RSS

METAVY BENIH MENTIMUN TAHAN VIRUS DARI CAP PANAH MERAH

30 Des

Benih, Bibit, Unggul, Hibrida, Metavy, Panah Merah, Mentimun, Timun, Ketimun, Harga Murah, Toko Oline, LMGA AGRO, Petani, Pertanian

TIMUN F1 METAVY

Tanaman Mentimun di Indonesia sudah menjadi Komodi  yang banyak di tanam dan di budidayakan oleh petani kita. Hal ini karena tanaman mentimun ini sudah menjadi kebutuhan untuk di konsumsi baik secara langsung maupun untuk di gunakan untuk berbagai olahan makanan. Kebutuhan pasar dan intesitas penanaman yang ada di petani akan selalu di barengi dengan tingkat perkembangan Hama dan Penyakit yang semakin sulit dan komplek. Apabila petani kita tidak pandai – pandai mengikuti perkembangan Teknologi Budidaya Tanaman Mentimun dan hama penyakitnya maka persentase kegagalan akan semakin tinggi.

Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.

Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.

Manfaat mentimun memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih yang bermanfaat bagi kulit. Kandungan air yang tinggi; vitamin A, B, dan C; serta mineral, seperti magnesium, kalium, mangan, dan silika; membuat mentimun menjadi bagian penting dalam perawatan kulit. Masker wajah yang mengandung sari mentimun digunakan untuk mengencangkan kulit. Asam askorbat dan asam caffeic yang hadir dalam mentimun dapat menurunkan tingkat retensi air, yang pada gilirannya mengurangi pembengkakan di sekitar mata.

Hama yang ditemukan menyerang tanaman mentimun antara lain: kutu daun Aphis gossypii (Hemiptera: Aphididae), trips Thrips parvispinus (Tysanoptera: Tripidae), kutu kebul Trialeurodes vaporariorum (Hemiptera: Aleyrodidae), lalat pengorok daun Liriomyza huidobrensis (Diptera: Agromyzidae), kumbang daun Aulacophora similis (Coleoptera: Chrysomelidae), dan ulat daun Diaphania indica (Lepidoptera: Pyralidae). Selain itu juga dijumpai gejala buah bengkok, yang diduga disebabkan oleh serangan kepik Leptoglossus australis (Hemiptera: Coreidae). Penyakit-penyakit penting yang terdapat pada lahan pertanaman mentimun adalah layu yang disebabkan nematoda puru akar Meloidogyne arenaria, embun bulu yang disebabkan Pseudoperonospora cubensis, bercak daun yang disebabkan Alternaria sp. dan Colletotrichum sp. dan penyakit mosaik mentimun yang disebabkan Cucumber Mosaic Virus (CMV). Serangga hama yang banyak menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil panen adalah lalat pengorok daun L. huidobrensis dan kutu daun A. gossypii. Kehilangan hasil panen juga terjadi karena munculnya gejala buah bengkok, yang sebagian diduga disebabkan oleh serangan kepik L. australis. Virus pada tanaman Cucurbitaceae dapat menyebabkan kegagalan panen dan kerugian ekonomi yang tinggi. Salah satu virus yang terdapat pada Cucurbitaceae dan terbawa benih adalah Squash mosaic virus. SqMV berbahaya karena dapat menyebabkan kerugian yang sangat tinggi dan menjadi penghambat bagi negara penanam Cucurbitaceae seperti Indonesia.

Saat ini permasalahan yang banyak menyebabkan kerugian di Indonesia adalah adalah penyakit yang di sebabkan oleh Virus. Penyakit itu seperti yang saya sampaikan di atas di namakan Cucumber Mosaic Virus ( CMV ) dan Squas mosaic virus ( SqMV ). Di beberapa daerah sentra produksi timun di Jawa Timur seperti Kabupaten Kediri, Blitar, Tulungagung dan Nganjuk, virus  tanaman ini menjadi momok dan penyakit yang paling di takuti oleh petani, karena sudah banyak menyebabkan kerugian dan kerusakan pada tanaman dalam waktu yang relatif cepat. Bahkan kalau daerahnya sudah endemik serangan Virus ( CMV ) dan SqMV ini tanaman hanya tumbuh normal sampai umur 30 HST, selanjutnya tanaman Stagnan dan tidak mau tumbuh lagi.

Kondisi permasalahan tersebut di atas memacu semua perusahaan benih yang berproduksi di Indonesia, untuk berlomba dan berlari adu cepat untuk bisa menciptakan benih unggul yang tahan terhadap serangan Virus ( CMV ) dan SqMV, dan hasilnya saat ini sudah mulai di temukan benih yang tingkatannya tahan dan toleran terhadap serangan Virus yang ada. Sebagai Contoh PT. Bisi International ( Cap Kapal Terbang ) menemukan Benih Timun Tahan Virus F1 Harmony dan F1 Pesona 20, PT. East West Seed Indonesia ( Cap Panah Merah ) menemukan benih Timun tahan Virus F1 Metavy, PT. Bintang Citra Asia menemukan benih timun toleran Virus F1 Manggala dan F1 Monas, Diamond Seed menemukan timun tahan virus gemini F1 Tirta dan F1 Bhakti.

Pada kesempatan ini saya sedikit akan mengulas Timun tahan Virus F1 Metavy yang di produksi oleh Cap Panah Merah. Benih Timun ini sudah banyak tersebar di toko pertanian dan petani sudah banyak yang tanam. Namun tidak ada salahnya saya mengulas tentang Benih Timun Hibrida Metavy ini, sebagai salah satu upaya mengenal ciri-ciri benih komersil yang berkualitas dan unggul di pasaran. Beberapa ciri – ciri dan karakter yang bisa saya sampaikan tentang Timun ini saya dapatkan selama Budidaya Timun dan wawancara dengan petani langsung sebagai pelangkap data yang saya tulis ini. Beberapa sifat dan ciri – ciri yang ada di tanaman F1 Metavy ini adalah :

  • Mentimun Hibrida Metavy Cap Panah Merah ini mempunyai ukuran yang cukup panjang sekitar 27 Cm dan mempunyai kulit yang hijau gelap
  • Mentimun Metavy kalau di tanam di musim penghujan Warna kulit buahnya cenderung berwarna agak hijau keputihan apalagi yang buahnya tertutup oleh daun sehingga di daerah tertentu pasar kurang bisa menerima pasar
  • Buah mentimun Metavy terkadang masih keluar rasa pahitnya untuk itu kami menyarankan setelah petik buah timun di balik sehingga getahnya bisa kebawah dan mengurangi rasa pahitmya serta pupuk yang di gunakan jangan menggunakan sumber N ( Nitogen yang bersumberkan Za dan Urea )
  • Penanaman mentimun Metavy di lapang sebaiknya dilakukan pencampuran ( Urap kalau bahasa Jawanya ) dengan timun lain seperti Harmony Tahan Virus, sehingga nanti penjualan di pasar tidak susah kerena rasa buah timun Metavy yang masih muncul pahit

Demikian sekilas tentang Info  Mentimun Metavy produk Cap Panah Merah ini. Apabila ada yang kurang jelas dan ada yang membutuhkan benih Mentimun Metavy bisa mendapatkan di Toko Pertanian Online LMGA AGRO, dengan kontak Budi Hp ; 082 141 747 141 / PIN BB : 28C674E5. Kami siap mengirim pesanan anda dengan harga bersaing dimanapun anda berada. Terima kasih.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Desember 2014 in Benih

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: