton/ha.

  4. Benih RAWITA cap Panah Merah, cocok di dataran tinggi. Tahan layu bakteri dan bobot buah 3 – 4 g/buah. Umur panen 109 – 113 hst dan hasil 10 – 14 ton/ha.

  5. Benih DEWATA cap Panah Merah cocok di dataran rendah – tinggi, tanaman tegak, kokoh dan buah lebat. Umur panen 65 hst dan potensi hasil 20 ton/ha.

  6. Benih RAGA 2 cap Kapal Terbang cocok di dataran rendah – tinggi. Tanaman tegak, mudah perawatannya dan buah lebat. Umur panen 66 hst dan potensi hasil 20 tob/ha.

  7. Benih SONAR cap Kapal Terbang cocok di dataran rendah – tinggi. Tanaman tegak, mudah perawatannya dan buah lebat. Umur panen 73 hst dan potensi hasil 20 ton/ha.

  8. Benih NIRMALA cap Panah Merah mudah perawatannya. Tanaman tegak, kokoh dan buah lebat. Umur panen 75 hst dan potensi hasil 24 ton/ha.

  9. Benih PELITA 8 cap Panah Merah cocok di dataran rendah – tinggi. Tahan Antraknosa, layu bakteri dan virus. Bobot buah 2 – 4 g/buah, umur panen 5 – 85 hst dan potensi hasil 12 ton/ha.

  10. Benih PELITA cap Panah Merah cocok di dataran rendah – tinggi. Tahan layu bakteri dan mudah perawatannya. Umur panen 73 hst dan potensi hasil 23 ton/ha.

  11. Benih BHASKARA sudah terkenal dan terbukti kualitasnya, umur panen cepat 65 hst. Potensi 1 kg/pohon.

  12. Benih CENTIL produk Known-You Seed Taiwan cocok di dataran rendah – tinggi. Tanaman tegak, buah lebat dengan umur panen 70 hst. Potensi hasil 23 ton/ha.

  13. Benih RINTA dari Bintang Central Asia, buah lebat menggantung. Tahan iklim panas dan cocok di dataran rendah – tinggi. Tahan layu, antraknosa dan thrips dan dipanen umur 75 hst.

BUDIDAYA CABE RAWIT HASIL BUAH LEBAT

BUDIDAYA CABE, CABE RAWIT, BUAH LEBAT, CARA MENANAM CABE, LMGA AGRO
BUDIDAYA CABE RAWIT BUAH LEBAT

Budidaya cabe mudah dalam perawatannya, asalkan dilakukan pada lokasi yang tepat dan menggunakan teknik budidaya yang dapat menghasilkan buah yang lebat. Buah yang lebat dihasilkan oleh tanaman yang tumbuh subur dan kokoh.

Hasil yang maksimal dilakukan dengan menggunakan teknik budidaya cabe yang tepat mulai dari cara menyemaikan benih, pengolahan tanah, cara perawatan tanaman hingga proses panen.

Tanaman cabe merupakan tanaman dengan kemampuan adaptasi yang cukup baik. Tanaman cabe mudah tumbuh dengan baik meskipun di lahan persaahan maupun tegalan. Mampu hidup di daerah kering hingga daerah pantai. Budidaya cabe dapat dilakukan di musim kemarau, musim hujan maupun musim rendeng.

Namun demikian, budidaya cabe termasuk cabe rawit didalamnya, tetap harus memperhatikan faktor syrat tumbuh yang dikehendaki tanaman cabe.

Budidaya cabe yang baik adalah pada tanah yang banyak mengandung bahan organik, bertekstur remah, gembur dan tidak terlalu liat. Tanah juga tidak terlalu porous juga tidak terlalu becek, tanah juga bebas hama cacing ( nematoda ) dan penyakit tular tanah.

Budidaya cabe yang optimal dilakukan pada derah dengan iklim dan curah hujan berkisar antara 1500 – 2500 mm/tahun dan merata. Suhu udara yang cocok adalah antara 16 – 32 °C. Hujan yang terlalu deras menyebabkan banyak bunga yang rontok sehingga gagal melakukan penyerbukan.

Kelembaban relatif yang ideal adalah 80% dan sirkulasi udara yang lancar. Curah hujan yang tinggi menyebabkan lingkungan menjadi lembab. Suhu dan kelembaban yang tinggi menyebabkan mudah sekali terserang bakteri Pseudomonas solanacearum penyebab layu akar.

Teknik budidaya cabe yang bisa dilakukan untuk mengatasinya yaitu dengan mengatur jarak tanam tidak terlalu dekat, menggunakan jarak tanam sistem zig-zag dan melakukan sanitasi kebun secara rutin.

BACA JUGA : JUAL BENIH CABE RAWIT DEWATA F1 POTENSI HASIL TINGGI 

 PERAN PUPUK PADA BUDIDAYA CABE DAN APLIKASI YANG TEPAT
BUDIDAYA CABE, CABE RAWIT, CARA MENANAM CABE, TANAMAN CABE, LMGA AGRO
PUPUK NPK CABE

Pupuk adalah bahan material mengandung unsur hara ( nutrisi ) yang dibutuhkan oleh tanaman. Tiap jenis pupuk memiliki kandungan unsur hara yang berbeda dan setiap jenis unsur hara memliki fungsi dan manfaat yang berbeda pula.

Pemupukan pada budidaya cabe seperti juga pada tanaman lain dimaksudkan untuk menyuburkan tanaman. Karena pupuk mengandung unsur hara yang merupakan sumber nutrisi sebagai makanan bagi tanaman. Pemberian pupuk yang tepat dan berimbang adalah yang baik diberikan pada tanaman. Dosis pemberian penting diperhatikan karena bila terlalu berlebihan justru menyebabkan tanaman mati.

Beberapa teknik budidaya cabe yang perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi hasil produksi adalah cara pengolahan lahan, pemberian pupuk dasar, cara penggunaan pupuk yang tepat, pemupukan susulan dan penanganan hama dan penyakit.

BACA JUGA : BUDIDAYA CABE F1 LABA PANAH MERAH PETANI UNTUNG NYATA

Tanaman cabe membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan tepat agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan maksimal sesuai harapan kita. Pemupukan pada budidaya cabe meliputi pupuk dasar dan pupuk susulan. Sedangkan aplikasi pemberian pupuk ada 2 cara yaitu sistem kocor dan ditabur.

PUPUK DASAR BUDIDAYA CABE RAWIT

Teknik pemupukan cabe yang dilakukan petani mungkin berbeda-beda tergantung dari kesuburan tanahnya. Tingkat keasaman tanah menentukan pemakaian pupuk. Tanah yang ber-pH rendah ( asam ) untuk meningkatkan menuju netral perlu pemberian kapur pertanian atau Dolomit. Rata-rata tanah di Indonesia bersifat asam.

Pupuk Dolomit diberikan dengan cara ditabur merata pada bedengan dengan dosis sesuai kebutuhan atau tergantung nilai pH tanahnya. Sebaiknya kapur Dolomit diberikan 7 – 10 hari sebelum pemberian pupuk kandang atau pupuk anorganik. Dan sebelum pemberian pupuk kandang dan pupuk anorganik, perlunya memastikan bahwa pupuk dolomit sudah terkena air hujan atau disiram sampai larut dalam tanah.

Pupuk kandang sebagai pupuk organik, diberikan secara merata pada bedengan dengan dosis 20 ton/ha. Pupuk organik lain yang dapat dipakai adalah kompos. Aplikasi pupuk kompos dengan cara dicampurkan merata dengan tanah.

Petani cabe biasanya bila pupuk dasar menggunakan pupuk anorganik adalah campuran TSP, KCl dan ZA dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Dosis pupuk anorganik adalah 1 ton/ha dengan rincian 500 kg TSP, 250 kg KCl dan 250 kg ZA. Ketiga jenis pupuk diatas diaduk hingga tercampur rata lalu ditaburkan merata pada bedengan.

Pupuk anorganik ini ditaburkan 7 – 10 hari setelah penaburan pupuk kandang. Setelah ditaburkan merata di permukaan bedengan selanjutnya tutup dengan tanah yang tebalnya 5 cm. Biarkan tanah selama 10 – 15 hari, setelah itu dapat dipasangkan mulsa platik hitam perak. Sebelum dipasang mulsa, bedengan harus disiram air hingga basah atau biarkan bila terkena guyuran air hujan.

Unsur Boron diberikan dalam jumlah sedikit yaitu 1 g/tanaman. Sumber Boron seperti Borax, dicampur pupuk TSP, KCl dan ZA dan ditaburkan bersama. Untuk budidaya cabe sebanyak 1000 tanaman memerlukan 1 kg pupuk Boron. Sumber Nitrogen lebih baik bila menggunakan pupuk ZA daripada Urea, karena pupuk ZA juga terkandung Sulfur ( Belerang ) yang juga dibutuhkan tanaman.

PEMUPUKAN SUSULAN BUDIDAYA CABE RAWIT

Pemupukan susulan adalah pemberian pupuk setelah tanam sampai tanaman berproduksi. Tujuan pemupukan susulan adalah agar tanaman cabe tidak kekurangan nutrisi saat di fase vegetatif hingga tanaman berbuah. Begitu juga dengan serangan dari organisme pengganggu tanaman ( OPT ).

Intensitas dari OPT dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu waktu/musim budidaya, varietas benih yang digunakan, teknik dan cara budidaya yang diterapkan, pengolahan lahan dan pemupukan. Disadari atau tidak, bahwa pemupukan memiliki peran terhadap intensitas serangan OPT, seperti serangan jamur dan bakteri.

Unsur Magnesium dan Calsium dapat meningkatkan pH tanah sehingga otomatis meminimalisir serangan penyakit layu. Unsur Kalsium juga dapat meningkatkan daya tahan ( imunitas ) tanaman  sehingga tanaman tidak mudah terinfeksi penyakit.

Pemupukan susulan kebanyakan adalah menggunakan pupuk anorganik seperti ZA, TSP, KCl, Phonska, Mutiara, KNO dan lain-lain. Pupuk anorganik karena mengandung bahan kimia maka dapat berdampak buruk bila diberikan secara berlebihan, baik dampak buruk terhadap tanah maupun tanaman.

BACA JUGA : CARA MENANAM CABE JACKO 99 TUNAS AGRO

PEMUPUKAN SISTEM KOCOR BUDIDAYA CABE RAWIT

Pemupukan cabe sistem kocor akan efektif dilakukan di musim kemarau. Pemupukan sistem kocor lebih menguntungkan karena pupuk dapat segera diserap oleh tanaman, juga dapat hemat waktu karena sekaligus menyiram dan pemberian pupuk.

Pemupukan sistem kocor idealnya untuk tanaman yang masih kecil atau masih muda. Tanaman cabe yang sudah tua, pemberian pupuk sistem kocor kurang efektif karena dosis pupuk yang digunakan sedikit sedangkan akar tanaman cabe sudah jauh dari batang. Sehingga pemberian pupuk tidak efektif lagi justru pupuk akan menguap sebelum dimanfaatkan tanaman.

Pupuk cabe yang diberikan dengan cara dikocor adalah pupuk yang penggunaanya dilakukan dengan cara menyiram, mengucurkan atau mengkocor dalam wadah ember atau yang lain. Dari segi teknis aplikasi, sistem kocor ini dapat menguntungkan pelakunya. Yaitu kita cukup menyiramkan cairan atau larutan pupuk ke pangkal batang dan pupuk lansung diserap oleh akar tanaman.

PEMUPUKAN MELALUI AKAR BUDIDAYA CABE RAWIT

Pemberian pupuk yang melalui akar tanaman bertujuan menambahkan unsur hara dalam tanah dan dapat diserap oleh tanaman. diharapkan dengan dosis yang tepat, akan memberikan hasil produksi yang memuaskan. Pemberian pupuk lewat akar ini ada 2 cara yaitu cara disebar dan melalui larikan.

Pupuk yang disebar pada tanah disekitar tanaman atau saat pembuatan bedengan persiapan tanam. Kemudian pupuk diaduk hingga tercampur rata dengan tanah. Sistem sebar untuk pemberian pupuk dilakukan karena akar masih dangkal sehingga akar dapat langsung menyerap pupuk. Tanah yang sebelumnya memang sudah cukup subur dan dosis pupuk yang dipakai cukup banyak.

Pemberian pupuk yang dtempatkan diantara larikan/barisan kemudian pupuk ditutup dengan tanah. Pemberian pupuk lewat larikan biasanya dilakukan untuk tanaman tahunan dan ditaburkan melingkari tanaman dengan jarak 10 – 15 cm dari batang tanaman.

Cara pemberian pupuk lewat larikan dipilih karena jumlah pupuk yang diberikan relatif sedikit, jarak tanam antar tanaman relatif lebar, akar tanaman tidak berkembang dan penanaman di tegalan. Kesuburan tanah yang rendah juga dapat dipilih menggunakan cara ini agar lebih efektif.

Pemberian pupuk lewat akar dapat juga dengan cara sistem tugal atau dalam lubang. Yaitu pupuk dimasukkan pada lubang pupuk disamping batang kurang lebih 10 cm lalu lubang ditutup tanah. Seringkali cara ini digunakan pada tanaman tahunan.

PEMUPUKAN DAUN BUDIDAYA CABE RAWIT

BUDIDAYA CABE, PUPUK CABE, PEMUPUKAN CABE, CARA MENANAM CABE, LMGA AGRO
PUPUK DAUN

Pemupukan daun biasanya dilakukan dengan spraying atau disemprotkan ke daun tanaman. Dosis pupuk dilarutkan ke dalam air dengan konsentrasi sangat rendah dan disemprotkan langsung menggunakan alat hand sprayer.

Sistem spraying/semprot ini penting sekali untuk mengetahui konsentrasi larutan pupuknya. Konsentrasi pupuk harus rendah sesuai petunjuk pada kemasan pupuk. Bila menggunakan konsentrasi yang lebih rendah dari anjuran, maka frekwensi pemupukan bisa dipercepat. Yang tadinya 10 hari sekali dapat dipercepat menjadi 1 minggu sekali.

Pupuk daun disemprotkan ke bagian daun yang menghadap ke bawah. Karena daun bagian bawah terdapat stomata ( mulut daun ) sehingga pupuk dapat langsung diserap tanaman.Pupuk disemprotkan saat matahari sedang tidak terik agar pupuk tudak langsung menguap sebelum daun menyerapnya.

Penyemprotan pupuk daun juga sebaiknya jangan menjelang akan turun hujan atau di musim hujan. Karena tidak akan efektif. Pupuk daun akan habis atau hilang tersiram air hujan apalagi saat musim hujan umumnya stomata menutup. Biasakan untuk membaca petunjuk pada kemasan agar pemupukan bisa tepat dosisnya.

Pemberian pupuk daun dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pestisida atau pemberian Zat Perangsang Tumbuh ( ZPT ) seperti Atonik. Namun tidak dianjurkan pemakaian pupuk daun bersamaan dengan pestisida yang mengandung zat perekat.

Sebab pupuk akan lengket dipermukaan daun dan tidak bisa diserap oleh tanaman. Dan yang terjadi selanjutnya adalah pupuk akan menyerap air daun sehingga daun akan rusak seperti terbakar.

Pemupukan daun pada dasarnya perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :

  • Tunas baru akan muncul setelah beberapa kali penyemprotan. Bila muncul tunas, penyemprotan dihentikan. Tunas muda sangat peka terhadap pupuk terutama bila dosisnya berlebihan. Namun bila tunas baru sudah berubah menjadi ranting dan daun-daunnya cukup kuat atau tidak tumbuh daun muda lagi maka pemupukan daun boleh dilakukan lagi.

  • Pemupukan daun dihentikan saat bunga mulai mekar karena pemupukan dapat menyebabkan bunga rontok dan gugur. Bila bunga sudah menjadi bakal buah sebesar pentil, penyemprotan pupuk daun dilanjutkan terutama yang unsur Phospornya tinggi. Dengan catatan, penyemprotan tetap pada daunnya.

  • Tanaman yang baru dipindahkan ke lahan yang sesungguhnya, tidak bisa disemprot pupuk daun. Karena tanaman yang baru dipindah masih lemas dan melewati masa adaptasi tanaman. Setelah tanaman tampak mulai tegak dan segar serta pulih dari pengaruh pemindahan, pemupukan daun dapat mulai dilakukan.

PEMUPUKAN FASE VEGETATIF BUDIDAYA CABE RAWIT

Fase vegetatif budidaya cabe rawit adalah masa dimana tanaman tumbuh sejak tanam hingga mulai muncul bunga. Pada masa awal pertumbuhan tanaman cabe ini, sistem imun tanaman belum terbentuk sempurna.

Kadar hormon Auksin tanaman ( fitohormon ) masih sangat tinggi sehingga laju pertumbuhan akan sangat pesat. Pada fase vegetatif, unsur Nitrogen adalah yang paling dibutuhkan tanaman.

Sistem imun yang masih lemah di fase vegetatif tanaman cabe ini membuatnya rentan terhadap serangan penyakit. Pemberian pupuk Nitrogen selain dapat menyuburkan tanaman juga dapat menyuburkan jamur dan bakteri patogen yang merugikan budidaya cabe rawit.

Pemupukan yang tepat budidaya cabe rawit fase vegetatif menggunakan pupuk NPK. Diberikan sebanyak 10 g/liter air dan diberikan sebanyak 250 ml per batang cabe. Satu liter untuk 4 batang cabe. Pemberian pupuk dengan sistem kocor setelah umur tanaman 15 hst.

Pupuk NPK lain yang bisa diberikan adalah pupuk Phonska atau pupuk Mutiara setelah 7 hst. Pemberian sesuai petunjuk pada kemasan. Dapat juga dengan mencampurkan pupuk ZA, TSP dan KCl dengan perbandingan 1 : 1 : 1 ( sama ).

Pupuk dicampurkan dan diambil sebanyak 1 gelas ( 300 ml ) butiran NPK dicampur dalam 25 – 30 liter air. Lalu sebanyak 50 ml per satu tanaman dikocorkan di pangkal batang tanaman. Interval pemberian setiap 7 – 10 hari sekali dan dianjurkan pupuk dikocorkan setelah penyiraman tanaman.

BACA JUGA : HASIL TINGGI CABAI KERITING LAJU F1

Unsur Mikro meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit namun pemberian unsur mikro secara nyata dapat meningkatkan kesuburan tanaman dan menghasilkan buah yang lebih lebat.

Pemberian unsur mikro diberikan secara sistem kocor atau disemprot dan terdapat pada pupuk cair. Pupuk cair juga terdapat di Toko Pertanian Online LMGA Agro. Pemberian pupuk mikro dilakukan hingga tanaman memasuki fase generatif ( berbunga ).

PEMUPUKAN FASE GENERATIF BUDIDAYA CABE RAWIT

Fase generatif budidaya cabe rawit juga disebut masa berproduksinya tanaman. Fase dimulai dari sejak muncul bunga hingga tanaman cabe mati. Pemberian pupuk NPK ditingkatkan dosisnya menjadi 10 – 15 g/liter air dan jumlah yang dikocorkan sama yaitu 250 ml per batang tanaman cabe.

Setelah tanaman cabe memasuki umur 50 – 65 hst dan 115 hst, pemberian pupuk diberikan dengan cara ditabur atau dengan cara ditugal pada lubang pupuk. Pupuk yang diberikan dosisnya 1 sendok makan per batang cabe.

Prinsip pemberian pupuk di fase generatif ini bahwa dosis pupuk tidak merata namun dibuat unggul pada salah satu unsur. Unsur yang penting pada masa pembentukan bunga ini adalah unsur Phospor dan unsur Nitrogen diturunkan.

Penggunaan pupuk masih tetap pupuk NPK namun dengan ditambahkan pupuk TSP dengan perbandingan 1 : 1 ( 1 kg NPK Phonsa + 1 kg TSP ). Unsur N dan unsur K masih ada namun unsur P lebih banyak dan dominan. Bila membuat sendiri campuran pupuknya yaitu menggunakan ZA + TSP + KCl dengan perbandingan 1 : 3 : 1.

Pupuk diberikan denagn sistem kocor sehingga larutannya sama dengan cara pemberian di fase vegetatif yaitu 1 gelas, 300 ml butiran pupuk larutkan dalam 25 – 30 liter air. Dikocorkan sebanyak 50 cc per tanaman dengan jarak 10 cm di dekat pangkal tanaman. Interval pemberian setiap 7 – 10 hari sekali. Pemberian unsur mikro tetap diberikan dengan cara disemprot atau dikocorkan.

BACA JUGA : BUDIDAYA CABE RAWIT SOLUSI CARA MEMANFAATKAN PEKARANGAN 

FASE PENGISIAN BUAH BUDIDAYA CABE RAWIT

Setelah melewati masa pembungaan, fase tanaman selanjutnya adalah fase pengisian buah dimana pemberian dosis pupuk tidak sama dengan masa pembungaan dan harus diatur ulang komposisinya.

Unsur Kalium lebih berperan penting disamping unsur P. Sehingga untuk tipe tanaman seperti tanaman cabe dimana panen berlangsung berkali- kali maka unsur K dan P sama-sama ditambahkan dosisnya.

Unsur Nitrogen diturunkan dosisnya atau tidak ditambah, namun unsur K dan P yang ditambah. Pupuk yang dicampurkan adalah pupuk NPK, TSP dan KCl dengan perbnadingan 1 : 2 : 3 sehingga akan berimbang terbentuknya bunga baru dengan aliran unsur hara ke pembentukan buah hingga matang.

Komposisi larutan juga sama yaitu butiran pupuk sebanyak 1 gelas ( 300 cc ) dilarutkan dalam 30 liter air. Larutan pupuk dikocorkan sebanyak 50 cc ke lubang pupuk yang berjarak 10 – 15 cm dari pangkal tanaman. Interval pemberian 10 hari sekali dan tetap pemberian pupuk mikro pada daun dengan cara disemprotkan.

PEMBIBITAN BENIH BUDIDAYA CABE RAWIT

BUDIDAYA CABE, CARA MENANAM CABE, TANAMAN CABE, LMGA AGRO
PEMBIBITAN CABE RAWIT

Budidaya cabe rawit harus melewati proses pembibitan lebih dahulu untuk perlakuan benihnya. Pembibitan dimaksudkan untuk menyeleksi pertumbuhan benih, untuk memisahkan bibit cabe yang tumbuh kerdil, cacat atau menjadi layu karena penyakit.

Pembibitan adalah untuk menunggu kesiapan benih menjadi bibit hingga cukup umur, kuat dan kokoh serta mampu hidup di media yang lebih luas dan kompleks.

Pembibitan atau penyemaian benih budidaya cabe rawit menggunakan polybag berukuran kecil ( 8 x 9 cm ). Dapat juga mengguankan wadah daun pisang, tray semai ( baki semai ) atau di petakan tanah bedeng. Pemilihan cara pembibitan biasanya disesuaikan dengan biaya dan faktor teknis budidaya cabe rawit. Juga tergantung dari kemampuan petani cabe itu sendiri.

Pembibitan benih yang dibuat di petakan bedeng merupakan cara yang paling ekonomis dari segi biaya dan tenaga. caranya hanya dengan membuat petakan dengan ukuran secukupnya. Lalu campur bahan kompos dan tanah dan diaduk hingga tercampur merata. Butiran tanah semai dibuat sehalus mungkin agar akar bibit dapat bergerak menyerap unsur hara dalam tanah dengan mudah.

Tebal tanah di petakan semai adalah 5 – 10 cm dan di permukaannya dibuat larikan dan jarak antar larikan 10 cm. benih diletakakan pada larikan dengan rapi berjarak 7,5 cm lalu ditutup dengan tanah secukupnya.

Siram petakan dengan air hingga cukup basah. Lalu tutup petakan semai dengan karung goni basah dan penyiraman dilakukan diatas karung goni. Setelah hari ke-4, benih akan berkecambah dan karung goni bisa dibuka.

BACA JUGA : CARA MENANAM CABE DI MUSIM HUJAN BEBAS PATEK

Agar bibit aman dari serangan serangga terutama hama pemakan daun juga penyebab penyakit maka dipasang naungan yang terbuat dari plastik transparan atau jaring. Naungan ini dibuat yang dapat dibuka tutup pada waktu tertentu untuk memudahkan perawatan.

PENGOLAHAN LAHAN BUDIDAYA CABE RAWIT

Pengolahan lahan persiapan budidaya cabe rawit diawali dengan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya. Sisa-sisa tanaman yang berada di atas permukaan tanah dan yang berada dalam tanah dibersihkan sampai bersih. Termasuk akar dan tunggul kayu yang sudah lapuk disingkirkan dari lahan, semua dikumpulkan lalu dibakar.

Setelah dibersihkan, persiapan lahan dilanjutkan dengan langkah pembajakan lahan. Pembajakan lahan ini dimaksudkan untuk menggemburkan tanah.  Pembajakan tanah dengan cara manual menggunakan cangkul atau mesin bajak.

Penggemburan tanah dianjurkan dilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman bibit. Hal tersebut dengan maksud untuk memberi kesempatan tanah terjemur oleh sinar matahari. Penjemuran ini dapat mematikan bibit-bibit penyakit yang ada di dalam tanah, seperti jamur dan bakteri.

Setelah penggemburan selesai, selanjutnya adalah pengecekan derajat keasaman tanah ( pH ) apakah sudah ideal bagi tanaman cabe atau belum.Jika masih dibawah angka 5,5 maka perlu ditaburkan kapur Dolomit. Pemberian kapur Dolomit hingga pH tanah normal dan ideal untuk budidaya cabe rawit. pH tanah yang asam dapat mendatangkan jamur dan bakteri.

BACA JUGA : CARA MENANAM CABE BHASKARA F1 HASIL PANEN 15 TON

Setelah tahap pengapuran, maka selanjutnya adalah membuat bedengan. Pembuatan bedengan dimaksudkan untuk menghindari genangan air hujan yang dapat menyebabkan tanah menjadi becek dan lembab.

Tanah yang terlalu lembab disukai oleh jamur dan bakteri untuk berkembang biak dengan subur. Tinggi bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan dan musim. Jika dimusim hujan, bedengan dibuat cukup tinggi.

PENANAMAN BIBIT KE LAHAN BUDIDAYA CABE RAWIT

Penanaman bibit cabe rawit setelah bibit berumur 4 minggu setelah tanam. Pemindahan bibit ke lahan dilakukan dengan hati-hati dan akar tanaman jangan sampai terluka dan media pecah/rusak. Perakaran bibit yang terluka menyebabkan datangnya jamur/bakteri pembawa penyakit.

Pemindahan bibit dilakukan serempak dan selesai dalam satu hari. Ditanam pada lubang tanam yang dibuat satu hari sebelum penanaman bibit pada bedengan. Lubang tanam dibuat dengan sistem zig-zag dengan jarak 60 – 70 cm.

Pengamatan terhadap bibit yang baru ditanam dilakukan 7 – 10 hari kedepan. Pengamatan dilakukan apakah ada bibit yang layu atau tumbuh abnormal, jika ada segera ganti dengan bibit yang baru dan masih segar.

BACA JUGA : BUDIDAYA CABAI RED KRISS BISA PETIK 35 KALI

Setelah penanaman bibit, siram bibit dengan air yang bersih, bukan air yang telah tercemar, hingga cukup lembab. Kelembaban harus selalu dijaga, jangan sampai tanah tampak kering sehingga tanaman akan menjadi layu dan mati.

PENYIRAMAN YANG BAIK BUDIDAYA CABE RAWIT

Penyiraman atau pengairan pada budidaya cabe rawit juga tidak boleh dilakukan sembarangan karena bila tidak tepat maka tanaman kita akan mati atau rusak. Sebelum kita melakukan pengairan, pastikan dulu jenis air yang akan kita gunakan untuk budidaya cabe rawit kita.

Tidak semua jenis air baik untuk digunakan dalam budidaya cabe rawit. Syarat air yang baik untuk menyiram tanaman adalah air yang benar-benar bersih dan bukan air yang tercemar atau air limbah.

Lebih baik bila menggunakan air sumur yang kita gali sendiri karena air sumur tidak mudah tercemar. Bila terpaksa menggunakan air sungai, pastikan bahwa air tidak tercemar limbah, terhindar dari polusi dan tidak bersifat racun.

Bila sudah mendapatkan air yang tepat untuk penyiraman, maka tinggal melaksanakan proses penyiraman yang tepat. Penyiraman sebaiknya dilakukan 2 kali sehari terutama pada musim kemarau yaitu pada pagi dan sore hari.

Jika umur tanaman masih muda, penyiraman dilakukan pada bagian batang tanaman bagian bawah. Bila langsung dikucurkan dari atas tanaman, dapat merobohkan tanaman karena tidak kuat menahan derasnya kucuran air.

Penyiraman tanaman disesuaikan dengan umur tanaman, jika tanaman masih muda maka dosis air yang diberikan tidak terlalu banyak. Untuk tanaman yang sudah cukup umur dan sudah tegak, cara dan dosisnya berbeda dengan tanaman yang masih muda.

LANJARAN/AJIR PADA BUDIDAYA CABE RAWIT

Lanjaran atau ajir budidaya cabe rawit adalah merupakan alat penegak yang terbuat dari batang bambu dan berfungsi sebagai penyangga batang, tempat bersandar pohon atau untuk merambatnya tanaman perdu atau tanaman sejenis. Ajir biasanya dipasang setelah membuat bedengan atau selesai pengolahan lahan.

Ajir dapat berfungsi sebagai penanda batas petak atau baris tanaman. Pemasangan ajir juga dapat dipasang sesudah penanaman bibit dan bibit sudah mengeluarkan sulur-sulurnya dengan tinggi sekitar 50 cm. Manfaat AJIR bagi tanaman adalah sebagai berikut :

  • Ajir sebagai penopang tanaman supaya tidak mudah rebah/roboh. Untuk tanaman yang masih muda, tiang ajir penting untuk melatih tanaman tetap kokoh dan berada pada posisi yang ditentukan.

  • Ajir dapat menopang tanaman agar tidak mudah rusak dan terkoyak akibat curah hujan tinggi, tiupan angin, karena bersenggolan dengan serangga atau karena aktivitas fisik lainnya.

  • Ajir menyebabkan tanaman tumbuh ke arah langit/sejajar tumbuh ke arah atas dan mencegah tanaman tidak tumbuh bengkok ke arah samping kanan atau samping kiri.

  • Ajir dapat memperbaiki fungsi tumbuhnya tanaman tumbuh maksimal.

  • Ajir dapat mengoptimalkan aliran nutrisi dari akar menuju organ tumbuh tanaman.

  • Ajir dapat meningkatkan proses fotosintesis karena tanaman dapat berdiri tegak sehingga pentrasi sinar matahari optimal. 

Batang bambu yang digunakan untuk ajir dibelah empat, kemudian dibersihkan dan dihaluskan agar tidak melukai tanaman cabe. Untuk tanaman cabe hibrida, biasanya tinggi ajir sekitar 125 cm dan yang dimasukkan tanah sepanjang 25 cm.

Ajir budidaya cabe rawit  dipasang tegak disetiap tanaman dengan berjarak sekitar 10 cm dari batang tanaman. Agar ajir-ajir yang dipasangkan tidak mudah roboh bila ditiup angin atau bila hujan maka semua ajir di dalam bedengan dihubungkan dengan bambu panjang dan diikat tali. Tali yang digunakan sebaiknya tali yang halus seperti tali salaran yang dapat dibeli di Toko pertanian Online LMGA AGRO.

BACA JUGA : JUAL BENIH CABE HIBRIDA TM THUNDER 99

Pemasangan ajir budidaya cabe rawit dilakukan 2 – 3 hari sesudah penanaman bibit. Pemasangan ajir dipasang secepatnya dengan tujuan menghindari kerusakan akar akibat ajir yang ditancapkan mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang terluka dapat menyebabkan datangnya jamur. Ajir yang ditancapkan dari batang jaraknya adalah 4 cm.

PENYIANGAN DAN PENDANGIRAN BUDIDAYA CABE RAWIT

Lahan budidaya cabe rawit sangat rentan ditumbuhi berbagai jenis gulma. Pertumbuhan gulma yang subur di sekitar tanaman dapat menyebabkan terjadinya perebutan nutrisi antara tanaman utama ( tanaman cabe ) dengan gulmanya. Akibatnya nutrisi penting yang dapat diserap tanaman cabe menjadi berkurang karena diserap gulma.

Di lahan terbuka ( bukan di pot/polybag ) proses penyiangan dilakukan bersamaan dengan pendangiran. Pendangiran dilakukan dengan cara mencangkul kecil-kecil di sekitar pangkal batang, kemudian tanah cangkulan dibuat guludan melingkar pada tanaman cabe.

Tujuan pendangiran  budidaya cabe rawit agar tanah di sekitar tanaman menjadi lebih gembur sehingga memudahkan akar dan bulu-bulu akar menyerap unsur hara dan menyalurkannya ke bagian tanaman bagian atas. Pendangiran dilakukan 2 bulan sejak awal tanam dan dilakukan setiap 1 bulan sekali.

Tindakan pendangiran sekaligus dapat melakukan penyiangan dengan mencabut rumput-rumput liar yang tumbuh. Kedua cara ini juga diyakini dapat merangsang buah tumbuh lebat dan tanaman subur.

Untuk bedengan yang bermulsa, pendangiran budidaya cabe rawit tidak perlu dilakukan hanya perlu untuk melakukan pengamatan secara rutin. Selalu menjaga kelembaban tanah, bila tanah tampak kering lakukan penyiraman. Penyiangan dilakukan pada pinggir bedengan dan apabila tumbuh rumput liar.

PEMANGKASAN TUNAS BUDIDAYA CABE RAWIT

Pemangkasan atau disebut pruning budidaya cabe rawit tidak dilakukan pada daunnya saja tetapi buah cabe. Setelah tanaman cabe memasuki umur 1 bulan setelah tanaman, dilakukan pemangkasan pucuk tanaman. Bertujuan mendapatkan buah yang lebat sehingga perlu cabang yang banyak pula.

Untuk mendapatkan cabang yang banyak, budidaya cabe rawit melakukan pemangkasan pucuk tanaman. Pemangkasan saat tanaman berumur 1 bulan dan tanaman memiliki 8 – 10 helai daun. Pemangkasan menggunakan gunting khusus pemangkasan bila ada atau dengan gunting yang tajam.

Biasanya 2 minggu setelah pemangkasan, bakal cabang akan tumbuh menjadi cabang di setiap ketiak daun tanaman cabe.

Saat tanaman berumur 5 – 6 minggu atau saat tanaman mulai membentuk buah, buah-buah yang ada di bagian ujung tanaman sebaiknya dipangkas. Hal ini dikarenakan aliran unsur hara akan mengarah ke pembentukan buah yang tumbuh di ujung, dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan tidak membentuk cabang dan daun baru.

Pemangkasan budidaya cabe rawit  dilakukan untuk cabang yang tidak produktif. Pemangkasan dilakukan untuk tanaman yang sedang tumbuh produktif dan rutin berbuah, yaitu sekitar berumur 8 minggu setelah tanam. Cabang-cabang tunas yang tidak ada bunga dan buahnya sebaiknya dipangkas.

BACA JUGA : JUAL BENIH CABE KERITING YOSI HIBRIDA F1

Pemangkasan budidaya cabe rawit terhadap cabang-cabang tunas dibawah cabang Y. Tujuan pemangkasan ini agar tanaman fokus membentuk buah dan tidak mebentuk cabang-cabang tunas. Dianjurkan untuk menyemprotkan fungisida atau bakterisida setiap selesai pemangkasan.

JENIS-JENIS HAMA BUDIDAYA CABE RAWIT

  1. Ulat grayak, Spodoptera litura, berwarna hijau, ukurannya kecil dan jumlah banyak. Menyerang daun, tunas dan batang muda. Gejala daun berlubang, merusak tunas muda, tanaman menjadi gundul dan menyisakan tukang-tulang daun. Pengendalian semprot dengan Curacron, Regent, Prevathon atau Matador.

  2. Thrips, gejala daun keriting dan menggulung ke atas. Ukuran kecil dan menghisap cairan pada daun. Serangan parah terjadi pada musim kemarau. Pengendalian semprotkan insektisida Agrimec, Demolish, Pegasus.

  3. Tungau menyebabkan daun keriting dan menggulung ke bawah, bagian daun yang terserang berwarna kecoklatan hingga daun menjadi rontok. Pengendalian dengan semprotkan racun tungau ( akarisida ) yaitu Agrimec, Demolish, Pegasus, Bamex.

  4. Kutu daun menyebabkan daun keriting, pertumbuhan terhambat, menyerang batang muda, daun dan tunas muda. Kutu menghisap cairan daun sehingga daun kering dan keriting. Pengendalian menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, fipronil atau diafenthiuron.

  5. Lalat buah menyerang buah cabe, menyuntikkan telur lalat, lalu telur menetas dan menjadi larva. Larva ini akan menggerogoti cabe bagian dalam, buah menjadi rontok dan busuk basah. Pengendalian memasang perangkap lalat dan disemprotkan insektisida Curacron, Regent.

  6. Ulat tanah berwarna coklat/hijau, ukuran besar, menyerang seluruh bagian tanaman, buah, batang dan daun. Aktif pada malam hari karena siang hari bersembunyi. Pengendalian dengan menjaga kebersihan kebun, disemprotkan Curacron, Matador atau Prevaton.

JENIS-JENIS PENYAKIT BUDIDAYA CABE RAWIT

  1. Bercak daun berupa bercak hitam dan bulat pada daun, daun menguning dan rontok. Penyebabnya adalah jamur Cercospora capsici. Pencegahan jarak tanam tidak rapat dan jaga kelembaban. Semprotkan fungisida Antracol.

  2. Antraknosa/Patek, gejala layu kecambah, mati pucuk dan busuk kering pada batang dan daun. Penyebabnya jamur Collelotrichum sp. Pengendalian disemprot fungisida.

  3. Layu fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Gejala tanaman yang segar pada pagi dan sore dan layu di siang hari. Dan akhirnya tanaman mati.

  4. Busuk batang dan Kuncup disebabkan oleh jamur, menyerang di musim hujan dan kelembaban tinggi. Serangan dapat diminimalisir dengan mengurangi pupuk Nitrogen, jarak tanam tidak rapat, menggunakan mulsa dan membuang tanaman yang terserang.

  5. Layu Bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Menyerang jaringan batang. Cegah dengan pemberian bakterisida Agrimicyn, Agrept atau Bactomicyn.

  6. Busuk Buah disebabkan lalat buah ( busuk basah) dan oleh jamur ( busuk kering ). Penyemprotan fungisida Antracol, Dithane atau Cozeb.

  7. Virus Kuning/Keriting Bule, gejala daun dan batang menguning dan mengeriting. Penyebab adalah virus yang ditularkan oleh kutu kebun dan kutu daun.

  8. Mosaik, disebabkan oleh Cucumber Mosaic Virus ( CMV ). Gejala warna daun belang kekuningan, tumbuh kerdil dan tulang daun menguning. Penyebaran penyakit dibantu serangga. Penyemprotan insektisida.

PEMANENAN BUDIDAYA CABE RAWIT

BUDIDAYA CABE, CARA MENANAM CABE, CABE RAWIT,
PANEN CABE RAWIT

Panen tanaman cabe dilakukan pada usia 80 -90 hst dan dilakukan dengan 2 jenis cabe yaitu cabe rawit hijau dan cabe rawit merah. Pemanenan budidaya cabe rawit menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Bila di daerah Sumatra, masyarakat lebih menyukai cabe rawit hijau dibandingkan cabe rawit merah. Sementara di Jawa, menyukai kedua jenis baik yang hijau maupun yang merah.

Pemanenan budidaya cabe rawit dilakukan pagi hari setelah embun mengering. Pemanenan dilakukan 1 minggu sekali. Budidaya cabe rawit yang baik dan benar, tanaman cabe rawit hibrida sanggup berproduksi sampai 8 bahkan 12 bulan. Hal ini berbeda dengan cabe rawit lokal hingga 2 – 3 tahun.

BACA JUGA : SANTA 32 JUAL BENIH DAN CARA MENANAM CABE

Demikian artikel tentang Budidaya Cabe Rawit dan Cara Pemupukan yang tepat. Jual benih di Toko pertanian Online LMGA Agro, hubungi P. Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ).

Kami siap membantu Anda konsultasi dalam Budidaya Cabe Rawit dan mengirim pesanan Anda segala kebutuhan pertanian Anda baik benih sayur dan buah serta alat-alat pertanian. Pengiriman bersama jasa ekspedisi terpercaya JNE, POS, TIKI, KI8 dan lain-lain.

Iklan