PENYEBAB DAN CARA MENGATASI KERITING DAUN PADA TANAMAN CABE


KERITING DAUN PADA TANAMAN CABE, BENIH CABE, INSEKTISIDA CABEKeriting daun pada tanaman cabe adalah kondisi yang seing ditemui pada budidaya tanaman cabe, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Hubungi LMGA AGRO di CP Budi : Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117.

Benih-benih cabe yang unggul dapat juga Anda peroleh di Toko On Line LMGA AGRO (Agen, Distributor, Dealer, Resmi) menyediakan benih, pestisida, pupuk, dan peralatan pertanian dengan harga murah dan terjangkau.

Kami juga melayani konsultasi GRATIS budidaya pertanian tanaman hortikultura

Keriting daun pada tanaman cabe juga tak jarang terjadi baik pada musim penghujan maupun musim kemarau.

Dampak dari keriting daun pada tanaman cabe ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman cabe menjadi terhambat sampai pada kegagalan panen karena tanaman tidak mampu membentuk bunga.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu memilih benih yang unggul, tahan terhadap serangan hama penyebab keriting daun.

KERITING DAUN PADA TANAMAN CABE

Keriting daun pada tanaman cabe adalah kondisi di lapangan yang paling sering ditemui. Daun menjadi keriting, menguning dan kurus, daun tidak dapat maksimal berfungsi sebagai “dapur” tanaman.

Karena seluruh proses hidup tanaman sumbernya adalah daun yang sehat, daun penerima sinar matahari.

Karena pada daun terdapat stomata yang dapat menyerap sinar matahari dan sebagai tempat memproses peristiwa yang dinamakan fotosintesis dan pengolahan nutrisi tanaman tidak berjalan dengan baik.

Jika daun tanaman tidak tumbuh segar maka pertumbuhan tanaman akan terganggu dan tidak dapat berkembang hingga dewasa dan berbuah. Sampai pada kegagalan panen.

Keriting daun pada tanaman cabe disebabkan Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ), bukan disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur.

Hama penyebab daun tanaman cabe menjadi keriting adalah thrips, tungau dan aphids. 

Ketiga jenis hama tersebut masuk ke dalam kelompok kutu-kutuan. Keriting daun pada tanaman cabe dapat terjadi di mana saja dan pada jenis cabe apa saja.

Hama penyebab keriting daun pada tanaman cabe bisa menyerang saat persemaian/pembibitan, masa pertumbuhan maupun pada saat tanaman cabe sudah berbuah.

Ketiga hama tersebut memiliki sifat dan cara menyerang yang hampir sama. Namun gejala dan akibat serangan dari ketiga hama di atas tersebut sangatlah berbeda.

Persamaan serangannnya adalah sama-sama menyebabkan daun mengeriting dan mengkerut, Tapi bila diamati lebih seksama, terdapat perbedaan antara ketiga hama tersebut, yaitu hama Aphids yang lebih dikenal kutu daun tidak sampai menyebabkan daun rontok.

Sedangkan Thrips dan tungau selain daun menjadi keriting juga menyebabkan daun menjadi rontok.

BACA JUGA : CABAI TAHAN VIRUS NAPOLI

Dibawah ini akan Kami jabarkan tentang hama Thrips, Tungau dan Aphids penyebab keriting daun pada tanaman cabe dan cara mengatasinya, minimal dapat mengurangi kerusakan yang lebih parah lagi.

HAMA THRIPS ( Thrips tabacci )

Hama thrips adalah hama penyebab keriting pada daun yang paling sering ditemui pada tanaman cabe. Hama ini berukuran sangat kecil, panjang tubuh antara 1 – 1,2 mm, berwarna hitam dengan bercak merah.

Thrips dewasa memiliki sayap sepasang dan terdapat rambut di badannya. Hama thrips pada fase nimfa berwarna putih kekuningan dan tidak bersayap.

Hama thrip merupakan hama yang aktif, mudah meloncat dari satu tanaman ke tanaman lain.

Hama thrips berada di permukaan atas daun sehingga mudah dilihat kasat mata. Hama thrips menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan pada daun cabe.

Gejala Serangan Hama Thrips

Daun tanaman cabe yang diserang hama thrips akan timbul bercak-bercak putih keperakan atau kekuningan terutama pada permukaan bawah daun cabe.

Bercak-bercak putih tersebut awal dekat dengan tulang daun tetapi lama kelamaan tulang daun terserang juga hingga seluruh daun menguning.

Serangan parah menyebabkan daun berwarna coklat, mengeriting, menggulung dan akhirnya daun mengering.

Sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan tidak dapat menghasilkan bunga. Hama thrips juga dapat mengakibatkan rontoknya bunga tanaman cabe sehingga menurunnya produktivitas tanaman.

Pencegahan Serangan Hama Thrips

Langkah awal yaitu pemilihan benih yang berasal dari varietas yang tahan terhadap serangan hama thrips. Lingkungan sekitar tanaman harus selalu bersih terutama dari gulma, sehingga rutin melakukan penyiangan terhadap lahan.

Penyiraman tanaman cabe sebaiknya menggunakan springkler agar daun-daun tanaman cabe seluruhnya ikut tersiram.

Disarankan untuk menanam tanaman cabe tidak berdekatan dengan tanaman-tanaman yang menjadi inang hama thrips seperti tanaman dari keluarga terong-terongan, semangka dan lain-lain.

Penanaman juga tidak berdekatan dengan tanaman cabe yang lebih tua atau menggunakan lahan bekas tanaman cabe sebelumnya.

Pengendalian Terhadap Serangan Hama Thrips

Pengendalian secara mekanis yaitu dengan memotong daun yang terserang hama thrip atau bila banyak daun yang sudah terserang, lebih baik tanaman dicabut saja.

Namun bila serangan hama sudah hampir ke seluruh bagian tanaman dengan gejala-gejala di atas maka mau tidak mau tanaman harus dicabut dan dibakar untuk mencegah serangan hama thrips pada periode tanam selanjutnya.

Pengendalian secara teknis dengan cara tidak menanam tanaman yang sejenis pada periode tanam berikutnya. Sehingga terdapat jeda waktu dengan tidak menanam tanaman yang sejenis pada musim tanam berikutnya.

Pengendalian secara biologis menyemprotkan pestisida yang terbuat dari bahan-bahan alami atau disebut biopestisida nabati terbuat dari larutan daun Brotowali ( antawali ), kapur dan kunyit.

Pemuliaan tanaman yang telah sembuh dari hama thrips dengan melakukan pemupukan dan penyemprotan zat perangsang tumbuh ( ZPT ) seperti GA3, Atonik atau pupuk daun.

Pengendalian kimiawi  setelah terjadi serangan yaitu penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, karbosulfan atau fipronil.

HAMA TUNGAU ( Mites )

Tungau juga merupakan hama dari jenis kutu-kutuan yang menyebabkan keriting daun tanaman cabe.

Tungau yang biasa menyerang tanaman cabe yaitu Tungau Kuning ( Polyphagotarsonemus latus dan Tungau Merah ( Tetranycus sp. ) .

Tubuh hama tungau berbentuk kecil, memiliki delapan kaki dan bersembunyi di bawah permukaan daun.

Bila hama tungau sudah menyerang maka cepat sekali menyebar terutama saat musim kemarau.

Karena pada suhu yang tinggi ( di atas 27 °C ) hama tungau cepat sekali berkembang biak. Kondisi cuaca yang panas, telur-telur tungau cepat menetas dalam 3 hari dan menjadi dewasa hanya dalam waktu 5 hari.

Gejala Serangan Hama Tungau

Serangan hama tungau selalu dimulai dari pucuk daun atau tunas muda. Serangan ditandai dengan munculnya bintik kuning pada permukaan daun yang lama kelamaan akan melebar dan berubah menjadi kecoklatan dan menghitam.

Tungau berada di permukaan daun bagian bawah dan menyerang dengan cara menghisap cairan daun.

Serangan tungau menyebabkan rusaknya jaringan mesofil pada daun tanaman cabe. Daun yang terserang mengalami perubahan bentuk dan pertumbuhan tunas menjadi terhenti.

Bagian bawah daun berwarna seperti tembaga dan terdapat benang-benang putih halus.

Daun menjadi mengeriting, menggulung ke bawah, daun mengecil lalu rontok.

Pada serangan parah, daun-daun cabe berguguran dan tidak tersisa sama sekali, tunas menghitam kecoklatan dan mati.

Pencegahan Serangan Hama Tungau

Pencegahan yang pertama yaitu memilih lokasi tanam yang tidak berdekatan dengan tanaman cabe yang lebih tua atau tidak menanam di lahan bekas tanaman cabe.

Tidak menanam tanaman yang sama terus menerus dan berulang – ulang.

Rotasi tanaman perlu dilakukan untuk memutus rantai siklus hidup hama tungau.

Selain itu melakukan kebersihan lahan dengan cara penyiangan yang rutin, karena hama tungau merupakan hama polifag, yang banyak mempunyai tanaman inang termasuk rumput  liar atau gulma.

Pengamatan dan pengontrolan kondisi lahan dan tanaman secara rutin, lakukan penyiraman yang rutin juga jangan sampai tanah menjadi kering.

Pengendalian Serangan Hama Tungau

Pengendalian serangan hama tungau dengan memanfaatkan musuh alaminya yaitu cendawan Entomophtora fresenii, tungau Phytoseiulus persimilis, kumbang Stethorus gilvifrons dan thrips Scolothrips sexmaculatus. 

Menyemprotkan insektisida nabati dengan ekstrak tembakau, bawang putih dan dicampur denagn sedikit deterjen. Interval penyemprotan 2 hari sekali dan dilakukan pada pagi atau sore hari.

Bila insektisida nabati sudah tidak mampu lagi megendalikan serangan hama tungau maka lakukan penyemprotan bahan kimiawi yaitu akarisida dengan 2 jenis bahan aktif secara bergantian untuk menghindari hama tungau menjadi kebal terhadap bahan aktif tertentu.

Interval penyemprotan 2 – 3 hari sekali disesuaikan dengan tingkat serangan dan waktu penyemprotan sebaiknya pada pagi atau sore hari. Dosis pemberian sesuai petunjuk pada kemasan.

HAMA APHIDS ( Kutu daun )

Hama aphids lebih dikenal dengan sebutan kutu daun, ukuran tubuh aphids sedikit berbeda dibandingkan thrips dan tungau.

Ukuran tubuh aphids lebih besar dan tidak mudah meloncat dari satu tempat ke tempat lain. hama aphids berwarna hijau kehitaman, ada yang bersayap, ada yang tidak bersayap.

Berbeda dengan tungau, hama aphids memiliki daya berkembang biak yang sangat cepat.

Selain berkembang biak dengan perkawinan biasa, juga mampu bertelur tanpa adanya pembuahan.

Gejala Serangan Hama Kutu Aphids

Kutu aphids tidak hanya menyerang daun tetapi juga menyerang batang tanaman cabe. Serangan aphids sama dengan thrips dan tungau yaitu menghisap cairan daun dan batang tanaman.

Kutu aphids bersembunyi di bawah permukaan daun dan bergerombol pada batang tanaman cabe.

BACA JUGA : JUAL BIBIT CABE TAHAN VIRUS 

Gejala serangan aphids mudah dikenali dengan adanya banyak semut yang bergerombol pada tanaman.

Kutu aphids mengeluarkan embun madu ( honeydew ) yang disukai semut, menyebabkan timbulnya embun jelaga dan dapat menutupi permukaan daun dan dapat menghambat proses fotosintesis.

Cairan daun yang dihisap kutu aphids menyebabkan daun melengkung ke atas, keriting kadang melintir ke samping, dan belang-belang.

Seringkali daun menjadi layu, menguning, menghitam dan akhirnya rontok. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, tanaman menjadi kerdil dan bahkan pertumbuhan tidak normal.

Pencegahan Serangan Hama Kutu Aphids

Untuk mencegah adanya hama kutu aphids di lahan tanaman cabe maka sebaiknya tanaman cabe kita tidak bersebelahan dengan tanaman cabe yang lebih tua, lahan bukan bekas dari tanaman cabe atau kacang panjang, menanam cabe tidak bersebelahan atau tumpang sari dengan tanaman kacang panjang.

Hama aphids juga banyak terdapat pada tanaman kacang panjang, jadi bila bersebelahan, tanaman aphids akan menjadi inang kutu aphids.

Kebersihan lahan harus selalu diperhatikan terutama menyiangi rumput-rumput liar dan gulma.

Pengendalian Serangan Hama Kutu Aphids

Pengendalian secara mekanis dengan cara membuang daun yang terindikasi terserang kutu aphids, bila ada tanaman yang hampir seluruh daun dan batangnya sudah terserang jutu aphids, sebaiknya dicabut dan dibakar.

Membuat pestisida alami dengan bahan dasar tembakau dan bawang putih.

Cara membuatnya : segenggam tembakau direndam dalam 5 liter air deterjen selama satu malam, selanjutnya disaring dan disemprotkan ke tanaman yang terserang.

Penyemprotan dilakukan 3 hari sekali sampai kutu aphids tidak menyerang lagi.

Bila pestisida alami tidak mampu mengendalikan serangan hama aphids maka pengendalian secara kimiawi menggunakan pestisida jenis akarisida yang dapat dibeli di toko pertanian dengan dosis dan cara pemakaian sesuai petunjuk pada kemasan.

Jadi ketiga jenis tersebut di atas adalh penyebab utama keriting daun pada tanaman cabe. Ketiga hama tersebut memiliki tipe serangan yang sama tetapi gejala yang ditimbulkan berbeda.

BACA JUGA : BENIH CABAI BAJA TAHAN VIRUS SERTA PENYAKIT LAYU

Cara yang paling baik serangan hama-hama tersebut yaitu dengan mencegahnya.

Cara mencegahnya yaitu dengan memilih lahan penanaman tanaman cabe yang steril, lahan bukan bekas tanaman cabe atau kacang panjang, lahan belum pernah ditanami cabe, lahan yang jauh dari tanaman cabe yang sudah tua dan lahan yang tidak berdekatan dengan tanaman inang.

Pengendalian secara kimiawi sebaiknya menggunakan bahan aktif yang berbeda dan bergantian untuk menghindari sifat kebal dari hama. Menggunakan dosis yang sesuai dengan anjuran pada kemasan.

Demikian tulisan Kami tentang Penyebab dan Cara Mengatasi Keriting Daun pada Tanaman Cabe, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

 

 

 

Iklan