RSS

MEMANFAATKAN HALAMAN SEKITAR RUMAH UNTUK BERKEBUN

15 Feb

sayur,benih,bibit,tanaman, apotik hidup

Sayur dalam POT

Bercocok tanam adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh petani di daerah pedesaan yang nota bene kepemilikan area tanamnya masih luas dan banyak sehingga ini masih memungkinkan untuk di lakukan. Untuk daerah perkotaan yang area tanam dan luas lahannya semakin sempit kita harus pandai mensiasati agar ini juga tetap bisa di lakukan. Pemanfaatan lahan pekarangan sekitar rumah di kota dapat dilakukan sebagai tujuan untuk penganekaragaman sumber konsumsi pangan dan menekan pengeluaran keluarga.

Pekarangan adalah Sebidang tanah yang mempunyai batas (Jelas atau tidak jelas) yang terdapat disekitar rumah dan pada umumnya di kerjakan sebagai usaha sambilan. Kegiatan penanaman di pekarangan ini biasanya dilakukan dalam jumlah yang sedikit dengan berbagai jenis tanaman, sehingga sangat potensial untuk penganekaragaman pangan. Pekarangan yang ditata dengan aneka tanaman sayuran memiliki multi efek yaitu selain efek ekonomi juga estetika. Hal ini perlu dilakukan mengingat dalam Budidaya tanaman dan bercocok tanam tidak semuanya membutuhkan area tanam yang luas, bahkan bisa dilakukan sekalipun luas tanah yang kita miliki sempit. Dengan pemanfaatan area lahan di sekitar rumah kita maka kita akan dapat menambah dan mengelola sumber Gizi keluarga terutama yang bersumberkan dari sayuran. Pemberdayaan lahan pekarangan di area kita dapat di mulai dari lingkup kecil ( Keluarga ) dan dapat dilakukan bersama sama dalam satu lingkup yang lebih luas lewat kegiatan PKK yang selama ini sudah jalan atau bisa berdampingan dengan tanaman Toga di sekitar rumah. Sosialisai pemanfaatan lahan sekitar rumah ini akan lebih efektif dengan membikin projek percontohan tingkat RT atau RW. Adapun tanaman dapat di tanam dalam bentuk Polibag atau dalam tanah seperti biasanya. Penanaman di dalam Polibag akan jauh lebih efektif dan mudah karena cara perawatannya jauh lebih mudah dan murah.

Adapun fungsi pekarangan adalah sebagai penghasil : (1) tambahan bahan makanan, (2) kebutuhan sehari-hari, (3) bumbu-bumbuan, (4) bahan bangunan, (5) kayu bakar, (6) bahan kerajinan dan (7) keperluan penghuni rumah, seperti refreshing dan lain-lain.

Oleh karena fungsinya yang sangat luas tersebut, maka pekarangan sering di beri julukan, seperti lumbung hidup, warung hidup, apotik hidup, taman sari, ataupun wisma sari. Ahli hidrologi memberinya nama watershed, ahli geografi menamakanya biospher dan ahli sosiologi menganggapnya sebagai usaha keluarga. Kedepannya pekarangan dapat berfungsi lebih yaitu dilakukan penanaman yang monokultur yang pada akhirnya menjadi kebun buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman hias.

Sayur-sayuran memiliki banyak kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh terutama sayuran-sayuran hijau karena mengandung protein nabati, zat besi, vitamin A,B,C,dan serat. Pekarangan dapat ditanami berbagai macam sayuran yang apabila dapat dikelola dengan baik merupakan sumber pendapatan bagi keluarga. Sayuran yang dapat ditanam dipekarangan adalah : bayam ( Bayam Bisi, Bayam Samudera, Bayam Tafung, Bayam Red, Bayam Loly, Bayam Belang, Bayam Maestro ), kacang panjang ( Kacang Panjang Parade Tavi, Kacang Panjang Puspita 06 ), kangkung ( Kangkung Bisi, Kangkung Amanda, Kangkung Serimpi, Kangkung Bangkok), mentimun ( Mentimun Harmony, Mentimun Metavy, Mentimun Hercules, Mentimun Bhakti) tomat ( Tomat Tymoti, Tomat Tantyna, Tomat New Idaman, Tomat Royal 58, Tomat Fortuna 23, Tomat Betavila ), sawi ( Sawi Cristina, Sawi Tosakan, Sawi Synta, Sawi Nauli, Sawi Gardena ), pare ( Pare Raden ), labu siam, cabe ( Cabai Rimbun, Cabai Lado, Cabai PM 999, Cabai Kiyo, Cabai Flash, Cabai Imperial 10, Cabai Gada )  dan lain sebagainya.

Adapun kriteria tanaman sayuran yang di tanam di pekarangan adalah tanaman yang disesuaikan dengan kondisi daerah , mengetahui cara menanamnya, serta mengetahui cara pemeliharaanya sehingga setiap wilayah memiliki variasi dalam penanamanya.

Cara membuat persemaian tanaman sayuran di pekarangan :

  • Membuat tempat persemaian sesuai dengan kebutuhan.
  • Menyediakan pupuk kandang lebih kurang 1 kg/m2
  • Mencampur pupuk kandang dan menambah tanah
  • Menebar benih diatas bedengan
  • Menutup dengan karung plastik
  • Membuka tutupan dengan karung plastik setelah berusia 4-5 hari seteleh penaburan benih.

Untuk membuat bibit di polybag bahannya adalah sebagai berikut :

  • Tanah 1 bagian
  • Pupuk Kandang ½ bagian
  • Polybag

Tanaman Sawi di Pekarangan

Cara penanaman sayur di pekarangan

  • Membuat tempat penanaman (bedengan) sesuai dengan kebutuhan.
  • Mencangkul tanah sedalam 20-30 cm dan diratakan.
  • Menaburkan pupuk kandang /kompos diatas bedengan sebanyak lebih kurang 1 kg /m2
  • Menyiram dengan air sesuai dengan kebutuhan
  • Menanam di bedengan
  • Menanam pada pagi hari atau sore hari.

Dengan adanya gerakkan menanam sayur di pekarangan masyarakat dapat mendapatkan sayuran yang bernilai tinggi untuk konsumsi keluarga juga untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk ditabung sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Demikian Catatan kaki ini kami tulis semoga bermanfaat. Apabila ada yang kurang jelas bisa memnghungi LMGA AGRO di www.lmgaagro.web.id / CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Februari 2014 in Tips dan trik budidaya

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: