RSS

MENGENAL LALAT BUAH (BACTROCERA SP)

31 Agu

lalat buah, hama, lalat, perangkap lalat buah, lmga agro, toko pertanian

LALAT BUAH

Pengendalian hama pada budidaya tanaman sangatlah penting dilakukan untuk mencapai keberhasilah dalam budidaya. Hama pada tanaman yang tidak terkendali bisa mengakibatkan petani gagal panen yang tentunya sangat merugikan. Serangan hama tanaman yang paling banyak salah satunya adalah lalat buah. Lalat buah banyak dijumpa menyerang tanaman-tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, melon, gambas, labu, dll. Lalat buah hampir tersebar di seluruh benua. Lalat buah termasuk ordo Diptera. Famili Tephtritidae yang terdiri dari 160 genus. Dari genus – genus tersebut terdapat spesies asli dari daerah tropika yang sangat merusak buah sehingga menjadi hama yaitu dari spesies Bactrocera sp. Serangan lalat buah ini cukup membawa dampak kerugian yang sangat besar bagi petani. Serangan lalat buah ini diperkirakan mencapai 4.790 ha dengan kerugian mencapai Rp 21,99 miliar. Sungguh itu bukan angka kerugian yang sedikit melainkan dengan serangan lalat buah ini petani bisa rugi besar/gagal panen total.

Siklus hidup lalat buah

Lalat buah memiliki siklus hidup dengan metamorfosis sempurna yang diawali dari telur, larva, pupa, dan imago (lalat dewasa).  Lalat yang telah dewasa akan melakukan perkawinan. Lalat betina yang telah dibuahi akan meletakkan telur ke dalam buah dengan ovipositornya (alat peletak telur). Ovipositor ini akan ditusukan menembus kulit buah sehingga pada kulit buah akan timbul noda/titik hitam akibat bekas dari tusukan tersebut. Dalam sekali bertelur lalat betina dapat menghasilkan 100-120 butir. Telur lalat buah berbentuk lonjong dan berwarna putih. Telur dapat menetas hanya dalam kurun waktu yang singkat yaitu 2-3 hari. Setelah menetas telur berubah menjadi larva. Larva berwarna putih keruh atau putih kekuningan, dengan bentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing. Larva terdiri dari 3 instar. Instar pertama dan kedua larva akan menghabiskan hidupnya di dalam buah dengan memakan daging buah. Pada saat inilah daging buah mulai membusuk. Setelah larva menjadi instar ketiga berkisar 14-20 hari, larva akan keluar dari buah lalu melompat ke tanah untuk menjalani siklus hidup berikutnya yaitu menjadi pupa. Lama masa pupasi terjadi berkisar 8-11 hari. Setelah masa pupasi selesai, lalat buah akan muncul dan telah menjadi lalat dewasa. Lalat dewasa kemudian akan menyelesaikan siklus hidupnya selama 30-35 hari pada suhu optimum (20-30°C).

Gejala serangan lalat buah

Gejala umum serangan lalat buah diakibatkan oleh lalat buah betina. Lalat betina dengan ovipositornya menusuk kulit buah dan meletakkan telurnya dalam daging buah. Bekas tusukan tersebut akan meninggalkan noda/titik hitam di permukaan kulit buah. Selanjutnya telur akan menetas menjadi larva. Larva tersebut berada dalam buah dan memakan daging buah sehingga menyebabkan buah menjadi busuk basah. Hal tersebut dapat terjadi karena larva lalat buah bersimbiosis dengan bakteri yang menyebabkan pembusukan. Bila buah yang terserang masih muda, buah akan rontok. Buah yang rontok tersebut akan menjadi biang serangan generasi berikutnya jika tidak dimusnahkan segera.

Akibat serangan lalat buah

Akibat dari serangan lalat buah menyebabkan kerugian yang amat besar bagi petani baik secara kuantitas maupun kualitas. Kerugian secara kuantitas terjadi karena kerontokan yang terjadi pada buah muda / buah yang belum matang sehingga mengurangi dan menurunkan kuantitas/jumlah hasil panen. Sedangkan kerugian secara kualitas terjadi karena buah yang terserang lalat buah menjadi busuk. Buah yang memiliki gejala terserang lalat buah sudah tentu kualitasnya turun yang menyebabkan harga jualnya rendah dan bahkan buah bisa jadi tidak laku dijual. Hal ini karena sifat konsumen yang cenderung memilih buah yang segar dan sehat serta penampilan fisiknya baik tidak ada bekas tusukan hitam di buah.

Cara pengendalian lalat buah

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan lalat buah. Mulai dari pengendalian secara mekanis seperti pembungkusan buah dengan plastik dan memadatkan tanah. Selain itu juga pengendalian secara kimiawi yaitu menggunakan insektisida. Namun, jika insektisida tidak digunakan secara bijak justru akan mencemari lingkungan dan hama menjadi lebih kebal. Untuk itu telah disediakan alternatif pengendalian lalat buah yang ramah lingkungan dan efektif yaitu dengan menggunakan perangkap lalat buah.

Perangkap lalat buah merupakan suatu unit pengendalian yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu wadah, atraktan, dan media/bahan pembunuh. Antraktan yang terdapat di dalam perangkap lalat buah adalah methyl eugenol. Methyl eugenol merupakan makanan yang dibutuhkan oleh lalat buah jantan untuk memikat lalat buah betina. Lalat buah betina akan lebih memilih lalat buah jantan yang mengkonsumsi methyl eugenol. Maka dari itu yang tertarik dengan methyl eugenol hanya dengan lalat buah jantan.

Prinsip kerja perangkap lalat buah dengan atraktan methyl eugenol adalah dengan mengendalikan populasi lalat buah jantan sehingga apabila populasi lalat buah jantan turun maka lalat buah betina akan kesulitan untuk dibuahi dan pada akhirnya akan mengurangi jumlah populasi generasi berikutnya.

Perangkap Lalat buah, Yellow Trap, LMGA AGRO, toko pertanian, cara mengatasi lalat buah

PERANGKAP LALAT BUAH
SAININDO TRAP

Salah satu perangkap lalat buah yang memiliki kandungan atraktan methyl eugenol adalah perangkap lalat buah Sainindo Trap 800 L. Perangkap lalat buah Sainindo Trap 800 L berbentuk tabung silinder berwarna kuning berbahan PP&HDPE dan dalam pemasangannya menggunakan sistem knowkdown (bongkar pasang). Cara pemasangan perangkap buah ini bisa anda lihat di www.lmgaagro.web.id dengan judul “Perangkap Lalat Buah Praktis Tinggal Pakai”. Selain itu, perangkap buah ini berwarna kuning  dimaksudkan untuk menambah daya pikat bagi lalat buah karena lalat buah sangat menyukai warna kuning. Atraktan Sainindo 800 L merupakan atraktan berbahan aktif methyl eugenol dengan konsentrasi 80 %. Atraktan ini berfungsi untuk memikat lalat buah jantan. Perangkap Sainindo 800 L mengendalikan populasi lalat buah di lapangan pada berbagai komoditas tanaman.

Menjadi suatu keharusan bagi petani untuk mengenal lalat buah (Bactrocera Sp) karena serangan lalat buah ini jika tidak segera diatasi akan membawa kerugian besar bagi hasil panen petani. Untuk mengatasi serangan lalat buah ini secara alami dan juga efektif dapat menggunakan perangkap lalat buah Sainindo 800 L. Perangkap lalat buah Sainindo 800 L telah terbukti ampuh mengendalikan populasi lalat buah di lapangan.

Perangkap lalat buah Sainindo 800 L atau nama lainnya perangkap lalat buah Yellow Trap bisa Anda dapat di Toko Pertanian Online LMGA AGRO. Toko Online LMGA AGRO menyediakan benih, pupuk, pestisida, dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau. LMGA AGRO siap mengirim ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi terpercaya seperti JNE, POS, TIKI, KI8, dsb. Kami juga melanyani konsultasi gratis budidaya tanaman hortikultura. Silakan hubungi Toko Pertanian LMGA AGRO di CP Budi : Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2016 in Hama dan Penyakit

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: