JUAL BIBIT MELON MADESTA F1 TAHAN VIRUS


Jual bibit melon Madesta F1, tahan Gemini Virus. Benih melon Madesta  tersedia di Toko pertanian Online LMGA AGRO, hubungi P. Budi Tlp. 082141747141; SMS/WA: 08125222117, juga jual benih sayuran, buah, bibit, pestisida, pupuk, alat pertanian lengkap, juga melayani  Konsultasi Gratis pertanian.

BIBIT MELON MADESTA F1 TAHAN VIRUS

MELON MADESTA, BIBIT MELON MADESTA, JUAL MELON MADESTA
MELON MADESTA

Bibit melon Madesta F1 merupakan bibit unggul dari benih melon Madesta Panah Merah. Melon Madesta F1 salah satu njenis melon nunggulan nberdaging norange (setara melon Honey Rock). Cocok untuk dibudidayakan di daerah dataran rendah hingga menengah.

Tanaman melon Madesta F1 sangat tahan terhadap serangan Gemini virus dan penyakit Embun Tepung. Benih melon Modesta tergolong benih yang vigor, yaitu benih mampu tumbuh menjadi tanaman yang normal dan berproduksi optimal pada kondisi lapangan yang optimum sampai sub optimum.

Benih melon Madesta di produksi oleh PT. EAST WEST SEED INDONESIA yaitu perusahaan pembibitan terpadu di Indonesia yang memproduksi, mengembangkan dan menjual benih sayuran terutama di daerah tropis. Perusahaan benih Ewindo memimpin pasar untuk benih hortikultura di wilayah Indonesia.

Petani Indonesia sering menyebut dengan nama merk dagang Cap Panah Merah atau “Ewindo”. Terkadang ada yang mengenal dengan nama “EastWestIndo” atau “EWSI”. Perusahaan benih Cap Panah Merah ini mengusung Tag Line “SAHABAT PETANI YANG PALING BAIK”.

Buah melon Madesta F1 berbentuk bulat agak lonjong, kulit buah berwarna hijau gelap dan memiliki net kulit yang rapat. Daging buah melon Madesta F1 berwarna jingga kemerahan dan keras. Masa simpan buah agak lama yaitu dapat mencapai 9 hari.

Buah melon Madesta F1 dipanen pada umur 68 – 72 hari setelah tanam. Bobot buah saat panen mencapai 2.380 – 2.580 gram dan potensi hasil saat panen antara 59 – 61 ton/Ha. Kemasan produk benih Melon Madesta F1 berisi 200 butir.

BUAH MELON MADESTA  BERDAGING ORANYE

Buah melon Madesta F1 termasuk jenis melon jingga ( cantaloupe ). Tedapat beberapa jenis melon yang dikenal di Indonesia. Yaitu antara lain :

  • Melon Hijau. Melon hijau biasa disebut juga dengan melon lokal. Ciri-ciri fisik melon hijau yaitu kulit luar yang keras, kasar dan berurat seperti jala. Buahnya berwarna hijau pucat dan beraroma harum.

  • Melon Jingga ( Cantaloupe ). Ciri-ciri fisik melon jingga tidak jauh berbeda dengan melon hijau/lokal, yaitu kulit luar yang kasar, keras dan berurat seperti jala. Perbedaannya terletak pada warna kulit buahnya, dimana melon jingga kulit buah berwarna lebih hijau dibandingkan melon lokal. Dan daging buah melon jingga berwarna oranye. Buah melon jingga memiliki kandungan karoten yang lebih banyak dibandingkan jenis melon yang lain.

  • Melon Emas ( Golden Melon ). Melon emas memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda dengan 2 jenis melon di atas. Ciri-ciri melon emas, kulit buahnya berwarna kuning muda, bertekstur halus dan mengkilap. Daging buah berwarna putih, berasa manis namun tidak beraroma harum.

  • Melon Madu ( Honeydew Melon ). Dari semua jenis melon, melon madulah yang paling berasa manis diantara jenis melon di Indonesia. Ciri fisik melon madu yaitu kulit luar yang berwarna hijau keputihan, permukaan kulit buah yang halus dan mengkilap. Daging buah melon madu berwarna hijau pucat seperti melon hijau.

BENIH MELON MADESTA F1 TAHAN VIRUS

MELON MADESTA, BIBIT MELON MADESTA, JUAL BIBIT MADESTA, BUAH MELON MADESTA
MELON MADESTA

Benih melon Madesta F1 memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan virus Gemini. Virus Gemini biasanya disebabkan oleh penyakit bawaan dari benih/biji sebelumnya dan ditularkan oleh kutu. Tanaman yang terserang menunjukkan gejala bercak-bercak kuning mulai dari batang, daun hingga buah dan kemudian buah menjadi busuk.

Selain menggunakan benih yang tahan virus, agar mendapatkan hasil panen yang maksimal, faktor budidaya tanamannya juga harus diperhatikan. Faktor-faktor tersebut adalah mulai dari pemilihan waktu tanam, faktor iklim dan cuaca, pengolahan lahan hingga antisipasi serangan hama dan penyakit yang menyerang.

Virus Gemini merupakan salah satu serangan penyakit pada tanaman melon yang menakutkan bagi petani. Virus Gemini  dibawa   oleh serangga kutu kebul ( Bemisia tabaci ) dan merupakan virus yang sangat mudah menular dan merusak tanaman hingga menimbulkan gagalnya panen dan tidak dapat berproduksi sama sekali.

Kutu Kebul ( white fly ) membawa RNA virus gemini dari tanaman yang tertular ke tanaman sehat. Teknik pencegahan serangan ini adalah dengan membunuh vektor penularnya dan menggunakan varietas hibrida tahan virus Gemini. Untuk mencegah penularan dari vektornya dapat menggunakan insektisida sistemik yang berbahan aktif karbosulfan.

BACA JUGA : MELON GOLDEN AROMA BUAH BESAR ANDALAN PETANI

BUDIDAYA MELON MADESTA F1

Budidaya melon akan berhasil jika lokasi lahan tempat menanam melon sesuai dan didukung dengan aplikasi pemeliharaan yang tepat. Beberapa persyaratan dalam budidaya melon Madesta F1, antara lain :

  • Memilih lokasi lahan yang tepat dan menghindari lokasi  yang angin bertiup terlalu kencang dan dapat mematahkan batang serta merobohkan tanaman.

  • Memilih lahan yang disinari matahari 8 – 10 jam sepanjang hari.

  • Tanaman melon Madesta menyukai suhu udara yang sejuk dan kering, yaitu antara 24 – 30 °C.

  • Penanaman Melon Madesta F1 sebaiknya dilakukan saat musim kemarau.  Hujan yang terlalu sering dan deras tidak baik bagi tanaman melon karena dapat merontokkan calon buah yang masih lemah.

  • Tanaman melon Madesta direkomendasikam untuk ditanam di dataran rendah sampai menengah, yaitu antara 350 – 900 m dpl.

  • Tanaman melon secara umum dapat tumbuh baik pada tanah liat yang mengandung pasir dan kaya akan unsur hara.

  • Melon Madesta F1 membutuhkan pH netral antara 5 – 7. Sebelum lahan  ditanami atau saat akan membajak, tanah diukur derajat keasamannya menggunakan alat pH meter. Bila pH tanah di bawah 5 maka tanah diberi kapur Dolomit sebanyak 3 – 4 ton/Ha.

Pembenihan Bibit Melon Madesta

Media tanam untuk pembenihan sebaiknya adalah tanah yang diambil dari bawah rumpun bambu karena subur dan jarang ditumbuhi rumput liar. Tanah diayak terlebih dahulu hingga halus dan benih dapat tumbuh dengan mudah, akar halus dapat menembus tanah.

Ukuran polybag semai untuk pembenihan adalah 6 x 8 cm ( Polybag tersedia di Toko Online LMGA AGRO ), lalu tanah dimasukkan pada wadah, dan polybag ditata rapi dan berjajar.

Atau bisa sistem langsung menggunakan nampan semai.  Tempat persemaian diberi sungkup plastik transparan, penyangga terbuat dari bambu setengah lingkaran.

Tempat persemaian dibuat dengan lebar 1 – 1.2 meter, tinggi 60 cm dan panjang 5 – 10 meter. Pada bagian atap dipasang plastik UV atau plastik transparan.

Benih melon Madesta F1 sebelum disemai, direndam dahulu dalam air hangat 4 – 6 jam, dicampurkan juga Vitaflora 5 tetes/200 cc air dan Saromyl 1 g/liter. Lalu benih ditiriskan sampai kering dan diletakkan pada kertas merang yang sudah dibasahi. Lalu benih ditiriskan dan diletakkan rapi tidak saling bertindihan.

Kemudian benih dimasukkan dalam kardus bekas aqua, di dalamnya dipasang lampu 10 watt selama 1 – 2 malam. Setelah benih mengeluarkan kecambah maka benih dipindah ke polybag semai. Benih yang runcing pada bagian bawah dan ditunggu selama 8 – 10 hari setelah semai, benih dapat dipindah ke area tanam.

Pengolahan dan Persiapan Lahan Tanam  Melon Madesta

  • Pengolahan dan persiapan lahan harus dilakukan secara detail dan baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lahan tanam dibersihkan dari gulma atau rumput liar, dibajak/dicangkul dengan kedalaman 10 – 20 cm. Hingga didapatkan lapisan olah tanah yang tinggi dan tanah menjadi gembur.

  • Bedengan melon Madesta F1, lebar 120 cm, panjang sesuai luas lahan, maksimalnya yang ideal adalah 10 – 15 meter.

  • Tinggi bedengan dibuat 40 cm dan jarak antar bedengan digunakan sebagai parit dengan lebar 40 cm.

  • Jarak tanam melon ideal 60 x 60 cm ( pada musim kemarau ) atau lebih baik lagi pakai jarak tanam 70 x 70 cm ( pada musim hujan ).

  • Setelah lahan tanam bersih, selesai dibajak dan membuat bedengan, maka selanjutnya dibiarkan atau dijemur terlebih dahulu sekitar 10 – 14 hari. Hal tersebut dengan tujuan agar bakteri, jamur dan organisme pengganggu tanaman lain mati atau siklus hidupnya terhenti.

Pemupukan Dasar Budidaya Melon Madesta F1

Setelah penjemuran bedengan selesai, selanjutnya bedengan diberi pupuk dasar terdiri dari 6 ton/ha pupuk kandang, 100 kg/Ha pupuk ZA, 350 kg/Ha pupuk TSP, 300 kg/Ha pupuk KCl, dolomit 2 ton/Ha bila pH awal pada angka 7 ( netral ).

Semua pupuk tersebut disebar rata sesuai luas lahan bedengan yang ada dan tanah dibolak balik hingga tercampur merata. Selanjutnya bedengan ditutup mulsa hitam perak dimana warna perak menghadap ke luar.

Pemasangan mulsa dilakukan pada siang hari saat panas terik agar mulsa terpasang dengan kencang dan kuat.

Setelah bedengan semua terpasang mulsa, membuat lubang tanam menggunakan alat pelubang tanam. Lubang tanam dibuat 2 baris untuk tiap bedengan.

Setelah mulsa terpasang, bedengan dibiarkan dibiarkan kurang lebih 7 hari agar pupuk yang diberikan dapat menyatu dengan tanah dan tidak bersifat panas bagi tanaman.

Penanaman Bibit Melon Madesta F1 Ewindo

Bibit melon Madesta F1 siap dipindah ke lahan tanam setelah berumur 8 – 12 hari atau setelah tumbuh 3 – 5 helai daun. Cara menanam yang dianjurkan adalah bibit bersama tanahnya ditanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

Bibit dikeluarkan dari plastik polybag dengan menyobek plastiknya. Penanaman dilakukan hati-hati, jangan sampai akar bibit yang masih lembut rusak.

Melon Madesta F1 Ewindo : Cara Perawatan serta Pemeliharaan Tanaman

Perawatan yang intensif dan tepat pada budidaya tanaman melon  secara tidak langsung dapat mencegah serangan hama dan penyakit, seperti sanitasi lahan, penanaman bergilir atau pengairan yang tepat.

Langkah penyulaman, penjarangan dan penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman. Penyiraman dapat juga dilakukan dengan sistem leb, jika sumber air tersedia cukup di lahan tanam kita. Air parit dipenuhi air hingga setengah tinggi bedengan dan dapat dilakukan 2 minggu sekali.

Pemupukan susulan budidaya melon dilakukan setelah  berumur 7 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan adalah 2 kg ZA dan 1 kg KNO3 Merah dilarutkan dalam 100 liter air. Larutan pupuk tersebut dicampurkan dan disiramkan sebanyak 250 ml per lubang pupuk ( menggunakan gelas aqua ).

Pupuk susulan selanjutnya diberikan setiap 10 hari hingga tanaman berumur 60 hari saat tanaman memasuki fase pembentukan dan pemasakan buah.

Pada fase tersebut, pupuk  diberikan dengan cara melarutkan 4 kg NPK 16 : 16 : 16 + 1 kg KNO3 Merah + 1 Kg KNO3 Putih + 1 kg Calcium Cantik ke dalam 130 Liter air. Larutan pupuk disiramkan sebanyak 250 ml per lubang pupuk.

Pengendalian Hama dan Penyakit. Budidaya melon menggunakan benih Madesta F1 sudah terjamin tahan terhadap penyakit. Namun demikian kadangkala terdapat hama yang menyerang seperti oteng-oteng. Pengendalian Oteng-Oteng menggunakan Pegasus 500 EC atau Movento 250 SC

Bila ada ulat daun yang menyerang, menggunakan Cypermax atau Endure, atau Atabron 50 EC.  Serangan layu jamur dan bakteri menggunakan pestisida Afujikoroi atau Arashi dengan dosis 100 gram per 200 liter air untuk 1.000 tanaman.

Agar tidak rebah dan merambat, tanaman melon yang sudah mencapai ketinggian 40 – 50 cm, diikatkan pada ajir/turus menggunakan tali rafia. Pengikatan dilakukan setiap jarak 40 – 50 cm hingga tinggi tanaman 2 meter.

Calon buah yang dipelihara dipilih yang sehat ( 1 buah/tanaman ), sedangkan varietas yang memiliki ukuran buah yang besar dapat 2 buah/tanaman.

BACA JUGA : MERAUP UNTUNG DENGAN BUDIDAYA MELON

Pemanenan Buah Melon Madesta F1

Pemanenan buah melon Madesta F1 dilakukan saat umur 68 – 72 hari setelah tanam. Ciri-ciri buah yang siap dipanen yaitu adanya perubahan warna buah, retak pada tangkai buah, net pada permukaan buah tampak jelas dan tegas.

Aroma buah mulai menusuk hidung, buah mudah dipetik dari tangkainya, daun dekat buah sudah mulai mengering dan buah akan tenggelam apabila dimasukkan ke dalam air.

Demikian ulasan kami tentang bibit melon Madesta F1 dan cara menanam melon Madesta F1 hingga pemanenan. Untuk penjelasan yang lebih detail dapat menemui Kami di Toko On Line LMGA AGRO (Agen, Distributor, Dealer, Resmi) menyediakan benih, pestisida, pupuk, dan peralatan pertanian dengan harga murah dan terjangkau.

Kami juga melayani konsultasi GRATIS cara  budidaya melon Madesta F1 dan budidaya pertanian tanaman hortikultura. Hubungi LMGA AGRO di CP Budi : Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117. Selamat mencoba .

Iklan