MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN SEMANGKA


Hama dan penyakit merupakan kendala penting dalam usaha tani semangka. Hal ini ikut menentukan keberhasilan maupun kegagalan budidayanya. Munculnya serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) adalah sesuatu yang dinamis, saling terkait antara tanaman (inang)-OPT-lingkungan. Lingkungan pertanaman yang sesuai sangat mendukung serangan OPT terhadap tanaman inang. Inang yang rentan memudahkan OPT menyerang inang sehingga terjadilah penyakit/serangan hama. Di daerah tropika, siklus hidup hama dan penyakit berlangsung terus menerus. Sedangkan di daerah subtropika dan daerah dingin, OPT tanaman ini mengalami masa istirahat pada saat musim dingin. Akibatnya, kerusaskan oleh hama dan penyakit di daerah tropis berlangsung terus sepanjang tahun. Penanaman semangka pada musim kemarau cenderung memerlukan insektisida lebih banyak dari fungisida karena cuaca panas akan mendukung perkembangan hama. Sebaliknya pada musim hujan, kebutuhan fungisida jauh lebih besar karena keadaan lembab di musim hujan akan merangsang perkembangan penyakit tanaman.

HAMA (JENIS DAN PENGENDALIAN)

1. Gangsir (Brachytripes portentosus Licht)

Hama ini menyerang bagian batang tanaman muda terutama tanaman semangka baru saja ditanam. Serangan hama gangsir dilakukan di malam hari, dengan cara memotong batang tanaman semangka tetapi tidak memakannya. Hama ini bersembunyi di dalam tanah dengan membuat liang dalam tanah, keberadaan gangsir dicirikan terdapat onggokan tanah pada muka liang.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan sanitasi lingkungan, melindungi tanaman kecil menggunakan gelas plastik berlubang; (2) kimiawi dengan pemberian insektisida berbahan deltamethrin 25 g/ l (sesuai anjuran)

2. Thrips (Thrips parvispinus Karny)

Hama berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Hama ini juga sebagai vektor virus. Cara penularan, hama mengembara di malam hari, menetap dan berkembang biak. Gejala serangan: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting. Tanaman keriting dan kerdil (yang kemungkinan disebabkan virus) serta tidak dapat membentuk buah secara normal.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan rotasi/pergiliran tanaman yang bukan famili Cucurbitaceae, mengatur waktu tanam yang serentak, menjaga kebersihan kebun, menggunakan musuh alami; (2) kimiawi dengan menyemprotkan larutan insektisida berbahan aktif karbosulfan, formrtanat hidroklorida, piraklorofos dan imidakloprid sampai tanaman basah dan merata.

3. Ulat perusak daun (Spodoptera litura)

Ulat ini berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning. Ulat ini menyerang daun sehingga menjadi bolong-bolong dan rusak. Bahkan spesies Spodoptera litura dikeluhkan kalangan petani mulai menyerang dan melubangi buah.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan mengatur pola rotasi tanaman, menggunakan musuh alami; (2) pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan penggunaan insektisida yang berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, klorfluazoron betasiflutrin, profenofos, bacillus turingiensis, lamda sihalotrin.

4. Tungau

Tungau merah: Tetranychus cinnabarinus Boisduval atau tunga kuning: Polyphagotarsonemus latus Bank. Ciri-cirinya adalah binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan mengisap cairan tanaman, membelah diri dengan menggigit dan menyengat. Hama ini juga sebagai vektor virus. Gejala serangan: tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan pemungutan langsung bagian tanaman yang terserang dan sanitasi kebun; (2) kimiawi dengan menyemprotkan akarisida.

5. Henosepilachna spp

Larva dan imago hidup pada permukaan daun dan memakan jaringan daun, meninggalkan tulang daun sehingga daun berlubang-lubang
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan sanitasi, menimbun bagian-bagian tanaman yang terserang, pemangkasan daun-daun yang terserang kemudian dibakar, pemasangan yellow sticky trap, menggunakan musuh alami; (2) pengendalian kimiawi dengan penggunaan Insektisida berbahan aktif abamektin ,bensultap, bacillus coagulans, siromazin, piretroid dan organofosfat.

6. Lalat buah (Dacus spp)

Hama ini menyebabkan busuknya buah semangka karena di dalamnya terdapat larva lalat yang merusak jaringan daging buah.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan cara eradikasi buah yang terserang, menggunakan musuh alami, pemasangan perangkap beracun yang mengandung metil eugenol; (2) pengendalian kimiawi dengan insektisida berbahan aktif betasiflutrin, profenofos, deltametrin, metitation dan protiofos.

7. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)

Hama ini mempunyai ciri yaitu berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman.
Pengendalian: (1) penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya; (2) pengendalian secara kimiawi, dengan insektisida sesuai dengan aturan penanaman buah semangka.

8. Kutu aphids (Aphids gossypii Glover)

Aphids muda berwarna kuning, sedangkan aphids dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Kutu ini juga sebagai vektor virus. Gejala serangan adalah daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi keriting akibat cairan daunnya dihisap hama. Ciri lainnya adalah adanya getah cairan yang mengandung madu dan mengkilap dari kejauhan.
Pengendaliannya adalah dengan menyemprotkan insektisida secara rutin. Tanaman yang telah terserang virus, dicabut dan dibakar.

9. Kutu Daun

Kutu daun menyerang dengan menghisap cairan tanaman, terutama daun semangka muda. Kotoran dari hama kutu jenis ini rasanya manis sehingga disukai semut. Daun semangka terserang mengalami klorosis (warna hijau daun memudar), menggulung, mengeriting, akhirnya tanaman semangka menjadi kerdil.
Pengendalian: dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif tiametoksam, abamektin, sipermetrin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, atau lamdasihalotrin.

10. Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Kutu kebul memiliki warna putih, bersayap, serta seluruh tubuhnya berselimut serbuk putih seperti lilin. Hama kutu kebul menyerang dengan cara menghisap cairan daun semangka sehingga mengakibatkan kerusakan pada jaringan maupun sel-selnya.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan sanitasi lingkungan, pengaturan jarak tanam tidak terlalu rapat, rotasi tanam, pemasangan perangkap kuning, eradikasi bagian yang terserang, menggunakan musuh alami; (2) kimiawi dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif tiametoksam, abamektin, sipermetrin, imidakloprid, karbosulfan, prothiofos, diafentiuron, tiametoksam.

BACA JUGA : PENYAKIT GEMINI VIRUS PADA BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA

PENYAKIT (JENIS DAN PENGENDALIAN)

1. Layu Fusarium

Penyebab: Fusarium oxysporum. Gejala: tanaman tampak layu seperti kekurangan air. Pada pagi dan sore hari tanaman tampak segar. Bila tidak ditanggulangi, dalam waktu 2-3 hari saja tanaman akan mati kering, berwarna coklat dan batangnya mengerut.
Pengendalian: (1) secara non kimiawi dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan agar tidak terlalu lembab, menanam pada areal baru yang belum pernah ditanami semangka, melakukan sanitasi kebun dan juga penjarangan tanam; (2) secara kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan fungisida secara periodik, menanam benih yang sudah direndam fungisida.

2. Bercak daun

Penyebab: Spora Pseudoperenospora cubensis Rostowzew terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu.
Pengendalian: (1) non kimiawi seperti pada penyakit layu fusarium; (2) kimiawi, tanaman disemprot dengan fungisida.

3. Antraknosa

Penyebab: Colletotrichum lagenarium. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan pergiliran tanaman, pembuangan tanaman yang terinfeksi, rotasi tanaman, perbaikan drainase tanah; (2) kimiawi dengan Karbendazim 60% dicampur Mankozeb 80 %.

4. Busuk semai

Penyebab: cendawan Pythium ultimum Trow. Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna coklat, rebah kemudian mati.
Pengendalian: benih direndam di dalam fungisida, penyemprotan fungisida secara periodik.

5. Busuk buah

Penyebab: Phytophthora capsici Leonian. Jamur menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah dipetik.
Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari ketika tidak berawan/hujan. Tanaman dan buah disemprot fungisida secara periodik.

6. Virus (Watermelon Virus)

Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan sanitasi, mencabut dan membakar tanaman, mempraktekkan sistem Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP), dan rotasi tanaman, serta mengendalikan vektor Aphids maupun Thrips; (2) kimiawi dengan penyemprotan insektisida untuk hama penular seperti thrips maupun aphids.

BACA JUGA : MENGENAL JENIS PESTISIDA

Demikianlah, sedikit pembahasan kami tentang hama dan penyakit utama pada tanaman semangka. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Apabila ada yang kurang jelas dan Anda mempunyai masalah dengan tanaman budidaya. Silakan bisa bertanya dan berkonsultasi langsung dengan LMGA AGRO. LMGA AGRO siap dan memberikan lanyanan konsutalsi gratis setiap budidaya tanaman hortikultura. Selain itu LMGA AGRO juga sebagai toko pertanian online, menyediakan aneka benih tanaman hortikultura (benih unggul dan benih hibrida), obat-obatan (pestisida), dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau. Bagi Anda yang berminat silakan hubungi langsung Toko Pertanian Online LMGA AGRO di CP Bpk. Budi Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117.

Iklan