RSS

SUKSES BUDIDAYA MELON

31 Jan

Melon menjadi salah satu produk unggulan dan harapan petani untuk meningkatkan taraf hidup ekonominya dengan cara Budidaya Tanaman Melon. Hal ini bisa di mengerti karena tanaman melon mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, cepat panen dan bisa di usahakan dalam sekala luas. Sentra Produksi  tanaman melon sekarang antara lain adalah Jawa Timur (  Banyuwangi, Jember, Lumajang, Blitar, Kediri, Ngajuk, Ngawi, Ponorogo ), Jawa Tengah ( Sragen, Pati, Blora, Solo dan Jogjakarta ) dan beberapa daerah lain di luar pulau Jawa.

IMG-20160227-WA0180Varietas tanaman melon saat ini saat banyak  macamnya mulai dari warna Merah, Kuning sampai Putih. Namun Demikian secara umum tanaman benih melon yang banyak di gunakan dan di tanam oleh petani adalah : Melon kuning F1 Apollo, Golden Langkawi produk dari Known You Seed dan F1 Melindo 10 produk dari Cap Kapal Terbang, untuk melon bernet daging putih F1 Melon Action, F1 Sky Rocket, F1  Leader dan Melon daging Merah yang umum di tanam oleh petani adalah melon F1 Sakata Glamour. Sedangakan Melon yang benar-benar kebal / tahan serangan Virus ( Bemicia tabaci ) adalah Melon F1 Melindo 14 dan Melon Melindo 15 produk dari Bisi International. Melon di atas adalah melon yang sudah banyak di tanam petani dan kami sudah berani merekomendasikan kepadaa pembaca semua.

     Sistem penanaman yang di lakukan pun sudah banyak di usahakan dengan berbagai macam bentuk mulai dari sistem konvensional di lahan hamparan sawah sampai yang sudah semi modern di Green Haus dengan menggunakan sistem irigasi tetes dan hidroponik. Hal ini dilakukan sebagai usaha agar tanaman yang di hasilkan bisa mencapai maximal dan nilai ekonomi yang tinggi.

       Pertumbuhan tanaman melon sangat di pengaruhi oleh faktor lingkungan, agar tanaman melon yang kita tanam dapat mengasilkan buah yang maximal kita harus memilih daerah yang tepat. Faktor lingkungan itu di antaranya : Suhu lingkungan tanaman yang cocok untuk tanaman melon adalah 25 – 30  Derajat dengan ketinggian tempat 0 – 500 MDPL dengan rata-rata curah hujan 150 – 200 mm/bulan dan kelembaban yang cocok di kisaran 60 – 70 % dengan PH tanah normal 6 – 7. Sebelum menanam melon sebaiknya tanah yang mau di tanami diukur keasamannya dengan alat PH Meter, apabila diperoleh PH sekitar 5 maka sebaiknya tanah di tambahi Kapur Dolomit 3 – 4 Ton / Ha. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat memberi hasil yang baik dan tidak banyak yang mati karena layu jamur dan bakteri.

      Varietas yang di usahakan bisa menggunakan Varietas yang kami rekomendasikan di atas namun demikian secara khusus kami lebih mensarankan kalau penghujan menanam melon jenis F1 Action, Sky Rocket dan F1 Leader sedangkan untuk musim kering bisa di tanam F1 Apollo, F1 Glamour, F1 Golden Langkawi dan F1 Melindo 10. Sedangkan Apabila daerah yang di tanami melon sudah endemik serangan Virus Keriting kami menyarankan untuk tanam Melon F1 Melindo 14 dan Melon Melindo 15.

  1. PEMBENIHAN 

      Media tanam yang di gunakan kami sarankan tanah yang berasal dari bawah rumpun bambu, hal ini dengan dasar tanah subur dan tidak akan banyak di tumbuhi oleh rumput liar.  Media tanah yang mau di gunakan di banyak terlebih dahulu sehingga tanah halus dan tidak banyak mengganggu pertumbuhan benih. Tanah di masukkan dalam polybag semai dengan ukuran 6 x 8 Cm yang  tersedia di toko Pertanian Online LMGA AGRO. Polybag di tata rapi dan berjajar di bawah sungkup terbuat dari bambu setengah lingkaran dengan lebar 1 – 1.2 Meter dengan ketinggian 60 Cm dan panjang 5 – 10 Meter, kemudian atapnya di beri platik UV atau Plastik Transparan. Benih yang mau di gunakan di siapkan dan di rendam 4 – 6 jam dalam air hangat yang sudah di campur dengan  VITAFLORA 5 tetes / 200 CC air dan  Saromyl 1 Gram/ Liter. Kemudian benih di tiriskan sampai kering dan ditaruh dalam kertas merang ( Koran ) yang sudah di basahi di tata secara rapi jangan sampai saling tumpang tindih. Benih di taruh dalam kardus bekas Aqua dan di beri lampu 10 Watt selama 1 – 2 malam. Setelah benih keluar Radikulanya maka benih siap di pindah tanam kedalam Polybag semai atau benih yang runcing di taruh bagian bawah dan di tunggu 8 -10 hari setelah semai benih dapat di pindahkan ke area tanam.

     2. PENGOLAHAN DAN PERSIAPAN LAHAN

   Pengolahan dan persiapan lahan perlu dilakukan secara benar dan detail agar tanaman dapat mengasilkan melon yang baik dan tinggi hasilnya.  Area yang mau di gunakan sebagai lahan melon harus di bersihkan dahulu dari tanaman liar ( gulma ) dan dibajak secara benar dengan kedalaman 10 – 20 Cm sehingga lapisan olah menjadi tinggi, tanah di haluskan dan dibentuk bedengan dengan Lebar 120 Cm dan panjang sesuai dengan lahan yang ada tetapi idealnya 10 – 15 meter dengan ketinggian bedengan 40 Cm dan lebar saluran drainase 40 Cm dengan jarak tanam Ideal adalah 60 x 60 Cm ( pada saat musim kering ) dan 70 x 70 Cm ( pada saat musim penghujan ). Setelah tanah di olah, dibajak dan di bentuk bedengan harus di jemur dahulu sekitar 10 -14 hari agar jamur, baktery dan hewan pengganggu tanaman melon mati dan siklusnya terputus.

     Setelah di jemur dan di bentuk bedengan maka selanjutnya adalah pemberian pupuk dasar yang terdiri dari Pupuk Kandang 6 Ton/ Ha, Za : TSP : KCL dengan dosis 250 Kg : 350 : 300 Kg/Ha, Dolomit 2 Ton /Ha bila PH awal tanah Nomal ( PH 7 ). Semua di sebar rata sesuai dengan Luas bedengan yang ada. Setelah di pupuk rata dan di tutup tanah, pemasangan Mulsa Hitam perak perlu segera dilakukan. Pemasangan mulsa harus di lakukan pada siang hari saat sinar matahari terik sehingga mulsa yang di pasang terpasang dengan kuat dan kencang. Setelah di pasang mulsa lahan di biarkan kurang lebih 7 hari agar pupuk yang di berikan mulai tercampur dengan tanah dan tidak panas di tanaman.

    3. PENANAMAN TANAMAN

tajam, bergerigi, mulsa

Penaman di lakukan setelah benih berumur 7 – 10 hari, dengan jarak tanam 60 x 60 cm. Lubang tanam di buat dengan menggunakan alat pelubang tanam yang terbuat dari besi bergerigi dan tajam ( Apabila berminat bisa hubungi LMGA AGRO ) sehingga mulsa yang di pasang tidak rusak. Pada saat membuat lubang tanam sekaligus di bikin lubang pupuk yang jaraknya 15 – 20 Cm dari lubang tanam. Penanaman dapat di lakukan pada saat pagi hari jam 6.00 – 09.30 atau sore hari jam 14.00 – 16.30 sehingga tanaman tidak banyak mati dan sulam.

   4. PERAWATAN TANAMAN

    Fase ini adalah fase yang sangat di perlukan ketelitian dan kejelian dalam menjaga dan mengamati tanaman dari srengan hama dan penyakit.  Pupuk susulan dilakukan setelah umur 7 HST, dimana 2 kg ZA dan 1 Kg KNO3 Merah  dilarutkan dalam 100 liter air. Larutan Za dan KNO3 Merah  tersebut disiramkan sebanyak 250 ml/lubang ( 1 Gelas Aqua ). Pupuk susulan selanjuntnya dilakukan setiap 10 hari sampai tanaman berumur 60 hari ( fase pembentukan dan pemasakan  buah). Pupuk susulan tersebut dengan cara melarutkan NPK 16 : 16 ; 16 Dosis 4 kg  + KNO3 Merah 1 Kg + KNO3 Putih 1 Kg + Calcium Cantik 1 Kg dalam 130 liter air. Larutasn tersebut disiramkan sebanyak 250 ml/lubang kedalam lubang pupuk.

Selanjuntnya perawatan tanaman melon meliputi penyiraman, mengikat, memangkas, seleksi bunga dan buah serta pengendalian hama dan penyakit.

Hama dan penyakit utama adalah oteng-oteng, ulat daun dan layu, sedangkan yang lainnya adalah lalat buah, antraknosa, busuk buah, kudis dan aphids/trips. Pengendalian oteng-oteng dilakukan dengan Pegasus 500 EC atau Supracite 40 EC, ulat daun dengan Cypermax atau Endure atau

Atabron 50 EC, sedangkan layu jamur dan bakteri dengan pestisida AFUJIKOROI  dengan dosis 100 gram / 200 Liter air untuk 1.000 batang tanaman.

Agar tidak rebah dan merambat, tanaman melon yang sudah mencapai tinggi 40 – 50 cm diikatkan ke ajir/turus menggunakan tali rafia. Pengikatan dilakukan setiap jaarak 40 – 50 cm hingga tanaman melon mencapai ketinggian 2,0 m.

Calon buah yang dipelihara adalah bunga betina yang terdapat pada cabang lateral ruas ke 9 – 12. Buah yang dipelihara dipilih yang sehat (1 buah/tanaman), sedangkan varietas yang memiliki buah berukuran besar dapat 2 buah/tanaman.

Buah melon dapat dipanen pada tingkat kematangan yang cukup atau 65 – 70 HST. Buah matang yang dicirikan oleh : warna buah mulai berubah, retak pada tangkai buah, jaring pada permukaan kulit buah tampak lebih tegas, aroma buah mulai menusuk hidung, buah mudah dipetik dari tangkainya, daun dekat bunga sudah mengering dan buah akan tenggelam apabila dimasukkan ke dalam air.

   Demikian catatan kecil ini kami sampaikan apabila ada yang kuarang jelas bisa menghubungi toko pertanian Online LMGA AGRO di CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2014 in Budidaya

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: