MENANAM CABE DI MUSIM HUJAN DAN KIAT UNTUK PANEN SUKSES


menanam cabe-cabe keriting merahMenanam Cabe Di Musim Hujan Dan Kiat Untuk Panen Sukses. Telepon 082141747141; SMS/WA : 08125222117, Silahkan hubungi LMGA AGRO kontak person bapak Budi . Apabila berminat untuk mendapatkan benih cabe untuk menanam cabe di musim hujan lengkap, asli dan harga terjangkau.

Produk benih berkualitas dari Perusahaan Benih Nasional yang terpercaya saat ini seperti PT. East West Seed Indonesia ( EWINDO ) dengan merek dagang CAP PANAH MERAH dan PT. BISI International Tbk dengan merek dagang CAP KAPAL TERBANG, dan lain sebagainya.

Toko Pertanian Online LMGA AGRO jual benih tanaman hortikultura, bermacam pestisida, pupuk dan sarana pertanian lainnya. Kami melayani pengiriman produk pemesanan seluruh wilayah Indonesia. Juga melayani konsultasi gratis seputar pertanian terutama tentang Cara menamam cabe serta tanaman Hortikultura tang lain.

MENANAM CABE DI MUSIM HUJAN

Menanam cabe di awal musim hujan membutuhkan teknik dan kiat tersendiri untuk mendapatkan hasil yang optimal. Sudah menjadi harapan petani cabe dan penggemar budidaya cabe dimanapun berada untuk bisa panen cabe dengan hasil tinggi. Dan tentunya bukan masalah yang mudah untuk mencapai prestasi tersebut.

Menanam cabe dengan waktu tanam pada musim hujan dalam pertanian cabe, memiliki tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Perlu diperhatikan mulai dari struktur lahan budidaya tanaman cabe, bibit cabe yang akan digunakan, cara menanam cabe yang lebih khusus hingga munculnya hama dan penyakit tanaman cabe.

Sebelum lebih lanjut membahas mengenai menanam cabe di musim penghujan, alangkah baiknya sedikit mengulas ulang mengenai pengertian cabe. Cabe atau cabai merupakan jenis tanaman sayur yang diambil buahnya untuk dikonsumsi langsung atau diolah terlebih dahulu. Bisa dijadikan bumbu penguat rasa ataupun bahan masakan sayur cabe.

Cabai (Capsicum annum L) atau juga sering disebut Lombok, masih termasuk suku terong-terongan yang berasal dari wilayah benua Amerika. Sekarang pertumbuhannya sudah menyebar merata hampir diseluruh dunia. Tanaman cabe bisa beradaptasi pada suhu, lingkungan dan musim yang berbeda, baik pada dataran rendah hingga tinggi.

Tentunya dengan menyesuaikan dengan jenis cabe dan daya tumbuh varietas benih cabe yang ada. Dewasa ini sudah banyak perusahaan benih memproduksi varietas benih hibrida untuk semua jenis cabe yang dibudidayakan. Bibit cabe unggul dihadirkan untuk mempermudah pengembangan diberbagai macam medan budidaya.

BENIH CABE PILIHAN UNTUK MENANAM CABE DI MUSIM HUJAN

Jenis cabe yang ada dan biasa digunakan untuk menanam cabe antara lainnya cabe rawit, cabe merah meliputi cabe keriting atau cabe merah keriting, cabe besar atau cabe merah besar. Ada juga jenis cabe besar tergolong kurang pedas dan untuk cabe hias seperti paprika. Berikut ini sedikit referensi mengenai jenis benih cabe berkualitas yang bisa digunakan.

  • Benih Cabe Rawit : Pelita 8 F1,Dewata 43 F1,Bhaskara F1 dan beberapa benih cabe rawit unggul lainnya.
  • Benih Cabe Keriting : Lado F1,PM 999 F1,TM Thunder F1,Kiyo F1,Rimbun 3 F1,Imperial F1,Inko 99 F1,OR Twist 42 F1,Red Kriss F1,Verry Well F1,Hai-Lux F1.
  • Benih Cabe Besar : Gada F1,Imola F1,Napoli F1,Santa 32 F1,Elegance F1,OR Beautiful F1.

Untuk informasi lebih banyak mengenai macam produk bibit cabe hibrida yang dijual di Toko Online LMGA AGRO, bisa hubungi kami di Telepon No: 082141747141, SMS/WA No: 08125222117. Juga bisa mengunjungi alamat website kami lainnya di : www.lmgaagro.web.id, www.lmgaagro.wordpress.com.

CARA MENANAM CABE DAN TIPS SUKSES MENANAM CABE DI MUSIM HUJAN

menanam cabe.5-produk benih cabe LMGA AGROPada kesempatan ini kita akan mengulas mengenai cara menanam cabe pada budidaya cabe di lahan pertanian cabe pada saat musim hujan. Tentunya  cara menanam cabe dari biji benih cabe pilihan memerlukan perlakuan tersendiri agar bibit cabai dapat tumbuh sempurna. Perlu dilakukan cara persemaian benih cabai yang efektif dan efisien.

Seperti halnya budidaya tanaman hortikultura lainnya, perlu adanya perencanaan anggaran untuk proses budidaya disesuaikan lahan pertaniannya. Mengingat menanam cabe di musim hujan sebenarnya diluar musim yang disarankan (off season). Tanaman cabe, buah cabe akan memerlukan perlakuan budidaya yang ekstra.

Melihat tanaman cabe yang peka terhadap kebutuhan akan air dan kelembapan lingkungan, perlu adanya trik tersendiri. Tindakan untuk mengantisipasi resiko munculnya hama dan penyakit berlebih karena musim hujan dapat ditekan. Selebihnya bisa dihindarkan sehingga tidak sampai terjangkit, meskipun itu prosentasenya kecil.

Hal ini berlaku pada semua kondisi lahan tanam, selama proses tanam dilakukan pada musim hujan karena untuk mencukupi kebutuhan. Seperti halnya cara menanam cabe di rumah, cara menanam cabe di kebun, tetap memerlukan perlakuan untuk meminimalisir resiko. Baik menanam cabe rawit dari biji, cara menanam cabe merah keriting ataupun jenis cabe lainnya.

Bagi para petani yang menggarap sawahnya, cara menanam cabe di sawah pun juga harus lebih ekstra perlakuannya. Dibutuhkan penanganan dan perawatan ekstra selama proses budidaya. Semuanya ini karena cenderung dipengaruhi faktor musim tanam yang dipilih yaitu menanam cabe di musim hujan.

1. Penentuan Lahan Budidaya Untuk Menanam Cabe.
  • Pastikan lahan mempunyai sumber pengairan tersendiri untuk mencukupi kebutuhan air di lahan budidaya. Bisa dekat sumber mata air, atau punya sumur air sendiri yang ketersediaan airnya mampu mengairi seluruh lahan selama budidaya hingga panen. Hal ini penting apalagi bila musim kemarau.
  • Mencari tahu mengenai sejarah lahan tanam sebelumnya apakah sudah pernah ditanami tanaman cabe atau tanaman satu famili dengan cabai. Seperti timun, terong, tomat, semangka, melon dan lainnya. Sejarah lokasi sangat mempengaruhi tanaman cabe, baik penyakit maupun produksi nantinya. Sehingga bisa antisipasi lebih awal pada saat pengolahan lahan.
  • Langkah-langkah pencegahan dan antisipasi harus dilakukan terlebih dahulu. Dengan memberikan tambahan nutrisi pupuk pada tanah dan obat penyakit apabila memang budidaya sebelumnya terserang penyakit. Seperti layu bakteri dan jamur.
2. Lakukan Pengolahan Lahan Budidaya Untuk Menanam Cabe.
  • Pastikan mengenai kadar keasaman dan basa tanah, ukur menggunakan pH meter untuk memastikan kondisi keasaman tanah berada pada pH 6-7. Berikan dolomit atau kapur tanah campurkan secara merata pada lahan budidaya apabila pH tanah masih kurang dibawah 6. Pastikan kadar tidak berlebihan.
  • Lakukan pengolahaan lahan tanam terlebih dahulu dengan menggunakan alat pertanian seperti traktor, alat bajak atau konvensional dengan cangkul. Agar supaya bagian dalam tanah lahan budidaya sedalam 30cm bisa terangkat ke permukaan secara merata. Sehingga bisa tercampur merata pupuk organik dengan tanah.
  • Setelah terbalik maka tanah di hancurkan dan perhalus dengan menggunakan rotari. Kemudian buat bedengan dengan lebar lebar 120cm dan panjang 15meter, panjang bisa menyesuaikan luas lahan. Setelah itu tanah dibiarkan dan dijemur selama 10hari.
3. Pemberian Pupuk Dasar Pada Lahan Budidaya Untuk Menanam Cabe.
  • Tambahkan nutrisi berupa pupuk organik dan mungkin tambahan pupuk anorganik untuk menambah nutrisi tanah. Secara umum budidaya cabai menghendaki media yang gembur, porus, kaya bahan organik serta kecukupan nutrisi makro dan mikronya. Sesuaikan dengan riwayat lahan tanam.
  • Berikan pupuk dasar pada lahan budidaya yang sudah digemburkan. dalam luasan 1 Ha lahan (Populasi 17.000 tanaman) adalah sebagai berikut. Za=200Kg, TSP=300Kg, KCL=250Kg, Dolomit (Kapur pertanian) = 2 Ton, Pupuk kandang fermentasi = 3 Ton.
  • Semua pupuk dasar tersebut diatas dicampur kemudian dibagi secara merata diseluruh bedengan cabe. Pembagian harus rata di kedalaman 15cm (kedalam akar cabai) sehingga cabai akan kecukupan sumber nutrisi tanaman selama pertumbuhan tanaman.
BACA JUGA : PENGOLAHAN TANAH PADA LAHAN BUDIDAYA PERTANIAN
4. Atur Parit Untuk Saluran Irigasi Dan Pembuangan Air Pada Lahan Budidaya Untuk Menanam Cabe.
  • Buat parit-parit saluran pembuangan air yang berlebih akibat hujan, yang bisa menyebabkan banjir dan genangan di lahan budidaya. Pastikan saluran irigasi, dan pembuangan air lancar dan tidak tersumbat.
  • Apabila musim hujan, atur bentuk bedengan pada lahan tanam sebisa mungkin tidak menampung genangan air akibat curah hujan tinggi. Pastikan air mengalir ke parit-parit dengan lancar. Bedengan mungkin dibuat agak mengerucut dengan posisi tinggi di lubang tanam.
  • Pada musim hujan untuk lahan datar, buat parit agak dalam dengan saluran yang lancar membuang limpahan air hujan keluar area lahan tanam. Bisa juga permukaan lahan budidaya dibuat sedikit miring ke arah pembuangan air yang paling utama.
  • Begitu juga pada lahan sedikit berbukit, atur sedemikian rupa kemiringan tanah yang memudahkan air berlebih pada bedengan dan parit untuk mengalir dan tidak tergenang. Hal ini mengkondisikan bahwa lahan nantinya tidak banjir, dan air menggenang apabila hujan terus menerus.
  • Dampak yang ditimbulkan dari genangan air berlebih adalah munculnya jamur dan bakteri penyebab penyakit tanaman cabe. Seperti munculnya cacar buah dan sebagainya. Selain itu dengan mengatur kemiringan menyebabkan sirkulasi udara menjadi lancar dan matahari bisa masuk secara cukup dan lama.
5. Pasang Mulsa Plastik Dan Ajir Serta Buat Lubang Tanam Dan Lubang Pupuk Pada Bedengan.
  • Selanjutnya pasang mulsa plastik pada bedengan. Lakukan pemasangan pada siang hari, kondisi terik. Dibentangkan kuat dan tidak kendor dan pasak pada sisi-sisinya. Setelah mulsa terpasang secara benar maka langkah selanjutnya adalah membuat lubang tanam, lubang pupuk serta menancapkan lanjaran (Bambu ajir).
  • Pasang bambu penyangga. Bambu yang digunakan mempunyai panjang 2meter. Tancapkan sedalam 25cm pada bedengan yang sudah ada mulsanya. Untuk pengaturan pemasangan bisa konsultasi by phone ke LMGA AGRO.
  • Lanjaran bambu/ajir berfungsi untuk menyangga tanaman cabe. Pemasangan bambu penyangga harus dilakukan sebelum pindah tanam sehingga tidak menggangu perakaran pada tanaman cabai. Selain itu untuk mencegah mulsa plastik robek terbawa angin serta terhindar dari pencurian.
  • Kita harus ukur dahulu jarak tanam cabe. Lubang tanam yang ideal adalah menggunakan alat pelubang dengan diameter 4inchi. Sedangkan untuk lubang pupuk idealnya menggunakan alat pelubang dengan ukuran 2inchi.
  • Idealnya jarak penanaman pada cara menanam cabe yang benar, untuk  musim penghujan adalah 70cm x 70cm. Jarak lubang pemupukan adalah 15cm dari lubang tanam. Pembuatan lubang tanam dan lubang pupuk dengan menggunakan pelubang/alat tugal. Alat Pelubang Mulsa bisa dibeli di toko pertanian LMGA AGRO.
6. Lakukan Penanaman Bibit Cabe Dari Persemaian Ke Lahan Budidaya Untuk Menanam Cabe.
  • Lakukan persemaian bibit cabe sesuai aturan panduan cara menanam cabe yang baik dan benar. ( Bisa melihat di artikel LMGA AGRO lainnya yang khusus membahas mengenai cara menanam cabe yang baik dan benar. )
  • Pindahkan bibit cabe yang sudah muncul tunas daun sebanyak 5 helai daun ke lubang tanam pada bedengan tempat budidaya cabe. Lakukan pemindahan dari tempat persemaiantanam pada pagi hari atau sore hari usahakan tidak pada saat hujan deras.
  • Pastikan bibit tanaman cabe yang dipilih dalam kondisi sehat dan segar tanamannya. Tentunya bibit cabe yang tumbuh dan akan ditanam merupakan hasil semai benih cabe pilihan. Tanaman cabe yang dihasilkan benar-benar yang tahan dan kuat tanam di musim hujan.
  • Penyiraman tanaman cabe disesuaikan dengan kebutuhan. Pada musim hujan suply air sudah cukup banyak,sehingga penyiraman dilakukan pada saat hujan tidak turun. Untuk menghindari kelebihan pasokan air pada tanaman cabe.
7. Lakukan Pemeliharaan Dan Pemeriksaan Tanaman Cabe Secara Rutin Dan Benar.
menanam cabe.2-Cabe Besar
Menanam Cabe Besar
  • Lakukan pemeriksaan per tanaman secara rutin, untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan. Apabila ditemukan ada tanaman yang rusak atau mati, segera lakukan penyulaman tanaman cabe. Ganti dengan bibit cabe yang masih segar dan sehat dari persemaian.
  • Penyulaman bisa dilakukan pada tanaman cabe yang sudah berumur 15hari setelah pindah tanam. Penyulaman dilakukan pada saat pagi atau sore hari. Penggantian bertujuan agar tanaman tetap seragam sehingga mudah dalam kontrol dan perawatan tanaman.
  • Lakukan pewiwilan untuk menghilangkan tunas air yang tumbuh dibawah cabang Y. Pewiwilan tunas air dibawah cabang Y harus dilakukan sedini mungkin sehingga  akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tananam.
  • Pewiwilan tunas air pada cara menanam cabe dilakukan mulai tanaman cabe berumur 10hari sampai 30hari. Selain pewiwilan tunas air toko pertanian LMGA AGRO juga selalu menganjurkan untuk melakukan pewiwilan terhadap 3 buah pertama saat budidaya cabe.
  • Dengan pengairan yang cukup tanaman bisa tumbuh optimal dan terhindar dari stres. Lakukan pengairan pada pagi sebelum jam 9.00 dan sore setelah jam 15.00 dengan interval 5hari sekali.  Sesuaikan dengan curah hujan yang turun.
  • Pengairan pada cara menanam cabe yang baik dilakukan dengan sistem menggenang selama 30menit. Atau bisa dilakukan dengan instalasi plastik infus untuk saluran air. Jangan lakukan penyiraman pada siang hari, dapat mengakibatkan tanaman mati.
  • Lakukan penyiangan secara berkala untuk menghindarkan tanaman cabe dari tanaman vektor penyakit seperti gulma. Bisa dilakukan secara manual dengan alat seperti sabit, juga bisa menggunakan pestisida herbisida khusus gulma dan tanaman OPT.
  • Kemudian lakukan pengikatan pada tanaman cabe yang sudah mulai berbunga pada lanjaran agar tidak bayak bergerak. Selain itu juga menghindarkan batang tanaman cabe mudah patah akibat hujan. Pengikatan bisa menggunakan tali salaran.
  • Pengikatan harus dilakukan sejak tanaman berumur 2minggu dengan menggunakan tali salaran. Tali salaran sangat efektif, murah serta kuat walaupun terkena panas dan hujan. Tali salaran bisa dibeli di toko pertanian on line LMGA AGRO.
BACA JUGA : MEMBUAT PUPUK KOMPOS DARI KOTORAN SAPI YANG BAIK DAN BENAR
8. Lakukan Pemupukan Susulan Dengan Teratur Sesuai Panduan Cara Menanam Cabe Yang Benar.
  • Pemupukan di lakukan dengan melarutkan pupuk ke dalam Drum volume 200 liter air. Dimana setiap batang tanaman cabai diberi pupuk 1 gelas Aqua (200 Ml) di lubang pupuk (Jarak 20cm dari lubang tanam).
  • Cara pemupukan cabe dosis pertama (10 HST) lakukan pengocoran pupuk dosis sebagai berikut. NPK16 : KNO3 Merah : Calsium CNG : Magnesium Sulfat dan Pupuk Cair Fermentasi dengan perbandingan 1,5Kg : 500Gr : 200Gr : 100Gr : 3 Liter dalam 1 Drum.
  • Cara pemupukan cabe dosis kedua (20 HST) lakukan pengocoran pupuk dosis sebagai berikut. NPK16 : KNO3 Merah : MKP : Magnesium Sulfat dan Pupuk Cair Fermentasi dengan perbandingan 3Kg : 1Kg : 500Gr : 300Gr : 3 Liter dalam 1 Drum.
  • Cara pemupukan cabe dosis ketiga (30 HST) lakukan pengocoran pupuk dosis sebagai berikut. NPK 16 : KNO3 Putih : MKP : ZK : Magnesium Sulfat : Borat dan Pupuk Cair Fermentasi dengan perbandingan 6Kg : 1Kg : 500Gr : 500Gr : 250Gr : 250Gr : 5 Liter dalam 1 Drum.
  • Cara pemupukan cabe keempat (40 HST) lakukan pengocoran pupuk dosis sebagai berikut. NPK 16 : KNO3 Putih : MKP : ZK : Magnesium Sulfat : Borat dan Pupuk Cair Fermentasi dengan perbandingan 7Kg : 1Kg : 1Kg : 500Gr : 250Gr : 250Gr : 5 Liter dalam 1 Drum.
  • Cara pemupukan cabe kelima (50 HST) lakukan pengocoran pupuk dosis sebagai berikut. NPK 16 : KNO3 Putih : MKP : ZK : Magnesium Sulfat : Borat dan Pupuk Cair Fermentasi dengan perbandingan 8Kg : 1Kg : 1,5Kg : 1Kg : 250Gr : 500Gr : 5 Liter dalam 1 Drum.
  • Cara pemupukan cabe selanjutnya dilakukan interval 7 hari sekali dengan dosis pupuk seperti pemupukan kelima. Pemupukan harus tetap di lakukan walau sudah panen.
9. Lakukan Perawatan Tanaman Cabe Dengan Mengendalikan Hama Penyakit Yang Muncul.
  • Pada tahap perawatan budidaya tanaman cabe  perlu diperhatikan mengenai ada tidaknya serangan hama dan penyakit. Segera lakukan tindakan baik pencegahan maupun pengobatan pada tanaman yang terpapar hama dan penyakit.
  • Periksa tanaman cabe secara rutin pagi sore, untuk mengetahui apakah ada tanaman yang terserang penyakit atau tidak. Segera petik buah cabe yang terdampak cacar buah, kemudian tanam cabe tersebut agar tidak menulari yang lainnya.
  • Hal ini bertujuan agar spora cacar buah tidak menyebar lewat udara dan air. Setelah tanaman dibersihkan dari buah yang terserang cacar baru dilakukan penyemprotan dengan fungisida yang sifatnya kontak dan sistemik dengan cara di kombinasi.
  • Penyemprotan bisa dengan menggunakan fungisida dengan bahan aktif : Klorotalonyl, Metil Tiofanat, Karbendasim, Prokloraz mangan klorida kompleks. Jangan lupa tambahkan perekat, agar supaya lebih awet dan tidak mudah hilang terkena air hujan.
  • Penanganan bisa menggunakan pestisida dan disesuaikan dengan serangan penyakitnya, aturan dan dosis yang berlaku. Atau juga bisa menggunakan musuh biologis dari hama yang menyerang. Untuk informasi lebih detil mengenai jenis hama penyakit dan cara pengendaliannya, silahkan hubungi LMGA AGRO.
BACA JUGA : HAMA PENYAKIT DAN PESTISIDA PENGENDALINYA PADA BUDIDAYA CABAI
menanam cabe.4-cabe rawit
Menanam Cabe Rawit

Demikian sedikit ulasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan selama budidaya menanam cabe di musim hujan. Dengan harapan bisa mendapatkan hasil yang tinggi dari Panen budidaya menanam cabe. LMGA AGRO ( agen,distributor,toko ritel,grosir Perusahaan Benih ternama ) menyediakan produk benih cabe yang dibutuhkan, sarana dan prasarana untuk budidaya cabe lainnya. Silahkan hubungi pihak kami apabila ada produk yang dikehendaki ataupun sekedar mendapatkan informasi lebih detil mengenai Cara Menanam Cabe di Musim Penghujan.

 

 

Iklan