RSS

Ewindo Pameran Nasional Perkenalkan Benih Unggul Baru

04 Jul

Direktur Utama PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede (kanan) bersama Direktur Penjualan dan Pemasaran Afrizal Gindow (ketiga kanan) memberikan penjelasan kepada petani mengenai varetas unggul melon tahan serangan virus disela Expo Nasional yang dihadiri 250 petani dari seluruh Indonesia, di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (21/5). Selain meluncurkan melon tahan virus yang merupakan varietas baru dan satu-satunya di dunia, produsen benih sayuran Cap Panah Merah juga mengenalkan beragam varietas baru sayuran unggul yang tahan virus dan mampu berproduksi tinggi, kepada para petani. FOTO ANTARA/Audy Alwi/ed/ama/13

Perusahaan produsen benih sayuran tropis PT East West Seed Indonesia (Ewindo) mengadakan pameran nasional untuk memperkenalkan benih-benih baru yang unggul dan tahan terhadap berbagai penyakit termasuk virus.

“Kami mengundang sekitar 250 orang petani dari seluruh Indonesia menghadiri expo ini agar mereka dapat melihat secara langsung benih-benih baru yang kami hasilkan yang memiliki berbagai keunggulan baik dalam hal produktivitas yang lebih tinggi maupun daya tahan terhadap penyakit yang lebih baik,” kata Dirut Ewindo Glenn Pardede, di Purwakarta, Selasa.

Beberapa benih baru yang tahan terhadap virus Gemini antara lain tomat, timun, kacang panjang dan melon. “Selain tahan virus, benih kacang panjang juga mampu berproduksi 25 persen lebih tinggi dibanding kacang panjang lainnya,” katanya.

Menurut Pardede, pihaknya mengundang petani karena mereka adalah pengguna benih. Petani diharapkan melakukan “getok tular” yakni menceritakan informasi benih tersebut kepada petani yang lain sehingga memasyarakat.

Pada acara expo yang diadakan di sekitar lokasi perusahaan PT Ewindo di Purwakarta pada 21-22 Mei 2013 itu, para petani diberi kesempatan berdiskusi dengan para ahli dan peneliti Ewindo. Para petani diharapkan juga bertukar pengalaman untuk menambah wawasan.

“Kami berharap para petani yang ikut expo dapat menularkan ilmu yang mereka dapat kepada petani lain di daerah masing-masing,” kata Pardede.

Selama expo, perusahaan penghasil benih dengan merek “Cap Panah Merah” itu juga memperkenalkan benih bawang merah yang berasal dari biji, diberi nama Tuk Tuk. Selama ini  bibit bawang merah berasal dari umbi (siung bawang).

Pardede menjelaskan, penggunaan benih varietas Tuk Tuk akan memberi berbagai keuntungan bagi petani, di antaranya biaya produksi per hektare yang jauh lebih murah namun produksi lebih tinggi.

“Biaya produksi benih Tuk Tuk sekitar Rp10 juta per hektare, jauh lebih murah dibanding sistem konvensional yang bisa mencapai Rp. 45 juta per hektare,” katanya.

Sementara itu hasil panen Tuk Tuk bisa mencapai 20-25 ton/ha, sedangkan dengan benih konvensional berkisar 8-12 ton/ha.

Namun Pardede mengingatkan, kehadiran Tuk Tuk harus diikuti dengan adopsi teknologi pertanian yang baru, di antaranya penanaman dengan semai, penggunaan naungan untuk perlindungan tanaman, terutama masa-masa awal pertanaman, serta masa panen yang lebih lama satu bulan dibanding benih konvensional.

Umumnya benih bawang dari umbi bisa panen setelah 60 hari, sedangkan benih biji memerlukan waktu 90 hari. “Karena persemaian dari biji memerlukan waktu sekitar sebulan,” kata Pardede.

Seorang petani yang berasal dari Pinrang, Sulawesi Selatan, Thamrin Samad sudah menanam benih Tuk Tuk seluas 35 are dengan hasil sekitar 7 ton, atau mencapai 22 ton/ha. Ia mengaku hasil panen lebih tinggi dengan kualitas yang lebih baik, namun masa pertanaman yang lebih lama yakni sekitar 105 hari baru panen.

“Hasilnya lebih baik, dan kami berencana untuk menanam benih lain,” katanya.

Pardede mengatakan, pihaknya serius mendukung pemerintah dalam meningkatkan volume dan kualitas produksi hortikultura nasional. “Expo ini merupakan wujud dukungan kami kepada pemerintah, sekaligus bentuk pelayanan kepada para petani,” demikian Pardede. Sumber : Antara News, Selasa 21 Mei 2014

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Juli 2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: