RSS

TIPS MENGATASI LAYU PADA TANAMAN TOMAT

01 Nov

tips mengatasi layu pada tomat, tomat, benih, tips, jual benih, lmga agro, toko pertanian, murah, harga grosirTomat merupakan komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan petani dan berpeluang ekspor. Tanaman dari famili Solanaceae ini memiliki nilai ekonomi tinggi.  Manfaat tomat untuk kesehatan menjadikan buah tomat banyak dikonsumsi. Buah tomat menjadi bagian utama bahan pangan manusia. Tetapi dalam budidayanya tanaman tomat tidak selalu dapat dipanen dalam keadaan yang segar dan baik. Ada saja serangan organisme peganggu yang menyebabkan petani gagal panen. Penyakit yang harus diwaspadai menyerang pada tanaman tomat adalah layu fusarium dan layu bakteri.

1.Layu fusarium

Penyakit layu fusarium ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Patogen ini akan menginfeksi jaringan pembuluh tanaman sehingga menyebabkan terhambatnya sistem serapan air dan hara dari dalam tanah. Cara kerja dari patogen ini adalah dengan membentuk koloni (sekelompok) dipangkal batang tanaman, selanjutnya patogen ini akan mengambil air dan hara yang dibutuhkan tanaman terus menerus. Air dan hara tanaman yang seharusnya di alirkan ke jaringan tanaman menjadi berkurang, sehingga menyebabkan tanaman tomat layu dan mati.

Gejala yang dapat diamati adalah tanaman menjadi layu saat siang hari, sedangkan pada sore hari segar kembali. Pada gejala lanjut, daun-daun dibagian bawah (tua) tanaman akan menguning dan layu. Gejala ini akan menjalar kepucuk tanaman dan berlanjut selama beberapa hari (kurang lebih satu minggu) lalu pada akhirnya tanaman tomat akan kering dan mati. Jika tanah di sekitar lubang tanam dibongkar, tampak akar tanaman membusuk dan berwarna kecokelatan. Jika pangkal batang dipotong secara melintang, terdapat lingkaran cokelat kehitaman berbentu cincin, yang menunjukkan bahwa berkas pembuluh pengangkut rusak.

Pengendalian penyakit layu fusarium :

  • Pengendalian Teknis : Lakukan penggiliran tanaman tomat dengan tanaman yang tidak rentan terhadap serangan Fusarium oxysporum. Pengolahan lahan dengan pencangkulan dan pembalikan tanah, agar bibit penyakit terkena sinar matahari. Pengapuran lahan untuk meningkatkan pH tanah. Pada pH mendekati normal, cendawan tidak begitu aktif menyerang. Jaga kelembaban di areal pertanaman, hindari adanya genangan air yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan spora.
  • Pengendalian Mekanis : Sanitasi kebun untuk menjaga kelembaban areal pertanaman. Penyiangan secara rutin terhadap gulma atau tanaman penggangu. Musnahkan tanaman tomat yang terserang, usahakan agar tanah pada tanaman terserang tidak tercecer. Masukkan tanaman dalam wadah agar tanahnya tidak tercecer. Beri kapur pada bekas tanaman yang dicabut.
  • Pengendalian Organik : Sebagai pencegahan, secara biologi dapat diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan, pada umur 25 hst, 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan. Dapat juga dilakukan pengocoran dengan air rebusan serai atau bawang putih setiap tujuh hari sekali.
  • Pengendalian Kimiawi : Meskipun cendawan ini tergolong resisten terhadap bahan aktif pestisida, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba aplikasi fungisida sistemik berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Lakukan penyemprotan secara rutin minimal tujuh hari sekali.

2. Layu bakteri

Berbeda dengan layu fusarium yang disebabkan oleh cendawan, layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Penyakit ini termasuk penyakit yang cukup berbahaya karena pada tingkat serangan yang berat akan menyebabkan tanaman tomat mati dan gagal panen sehingga menimbulkan kerugian pada petani. Serangan bakteri ini juga relatif cepat, dalam kurun waktu 3 hari tanaman akan menjadi layu.

Penyakit ini umumnya akan menyerang tanaman tomat di dataran rendah saat musim hujan. Menyebabkan kelayuan dan pada tingkat serangan yang berat akan mematikan keseluruhan tanaman tomat.

Gejala yang ditimbulkan berupa layu yang dimulai dari pucuk daun kemudian merambat keseluruh bagian tanaman. Cara mengetahui bahwa tanaman tomat mati disebabkan oleh penyakit layu bakteri adalah :

  1. Potong batang tanaman, celup ke dalam air beberapa menit, cairan putih keruh akan mengalir keluar
  2. Jika batang di belah, bagian tengahnya berwarna coklat

Penganggulangan untuk penyakit ini adalah dengan mengaplikasikan bakterisida. Penggunaan varietas tomat yang tahan terhadap penyakit layu bakteri juga sangat penting untuk menanggulangi penyakit ini. Penyebarannya penyakit ini  diakibatkan kondisi lembab dan genangan air yang telah terkontaminasi.

Tips jika tanaman tomat terserang layu bakteri:

  1. Cabut dan musnahkan tanaman tomat yang terserang agar tidak menular pada tanaman tomat yang lain.
  2. Hindari membuat genangan pada daerah pertanaman tomat. Genangan air ini mempercepat penyebaran patogen penyakit.
  3. Mengurangi pupuk N, pupuk N yang berlebihan akan mempercepat perkembangan patogen tanah. Kandungan Nitrogen yang tinggi akan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman dan sebaliknya pembentukan serat akan rendah. Hal ini menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit. Rekomendasi pupuk tomat dalam 1 Ha adalah ZA 150 Kg, TSP/SP 350 Kg dan KCL 400 Kg.
  4. Semprot dengan pestisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida pada seluruh pangkal dan akar tanaman.

Salah satu tips lain untuk mencegah dan mengendalikan layu fusarium dan layu bakteri adalah dengan menggunakan obat anti layu Arashi. Arashi sangat terbukti dalam mencegah dan mengatasi layu yang disebabkan layu karena serangan layu akibat Jamur dan Bakteri pada tanaman tomat.  Obat Anti Layu ini akan sangat efektif bila di aplikasikan secara tunggal, dengan cara melarutkan larutan 100 Gram Bubuk ARASHI ( 1 Sachet ) ke dalam 200 Liter air ( 1 Drum ) dan aplikasinya adalah dengan cara di dikocorkan pada tanaman tomat sebanyak 200 Cc / Tanaman. Aplikasi dilakukan di pangkal batang tanaman  pada saat tanaman berumur ( 1 ) : Awal pindah tanam ( dengan cara di rendam akarnya ), ( 2 ) Saat tanaman berumur 20 HST, ( 3 ) Saat tanaman berumur  70 HST.

Obat anti layu Arashi dan berbagai macam benih tomat bisa anda dapatkan di Toko On Line LMGA AGRO. Toko On Line LMGA AGRO (Agen, Distributor, Dealer, Resmi) menyediakan benih, pestisida, pupuk dan peralatan pertanian dengan harga murah dan terjangkau. LMGA AGRO siap mengirim keseluruh wilayah Indonesia. Kami juga melayani konsultasi Gratis budidaya pertanian tanaman hortikultura. Hubungi LMGA AGRO di CP Budi : Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 1 November 2015 in Budidaya, Hama dan Penyakit, Tips dan trik budidaya

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 responses to “TIPS MENGATASI LAYU PADA TANAMAN TOMAT

  1. ardhy

    8 Januari 2016 at 4:16 pm

    harga arasinya berapa perbungkus dan perbox nya isi berapa trus harga grenovanya berapa perbungkus.mksh

     
    • lmgaagro

      4 Februari 2016 at 3:04 am

      untuk konfirmasi harga, hubungi 082141747141

       
  2. siswoyo

    3 Februari 2016 at 11:24 am

    saya coba tanam tomat, umur baru 1 minggu tanam di lahan sudah pada layu, bagaimana cara mengatisinya ?
    trims

     
    • lmgaagro

      4 Februari 2016 at 3:03 am

      jika kebutuhan tanaman akan air sudah terpenuhi, maka layu bisa disebabkan oleh jamur atau bakteri. Mengatasinya bisa dengan menggunakan arashi pak. Konsultasi lebih lanjut dan detil bisa hubungi 082141747141

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: