RSS

TEKNIK BUDIDAYA CABE UNTUK MENCEGAH SERANGAN CACAR BUAH (ANTRACKNOSA ) PADA TANAMAN CABE

18 Jan

Musim penghujan sudah mulai datang semua petani sudah mempersiapkan lahannya untuk Budidaya Tanaman Hortikultura terutama yang berada di daerah ladang ( Tadah Hujan ) yang airnya sepenuhnya mengandalkan dari datangnya hujan. Untuk mendapatkan hasil panen cabe Optimal di musim penghujan di perlukan trik dan cara Budidaya secara khusus yang intinya adalah untuk memberikan lingkungan yang sesuai dengan kondisi curah hujan yang ada.


Oleh karena Memodifikasi lahan, pengolahan lahan dan penggunaan pupuk serta Varietas tanaman yang cocok perlu di usahakan seawal mungkin.

       Serangan Cacar buah pada Cabe bersifat merusak bahkan bisa menyebabkan kegagalan sampai 80 Persen. Cacar ini disebabkan oleh Jamur dan akan mengganas serangannya kalau terjadi Hujan terus menerus dan secara tiba-tiba terdapat panas, pada kondisi tersebut spora jamur akan pecah dan banyak tumbuh dan berkembang karena di dukung oleh suhu yang hangat. Terlepas dari banyaknya pabrikan mengeluarkan Fungisida  baik yang bersifat sistemik maupun kontak maka tidak ada salahnya kalau kita dari awal mengetahui tata cara yang sifatnya Preventif sehingga kita juga bisa menekan biaya dari adanya serangan cacar buah. Adapun tindakan pencegahan yang sifatnya budidaya itu antara lain :

 Tindakan Pencegahan Serangan Cacar Buah :

1.  Pemilihan Varietas Cabe 

Varietas tanaman cabe yang mempunyai ketahanan terhadap serangan Cacar Buah ( Antraknose ), buah berwana hijau terang ( bukan hijau gelap ), buah lentur, Kadar air cabe rendah ( biasanya kulit daging buah tipis ), Tanaman mempunyai ruas yang agak panjang sehingga sirkulasi udara semakin lancar.

2. Jarak Tanam di perlebar

Jarak tanam yang Ideal tanam cabe di musim penghujan adalah 70 x 70 Cm dengan cara di tanam secara Zig – Zag ( Gigi Walang ) dan perlunya pengurangan cabang – cabang lateral di bawah Cabang Utama ( Cabang Y ) dan kalau di perlukan daun yang ada di bawah cabang Y segara di lakukan perompesan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sirkulasi udara yang lancar sehingga menguragi kelembaban lingkungan yang akan memancing serangan Cacar pada buah.

3. Pemberian Kapur Dolomit dan Pupuk Dasar

Pemberian Kapur Pertanian ( Dolomit ) dan Pupuk Nitrogen secara nyata juga mengurangi serangan cacar buah. Sebab dengan adanya pemakaian dolomit ini tanaman akan mendapatkan PH Tanah yang netral dan sesuai dengan kebutuhan tanaman cabe dengan tanaman sehat ini maka  tanaman akan mempunyai tingkat kesehatan dan kekebalan yang lebih tinggi. Aplikasi pupuk Nitrogen yang tinggi pada saat hujan yang terlalu tinggi justru akan merangsang tingginya serangan cacar buah,karena Nitrogen akan memacu cabe mempunyai kadar air yang tinggi sehingga kadar serat menjadi rendah.

4. Jika ada tanaman yang terserang Cacar

Jika terlanjur ada tanaman yang terserang cacar maka segara lakukan pemetikan pada buah yang terdapat serangan Cacarnya dan segera siapkan lubang  dan di tutup sehingga jamur  tidak terbawa oleh udara dan air.

5.Penggunaan Fungisida sistemik dan Kontak perlu di kombinasi  dan jangan lupa gunakan perekat yang bagus ( terlebih dahulu bisa di cobakan di daun Talas ). Pemakaian fungisida dilakukan dengan Interval 4 hari sekali namun bila curah hujan tinggi dan di sertai panas makan interval penyemprotan fungisida dapat dirapatkan menjadi 2 hari sekali.

6. Saluran Drainase

Pembuatan saluran Drainase di musim hujan perlu perlukuan khusus terutama berkaitan dengan kedalaman saluran. Idealnya saluran mempunyai lebar 50 Cm dengan kedalaman saluran 40 Cm pada bagian tengan dan Saluran keliling lahan mempunyai kedalaman 50 Cm.

Pengobatan saat serangan cacar sudah mulai masuk menyerang tanaman cabe

1. Segera kurangi aplikasi pupuk yang mengandung Nitrogen tinggi baik yang lewat tanah maupun lewat daun. Segera ubah kombinasi pupuk dengan aplikasi pupuk Phoshat dan Kalium yang tinggi sehingga kadar air di tanaman dan buah cabe menjadi rendah.

2. Aplikasi Fungisida gabungan antara Sietemik dan kontak perlu di lakukan dan pilihlah bahan aktif yang berbeda-beda sehingga efek resistensi bisa di kukurangi.

3. Sanitasi lingkungan perlu di lakukan secara rutin dengan cara mengilangkan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman sehingga kondisi lingkungan yang lembab bisa di kurangi.

Demikian sekilas catatan pengalaman penulis selama ini. Apabila ada yang kurang jelas bisa menghubungi di LMGA AGRO, website : http://www.lmgaagro.web.id, CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117. Terima kasih.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2014 in Budidaya, Hama dan Penyakit

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: