CARA MENANAM SEMANGKA NON BIJI YANG BAIK DAN BENAR


Cara menanam semangka non biji tidak jauh berbeda dengan menanam semangka berbiji. Benih semangka berkualitas banyak sekali ragamnya, dapat anda peroleh di Toko Online LMGA AGRO  dengan menghubungi nomor 082141747141 (Telepon) atau 08125222117 (SMS/WA). LMGA AGRO menyediakan benih, pestisida, pupuk dan alat pendukung pertanian yang siap mengirim ke seluruh Indonesia, melalui jasa ekspedisi terpercaya.

Upaya untuk mengadakan semangka non biji adalah untuk memudahkan dalam mengkonsumsi semangka. Dibandingkan dengan semangka berbiji, yang non biji lebih mahal dan rasa juga lebih manis, Penampilan luar buah juga berbeda sehingga secara kasat mata dapat dilihat mana yang semangka berbiji mana yang non biji. Cara menanam semangka non biji memang perlu ketelitian, namun bila tahap-tahap budidayanya dilakukan dengan baik dan benar, maka akan mendapatkan hasil yang manis seperti manisnya semangka. Cara menanam semangka adalah melalui benih dan benih yang dipilih haruslah yang sehat, unggul, berkualitas dan terpercaya.

SEKILAS TENTANG SEMANGKA

Semua orang pasti mengenal buah semangka, buah dengan bentuk bulat atau lonjong ini sangat digemari oleh masyarakat. Buah semangka berasa manis, kandungan airnya cukup banyak sehingga dapat dimanfaatkan untuk penghilang dahaga. Banyaknya masyarakat yang mencari dan membutuhkan buah semangka, terutama pada bulan puasa, menyebabkan banyak petani yang menanam semangka.

Nama latin semangka adalah Citrullus vulgaris Scard. merupakan buah yang dapat tumbuh dan potensial baik di daerah tropik maupun sub-tropik karena mampu memberikan keuntungan yang sama tinggi bila menggunakan cara budidaya yang baik dan benar. Asal usul tanaman semangka berasal dari daerah Gurun Kalahari di Afrika, kemudian menyebar di seluruh penjuru dunia, mulai dari Jepang, China, Taiwan, Indonesia hingga daratan Eropa seperti Belanda, Jerman bahkan Amerika Serikat.

Semangka yang banyak ditanam di Indonesia berdasarkan jenisnya dibedakan menjadi semangka berbiji dan non biji. Berdasarkan warna daging buahnya dibedakan menjadi semangka daging merah dan daging kuning. Sedangkan berdasarkan bentuk buahnya dibedakan menjadi semangka bulat, semangka lonjong dan semangka inul.

MENANAM SEMANGKA NON BIJI

Cara Menanam Semangka Non Biji Yang Baik dan Benar, benih semangka, lmga agro
Tanaman Semangka

Varietas semangka non biji adalah perkembangan karena persilangan antara semangka diploid jantan dan semangka tetraploid betina. Tanaman semangka non biji pada dasarnya memiliki bunga jantan dan betina yang lengkap, namun biji tidak terbentuk karena benang sari dan bakal bijinya mandul. Bila ditemui, semangka non biji yang ada bijinya adalah bukan karena kesalahan benihnya atau dalam pembenihan, tetapi kekeliruan pada pemberian pupuk yang berlebihan.

Semangka non biji juga dikenal dengan sebutan semangka seedless. Cara menanam semangka non biji membutuhkan perlakuan yang agak khusus, terutama pada penyemaian, penyerbukan dan pemupukannnya. Proses-proses tersebut bila dilakukan kurang tepat, maka kegagalan akan semakin besar. Dibandingkan dengan semangka berbiji, umur semangka non biji lebih lama yaitu bila semangka berbiji dapat panen pada umur 55 – 60 hst, sedangkan semangka non biji panen pada umur 65 – 70 hst. Sebelum mengenal cara menanam semangka hibrida non biji, perlu mengetahui dulu syarat tumbuh dari tanaman semangka non biji.

SYARAT TUMBUH TANAMAN SEMANGKA

Tanaman semangka non biji sesuai ditanam di mana saja, baik di dataran rendah, menengah sampai dataran tinggi. Tanaman semangka sangat cocok dibudidayakan di daerah dengan ketinggian 20 – 200 mdpl dengan hasil yang optimal. Tanah yang disukai tanaman semangka non biji adalah tanah gembur berpasir. Membutuhkan iklim hangat dengan suhu antara 20 – 30 °C. Membutuhkan sinar matahari sepanjang hari selama 7 jam per hari. pH tanah yang dibutuhkan adalah antara 6 – 7, bila masih kurang maka dilakukan pengapuran sampai mendapatkan pH yang sesuai. Curah hujan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman semangka sekitar 40 – 50 mm setiap bulannya. Naungan di lahan penanaman semangka tidak baik bagi perkembangan pertumbuhan tanaman semangka. Sinar matahari yang kurang akan mempengaruhi proses pembentukan bunga dan buah, sehingga buah tidak bisa matang sempurna.

PERSIAPAN LAHAN SEMANGKA NON BIJI

Persiapan lahan meliputi mengolah lahan dengan cara membajak atau mencangkul agar tanah menjadi gembur. Lalu membuat bedengan ganda dengan parit di tengahnya, Lebar bedengan 70 – 80 cm dan tinggi disesuaikan dengan kondisi lahan. Tinggi bedengan bisa dibuat dengan tinggi 30 cm untuk lahan yang datar. Sedangkan untuk lahan yang landai bedengan bisa dibuat tidak terlalu tinggi. Hal yang harus diperhatikan dalam membuat bedengan adalah bagaimana agar lahan tidak tergenang air. Jarak antar bedengan 3 – 4 m. Lahan yang akan ditanami harus dibersihkan dari gulma, batu-batuan dan tanaman liar. Bila lahan tampak kurang subur, maka bisa ditambahkan pupuk kandang atau kompos. Yang perlu diperhatikan bahwa tanaman semangka tidak menyukai tanah yang basah jadi diusahakan agar lahan selalu kering.

PUPUK DASAR DAN PEMASANGAN MULSA

Pupuk dasar dalam menanam semangka non biji yaitu menaburkan dolomit bila pH tanah kurang dari 6, dan tanah dibiarkan 7 – 10 hari. Pupuk kandang yang ditaburkan sebanyak 1 – 1,5 kg untuk satu tanaman. Pupuk kimia yang ditambahkan yaitu TSP/SP-36 100 g/tanaman, KCl 200 g/tanaman dan ZA 100 g/tanaman. Aduk dan campurkan pupuk dengan tanah hingga merata dan biarkan dilarutkan oleh air hujan. Selanjutnya tanah dibiarkan selama 10 – 15 hari sebelum tanam. Begitu lahan bedengan tersiram air hujan atau sudah dilakukan penyiraman, dapat ditutup dengan mulsa. Setelah itu, dibuat lubang tanam dengan jarak 80 – 90 cm di tengah bedengan.

PEMILIHAN BENIH TANAMAN SEMANGKA NON BIJI

Menanam semangka tanpa biji menggunakan benih, dimana benih tersebut sudah melalui proses pemuliaan tanaman, sehingga didapatkan benih yang tahan terhadap serangan penyakit. Benih semangka non biji meliputi jenis benih semangka non biji daging merah, daging kuning dan bentuk lonjong ( inul ). Dan semua jenis benih tersebut dapat diperoleh di Toko Pertanian Online LMGA AGRO.

Setelah benih didapatkan, benih direndam dalam air hangat kuku selama 1 jam, agar benih menjadi lunak. Setelah ditiriskan, dilakukan penjepitan ujung benih, untuk membuka sedikit kulit benih agar air mudah diserap dan benih mudah berkecambah. Kemudian benih diperam dengan kertas merang dan handuk basah. Pemeraman ditujukan untuk mendapatkan benih yang seragam. Setelah proses pemeraman akan terlihat bakal kecambah. Bakal kecambah kemudian disemai di polybag semai dengan menggunakan media tanah dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 5 : 1.

PENANAMAN BIBIT TANAMAN SEMANGKA NON BIJI

Bibit dapat dipindahkan ke lahan tetap saat umur 7 – 10 hari setelah semai atau telah muncul 2 – 3 helai daun. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari. Sebelum penanaman. lubang tanam di bedengan harus dalam kondisi basah atau disiram air secukupnya dulu. Bibit diambil dengan cara menyobek polybag, dan bibit dikeluarkan dengan hati-hati. Setelah bibit ditanam, tutup kembali dengan tanah sekitar bedengan dan disiram kembali dengan air secukupnya sampai cukup basah.

PEMELIHARAAN TANAMAN SEMANGKA NON BIJI

Pemeliharaan tanaman semangka non biji meliputi :

  • Penyiraman dilakukan secara rutin, sebaiknya 3 hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma di sekitar tanaman atau yang tumbuh di bedengan. Adanya gulma atau rumput-rumput dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman semangka non biji. Juga dapat menimbulkan persaingan terhadap unsur hara dan air dalam tanah.
  • Pemupukan susulan diberikan setelah 10 hari setelah semai menggunakan pupuk NPK dengan dosis sekitar 5 g/300 ml air untuk satu tanaman. Pemberian pupuk dengan cara dikocor. Pemberian pupuk selanjutnya tiap 5 hari sekali dengan penambahan dosis secara berkala.
  • Perempelan ranting yaitu membuang tunas dan ranting, dimana tunas dan ranting yang dipelihara adalah tunas dan ranting yang tumbuh pada daun pertama dan kedua, selain itu tunas dan ranting dibuang. Ranting-ranting yang dipelihara diatur pada pinggir bedengan agar rapi dan memudahkan dalam pemeliharaan.

PENYERBUKAN PADA MENANAM SEMANGKA NON BIJI

Cara menanam semangka non biji perlu perhatian khusus juga untuk penyerbukan bunganya. Karena serbuk sari semangka non biji mandul ( tidak dapat membuahi ) maka perlu ditanam juga semangka berbiji. Penanaman semangka berbiji adalah untuk memerlukan bunga jantannya ( serbuk sari ) untuk membuahi bakal buah tanaman semangka non biji. Tanaman semangka berbiji yang dibutuhkan sebanyak 10 % dari total keseluruhan tanaman semangka non biji. Penyerbukan tersebut dilakukan secara manual. Penyerbukan dilakukan saat tanaman berumur 25 hst. Caranya dengan mengambil serbuk sari dari tanaman semangka berbiji, dioleskan merata pada bakal buah atau putik semangka non biji. Langkah penyerbukan ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari, maksimal jam 9 pagi. Sebelumnya serbuk sari diambil pada sore hari sebelumnya dan yang diambil adalah serbuk sari yang diperkirakan besoknya akan mekar. Proses penyerbukan dilakukan sampai tanaman berumur 35 hst.

Penyerbukan dilakukan pada semua bakal buah ( putik ) yang ada pada setiap ranting sekunder atau batang utama, yaitu pada daun ke-14 dan seterusnya. Selanjutnya seleksi buah pada buah yang dipastikan sudah jadi, ukuran buah kira-kira sebesar buah duku. Buah yang sudah jadi yang kurang bagus dibuang saja. Sisakan satu buah pada setiap ranting sekunder dan batang utama jika ada, tetapi bila tanaman kurus atau kurang subur maka sisakan satu buah saja.

BACA JUGA : BUDIDAYA SEMANGKA NON BIJI PERTIWI

PANEN SEMANGKA NON BIJI

cara menanam semangka yang baik dan benar, buah semangka, benih semangka, lmga agro
Buah Semangka

Waktu panen semangka non biji sedikit lebih lama, yaitu baru bisa panen pada umur 65 – 70 hst. Buah semangka non biji yang telah masak dapat dilihat dari warna buahnya yang sudah memudar dan sulur yang ada di pangkal tangkai buah mengering. Waktu panen dilakukan saat embun pagi sudah hilang, atau sekitar jam 9 pagi dan cuaca cerah ( tidak hujan ) agar pada saat dipanen, kulit buah tidak basah karena akan cepat membusuk. Buah semangka yang dipanen disertakan tangkai buahnya agar buah dapat disimpan dalam waktu yang lama.

Bila menanam semangka non biji ini pada dataran rendah maka waktu panen pada umur 65 – 70 hst, sedangkan pada dataran tinggi pada umur 70 – 75 hst.

Demikian cara menanam semangka non biji yang baik dan benar, semoga bermanfaat dan semat mencoba.