RSS

CARA PETANI SUKSES BUDIDAYA CABE

31 Jan

CARA SUKSES BUDIDAYA CABE HIBRIDA hampir sama dengan cara menanam  sayur hortikultura yang lain seperti tomat, terong dll yang masih satu famili yaitu solanaceae. Terdapat perbedaan antara cabe besar dengan cabe rawit atau dengan jenis cabe keriting, hal ini disebabkan karena ketiga jenis cabe tersebut mempunyai struktur fisiologi dan morfologi yang berbeda pula. Namun perbedaan itu tidak begitu besar dan berpengaruh nyata.

Langkah – langkah yang harus di siapkan dalam Budidaya cabe Hibrida agar berhasil, di mulai dari pemilihan benih yang cocok dengan lingkungan setempat, persemaian benih, pengolahan tanah, perawatan sampai panen. Mari kita bahas satu demi satu langkah Cara Budidaya Cabe Hibrida tersebut di atas agar kita berhasil dan tidak kecewa di belakangnya.

1. Pemilihan benih hibrida dan unggul 

Pemilihan benih mutlak dilakukan oleh siapa saja yang ingin berhasil dalam Budidaya cabe. Beberapa benih cabe memiliki kecocokan terhadap ketinggian tertentu, walaupun secara umum benih cabe mempunyai daya adaptasi yang luas. Cara yang paling mudah adalah melihat di lingkungan sekitar dan survey di toko pertanian benih apa yang paling laku di pasaran. Tetapi jangan terlalu tertutup terhadap benih – benih baru yang biasanya merupakan penyempurnaan dari benih yang sudah ada sebelumnya.cBeberapa benih Hibrida yang sudah ada di pasaran dan banyak di tanam petani bisa di lihat di toko Online LMGA AGRO.

 2. Menyemaikan/menumbuhkan benih cabe

Menyemaikan benih cabe yang kita pilih dapat dilakukan sendiri atau menggunakan jasa tukang semai ( ini biasanya terdapat di daerah sentra cabe ). Apabila ingin menyemai sendiri harus menyiapkan langkah sebagai berikut . Media tanah yang kita gunakan merupakan campuran tanah dan pupuk kandang yang sdh masak dengan perbandingan 3 : 1. Terlebih dahulu tanah dan pupuk kandang harus di ayak halus sehingga benih kuat tumbuh. Media campuran untuk semai tadi di masukkan dalam plastik polibag  semai dengan ukuran 8 x 6 Cm dan ditata secara bejajar dan diberi sungkup plastik tranfaran untuk menghindari adanya embun dan hewan yang dapat merusak persemaian. Lama penyemaian untuk  cabe hibrida 23 – 25 hari atau di tandai munculnya 3 daun sempurna.

3. Pengolahan Lahan Tanam

Pengolahan lahan dapat dilakukan secara mekanik dengan menggunakan bajak, cangkul atau dengan menggunakan mesin seperti traktor. Tanah yang sudah di bajak dan halus di bikin bedengan dengan ukuran 15 M x 1.2 Meter atau menyesuaikan dengan ukuran lahan yang ada.  Aplikasi dan pencampuran Pupuk kandang, Dolomit ( Kapur Pertanian ) dan pupuk dasar dilakukan pada fase ini. Kami merekomendasikan untuk luasan 1 Hektar di butuhkan : Pupuk Kandang kering 6 Ton, Kapur Dolomit 2 Ton ( untuk lahan baru ) dan pupuk dasar yang meliputi ZA 250 Kg, TSP 350 Kg dan KCL 300 Kg. Setelah semua unsur tersebut di campur secara rata secara keseluruhan, lahan segera di tutup dengan Plastik Mulsa Hitam Perak / CPP Metalizing ( Plastik Hitam di bawah dan perak di atas ). Pemasangan Mulsa harus dilakukan pada siang hari sehingga mulsa akan tertarik dan terpasang dengan kuat. Segera dilakukan pelubangan terhadap mulsa untuk lubang tanam dengan jarak tanam 70 x 70 cm(untuk musim penghujan) dan ukuran 60 x 60 cm (untuk musim kering )

4.Perawatan Tanaman Cabe hibrida 

Ada 2 Fase yang berbeda pada tanaman cabe yang harus di ketahui agar kita paham dalam membudidayakan dan merawat tanaman. Fase yang pertama ini adalah Fase Vegatatif  yang dicirikan dengan fase  pertumbuhan dari tanaman umur  0 hari sampai 30 hari setelah tanam. Pada fase Vegetatif ini tanaman cenderung membutuhkan pupuk Makro yang banyak mengandung Nitrogen ( N )  dibanding Phospat dan Kalium. Kebutuhan  air jangan sampai kekurangan pada fase ini sehingga tanaman tidak kerdil dan Hama tidak mudah masuk. Pemupukan 10 – 30 hari setelah tanam dapat dilakukan dengan cara di kocor dengan cara melarutkan pupuk NPK 6 : 25 : 27 dengan dosis untuk 10 Liter air 100 Gram. Setelah di aduk rata setiap tanaman di siram 1 gelas aqua ( 200 Cc ). Untuk pupuk di aplikasikan dengan interval 5 Hari sekali dengan penambahan pupuk sedikit demi sedikit. Pada Fase ini untuk memacu pertumbuhan bisa menggunakan ZPT yang mengandung Hormon GA3 ( Gibrelin ) kalau di pasaran bisanya menggunakan SuperGibb atau Bigest.

Fase yang kedua adalah Fase Generatif, tanaman cabe pada fase ini harus memasukkan pupuk yang banyak mengandung unsur Phospat ( P ) di banding Nitrogen dan KaliumCalcium yang bisa di dapatkan dari pupuk Fitomic, Calcium Fertilizer dan pupuk Cantik. Untuk mencegah agar  bunga dan buah tidak mudah rontok pada saat penyemprotan dapat di tambahkan pupuk Multi KP atau MKP dengan dosis 4 sendok makan/Tangki 14 Liter air. Keseimbangan pemberian pupuk Makro dan Mikro harus di perhatikan agar tanaman tidak mudah terserang Virus kuning dan keriting yang selama ini menjadi biang gagal panennya petani cabai di Indonesia. Pupuk Mikro bisa diperoleh dari pupuk Vitaflora yang tersedia dalam kemasan 10 CC/Botol. Perawatan yang tepat akan memberikan efek hasil tanaman yang Maximal dan menguntungkan bagi petani. Oleh karena itu pada fase ini di butuhkan pengalaman dan ketelitian yang luar biasa dari petani.

Menanam cabe tidak lepas dari yang namanya hama penyakit. Kendalikanlah penyakit dengan pestisida berbahan aktif yang rendah  terlebih dahulu dan tepat sasaran. Baru jika tidak mampu gunakanlah yang kelas di atasnya. Hal ini penting untuk mencegah resistensi hama penyakit itu sendiri. Hama dan Penyakit yang banyak menyerang di Budidaya Cabe di antaranya adalah:

  • Hama Lalat Buah, untuk mengatasinya kita bisa menggunakan perangkap lalat buah feromon atau menyemprotkan pestisida yang baunya menyengat sehingga tidak mau masuk lagi lalat buahnya. Selain itu jika ada yang sudah terserang segeralah petik dan musnahkan.
  • Penyakit Cacar Buah/Antraknose  adalah dengan penyemprotan fungisida sistemik dan kontak pada daun dan buah. Penyakit ini asal mulanya berawal dari serangan bercak daun di daun lalu menular di buah. Untuk buah cabe yang sudah terserang tidak bisa disembuhkan, untuk mengatasinya gunakanlah varietas yang tahan dan penyemprotan pestisida secara rutin untuk pencegahan.
  • Penyakit Layu Fusarium. Layu pada tanaman cabe disebabkan oleh dua patogen, yaitu Fusarium dan bakteri. Ciri-ciri layu fusarium adalah tanaman layu serempak perlahan dari bagian bawah  lalu ke daun atas dan akhirnya kering, pada akar bila dicabut tampak kering dan berwarna coklat tidak berbau. Sedangkan layu bakteri biasanya menyerang beberapa bagian tanam. Cara dan strategi  pencegahan layu pada tanaman cabe dapat dilakukan dengan Obat Anti Layu Arashi.

     Demikian sekilas cara Budidaya Cabe Hibrida ini kami tulis. Apabila kurang jelas dan ingin berkonsultasi langsung silakan hubungi kami di CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117 dan  www.lmgaagro.web.id. Terima kasih

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2014 in Budidaya

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: