Bulan: Januari 2014

SUKSES BUDIDAYA MELON


Melon menjadi salah satu produk unggulan dan harapan petani untuk meningkatkan taraf hidup ekonominya dengan cara Budidaya Tanaman Melon. Hal ini bisa di mengerti karena tanaman melon mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, cepat panen dan bisa di usahakan dalam skala luas. Sentra Produksi  tanaman melon sekarang antara lain adalah Jawa Timur ( Banyuwangi, Jember, Lumajang, Blitar, Kediri, Ngajuk, Ngawi, Ponorogo ), Jawa Tengah ( Sragen, Pati, Blora, Solo dan Jogjakarta ) dan beberapa daerah lain di luar pulau Jawa.

IMG-20160227-WA0180Varietas tanaman melon saat ini saat banyak  macamnya mulai dari warna Merah, Kuning sampai Putih. Namun Demikian secara umum tanaman benih melon yang banyak di gunakan dan di tanam oleh petani adalah : Melon kuning F1 Apollo, Golden Langkawi produk dari Known You Seed dan F1 Melindo 10 produk dari Cap Kapal Terbang, untuk melon bernet daging putih F1 Melon Action, F1 Sky Rocket, F1  Leader dan Melon daging Merah yang umum di tanam oleh petani adalah melon F1 Sakata Glamour. Sedangkan Melon yang benar-benar kebal / tahan serangan Virus ( Bemicia tabaci ) adalah Melon F1 Melindo 14 dan Melon Melindo 15 produk dari Bisi International. Melon di atas adalah melon yang sudah banyak di tanam petani dan kami sudah berani merekomendasikan kepada pembaca semua.

Lanjutkan membaca “SUKSES BUDIDAYA MELON”

Tips dan Kiat Sukses Menanam Cabe dan Tomat di Musim Penghujan


Pada tulisan sebelumnya kami membahas cara petani sukses budidaya cabe. Kali ini kami akan sedikit mengulas tips menanam cabe dan tomat di musim penghujan. Kita ketahui cabe dan tomat adalah satu suku/famili, yaitu famili solanaceae, sehingga memiliki jenis penyakit yang hampir sama. Penanaman cabe dan tomat dimusim penghujan disebut bertanam diluar musim (off season).

BACA JUGA : PEMULIAAN UNTUK PRODUKSI BENIH TOMAT TAHAN VIRUS

Curah hujan dan kelembaban yang tinggi akan memicu berkembangnya hama dan penyakit, sehingga memperbesar resiko kegagalan panen.

BACA JUGA : RESEP PUPUK TANAMAN CABAI, HASIL TINGGI, BEBAS VIRUS DAN LAYU

Untuk memperkecil resiko kegagalan, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tomat dan cabe adalah sebagai berikut :

  1. Pilih varietas yang tepat untuk bertanam dimusim penghujan, yaitu varietas yang tahan terhadap serangan hawar daun, bercak bakteri, layu fusarium, layu bakteri dan cacar buah ( Antracnosa )
  2. Perbaikan saluran drainase. Usahakan air tidak menggenang disekitar tanaman, karena air yang menggenang menjadi pemicu berkembangnya hama dan penyakit, terutama serangan layu. Drainase dipastikan harus benar-benar bagus sehingga air bisa mengalir lancar.
  3. Meninggikan bedengan untuk mengurangi tingginya kelembaban tanah. Usahakan membuat bedengan lebih tinggi dibandingkan pada saat musim kemarau. Jika pada musim kemarau bedengan dibuat biasanya setinggi 50 cm, maka pada musim penghujan bisa dibuat setinggi 60-70 cm.
  4. Pengaturan jarak tanam. Untuk mengurangi kelembaban dan memberikan keleluasaan cahaya matahari masuk disela-sela tanaman, maka gunakan jarak tanam yang lebih lebar. Untuk tomat bisa menggunakan jarak 50-60 cm, untuk cabe 60-70 cm. Pengaturan jarak tanam mengurangi resiko pecah buah.
  5. Menggunakan mulsa hitam perak untuk mengkontrol kelembaban tanah dan mengurangi penyebaran penyakit dari cipratan tanah yang terkena hujan, yang kemungkinan mengandung bibit penyakit atau patogen.
  6. Sanitasi sekitar tanaman dengan cara membersihkan areal pertanaman dari gulma dan tanaman liar lainnya yang bisa menjadi inang atau tempat hidup sementara hama dan penyakit
  7. Penggunaan pestisida yang tepat dengan perekat dan perata untuk efisiensi penggunaan pestisida. Penggunaan perekat dan perata menjadikan pestisida mempunyai daya rekat dan daya sebar yang tinggi, sehingga tidak mudah tercuci oleh air hujan.
  8. Varietas tanaman tomat yang cukup cocok di tanam di musim penghujan antara lain : Tomat F1 Permata, F1 Lentana, F1 Tymoti, F1 Tantyna, F1 Servo, F1 Fortuna 23, F1 Royal 58, F1 New Idaman, F1 Warani, F1 Diamona sedangkan untuk Cabai yang cocok untuk musim penghujan adalah : Cabai F1 Gada, F1 Restu, F1 Horison,  F1 Imperial 10, F1 Imola, F1 TM 999, F1 Lado, F1 Kiyo, F1 Rimbun 3, F1 PM 999, F1 Dewata 43, F1 Nirmala dan F1 Bhaskara.

BACA JUGA : TRIK MENCEGAH DAN MENGATASI KEKUARANGAN KALSIUM ( BR ) DI TANAMAN TOMAT

Untuk pemenuhan kebutuhan benih yang sesuai ditanam dimusim penghujan dapat diperoleh di LMGA Agro, grosir belanja on line produk pertanian. Cukup dengan menghubungi CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117, maka support tim akan membantu memilih produk yang sesuai.

MERAIH UNTUNG DARI MENANAM JAGUNG MANIS HIBRIDA ( F1 ) BONANZA


      Saat ini jagung manis adalah komoditi tanaman sayur yang lagi jadi Idola  bagi petani di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari sifat jagung manis yang mudah di usahakan dan tidak membutuhkan perawatan yang membutuhkan ketrampilan khusus, waktu tanam yang pendek 65 – 70 hari ( kategori cepat panen ) sudah bisa di lihat dan di petik hasilnya dan hasil panennya sudah mudah dan menjual dan harga di pasaran rata-rata masih di atas BEP petani . Bahkan kalau di lihat yang membudidayakan jagung manis banyak yang termasuk petani muda dan petani awal. 

Lanjutkan membaca “MERAIH UNTUNG DARI MENANAM JAGUNG MANIS HIBRIDA ( F1 ) BONANZA”

PENGARUH KELEBIHAN DAN KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO TANAMAN


Ciri-Ciri Fisik Tanaman Kekurangan dan Kelebihan Unsur Makro dan Mikro

Unsur hara adalah senyawa organik dan anorganik yang ada di dalam tanah atau dengan kata lain nutrisi yang terkandung dalam tanah. Unsur hara sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang tanaman terutama yang mengasilkan buah dan umbi.

Berdasarkan tingkat kebutuhannya maka dapat di golongkan menjadi 2 bagian yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Unsur Hara Makro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar, yang termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, S dan Mg.

Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah kecil/sedikit, yang termasuk unsur hara mikro adalah Fe, Cu, Zn, Mn, Mo, B, Na, Cl.

BACA JUGA : MENGENAL MANFAAT DAN JENIS PUPUK

Kebutuhan unsur hara ini mutlak bagi setiap tanaman dan tidak bisa digantikan oleh unsur yang lain, tentunya dengan kadar yang berbeda sesuai jenis tanamannya sebab jika kekurangan unsur hara akan menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman itu sendiri.

BACA JUGA : PUPUK KANDANG JENIS DAN MANFAATNYA BAGI TANAMAN

Tanaman yang mengalami kelebihan dan kekurangan Unsur Hara baik Makro maupun Mikro akan memberi Respon yang berbeda-beda. Berikut ini adalah ciri-ciri dari tanaman yang mengalami kelebihan dan kekurangan unsur hara.
Lanjutkan membaca “PENGARUH KELEBIHAN DAN KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO TANAMAN”

CARA PETANI SUKSES BUDIDAYA CABE


CARA SUKSES BUDIDAYA CABE HIBRIDA hampir sama dengan cara menanam sayur hortikultura yang lain seperti tomat, terong dll yang masih satu famili yaitu solanaceae. Terdapat perbedaan antara cabe besar dengan cabe rawit atau dengan jenis cabe keriting, hal ini disebabkan karena ketiga jenis cabe tersebut mempunyai struktur fisiologi dan morfologi yang berbeda pula. Namun perbedaan itu tidak begitu besar dan berpengaruh nyata.

Lanjutkan membaca “CARA PETANI SUKSES BUDIDAYA CABE”

TEKNIK BUDIDAYA CABE UNTUK MENCEGAH SERANGAN CACAR BUAH (ANTRACKNOSA ) PADA TANAMAN CABE


Musim penghujan sudah mulai datang semua petani sudah mempersiapkan lahannya untuk Budidaya Tanaman Hortikultura terutama yang berada di daerah ladang ( Tadah Hujan ) yang airnya sepenuhnya mengandalkan dari datangnya hujan. Untuk mendapatkan hasil panen cabe Optimal di musim penghujan di perlukan trik dan cara Budidaya secara khusus yang intinya adalah untuk memberikan lingkungan yang sesuai dengan kondisi curah hujan yang ada.

Oleh karena Memodifikasi lahan, pengolahan lahan dan penggunaan pupuk serta Varietas tanaman yang cocok perlu di usahakan seawal mungkin.

       Serangan Cacar buah pada Cabe bersifat merusak bahkan bisa menyebabkan kegagalan sampai 80 Persen. Cacar ini disebabkan oleh Jamur dan akan mengganas serangannya kalau terjadi Hujan terus menerus dan secara tiba-tiba terdapat panas, pada kondisi tersebut spora jamur akan pecah dan banyak tumbuh dan berkembang karena di dukung oleh suhu yang hangat. Terlepas dari banyaknya pabrikan mengeluarkan Fungisida  baik yang bersifat sistemik maupun kontak maka tidak ada salahnya kalau kita dari awal mengetahui tata cara yang sifatnya Preventif sehingga kita juga bisa menekan biaya dari adanya serangan cacar buah.

BACA JUGA : MENGENAL PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI

Adapun tindakan pencegahan yang sifatnya budidaya itu antara lain :

 Tindakan Pencegahan Serangan Cacar Buah :

1.  Pemilihan Varietas Cabe 

Varietas tanaman cabe yang mempunyai ketahanan terhadap serangan Cacar Buah ( Antraknose ), buah berwana hijau terang ( bukan hijau gelap ), buah lentur, Kadar air cabe rendah ( biasanya kulit daging buah tipis ), Tanaman mempunyai ruas yang agak panjang sehingga sirkulasi udara semakin lancar.

2. Jarak Tanam di perlebar

Jarak tanam yang Ideal tanam cabe di musim penghujan adalah 70 x 70 Cm dengan cara di tanam secara Zig – Zag ( Gigi Walang ) dan perlunya pengurangan cabang – cabang lateral di bawah Cabang Utama ( Cabang Y ) dan kalau di perlukan daun yang ada di bawah cabang Y segara di lakukan perompesan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sirkulasi udara yang lancar sehingga mengurangi kelembaban lingkungan yang akan memancing serangan Cacar pada buah.

3. Pemberian Kapur Dolomit dan Pupuk Dasar

Pemberian Kapur Pertanian ( Dolomit ) dan Pupuk Nitrogen secara nyata juga mengurangi serangan cacar buah. Sebab dengan adanya pemakaian dolomit ini tanaman akan mendapatkan PH Tanah yang netral dan sesuai dengan kebutuhan tanaman cabe dengan tanaman sehat ini maka  tanaman akan mempunyai tingkat kesehatan dan kekebalan yang lebih tinggi. Aplikasi pupuk Nitrogen yang tinggi pada saat hujan yang terlalu tinggi justru akan merangsang tingginya serangan cacar buah,karena Nitrogen akan memacu cabe mempunyai kadar air yang tinggi sehingga kadar serat menjadi rendah.

4. Jika ada tanaman yang terserang Cacar

Jika terlanjur ada tanaman yang terserang cacar maka segara lakukan pemetikan pada buah yang terdapat serangan Cacarnya dan segera siapkan lubang  dan di tutup sehingga jamur  tidak terbawa oleh udara dan air.

5.Penggunaan Fungisida sistemik dan Kontak perlu di kombinasi  dan jangan lupa gunakan perekat yang bagus ( terlebih dahulu bisa di cobakan di daun Talas ). Pemakaian fungisida dilakukan dengan Interval 4 hari sekali namun bila curah hujan tinggi dan di sertai panas makan interval penyemprotan fungisida dapat dirapatkan menjadi 2 hari sekali.

6. Saluran Drainase

Pembuatan saluran Drainase di musim hujan perlu perlukuan khusus terutama berkaitan dengan kedalaman saluran. Idealnya saluran mempunyai lebar 50 Cm dengan kedalaman saluran 40 Cm pada bagian tengan dan Saluran keliling lahan mempunyai kedalaman 50 Cm.

Pengobatan saat serangan cacar sudah mulai masuk menyerang tanaman cabe

1. Segera kurangi aplikasi pupuk yang mengandung Nitrogen tinggi baik yang lewat tanah maupun lewat daun. Segera ubah kombinasi pupuk dengan aplikasi pupuk Phosphat dan Kalium yang tinggi sehingga kadar air di tanaman dan buah cabe menjadi rendah.

2. Aplikasi Fungisida gabungan antara Sietemik dan kontak perlu di lakukan dan pilihlah bahan aktif yang berbeda-beda sehingga efek resistensi bisa di kurangi.

3. Sanitasi lingkungan perlu di lakukan secara rutin dengan cara mengilangkan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman sehingga kondisi lingkungan yang lembab bisa di kurangi.

BACA JUGA : PENANGGULANGAN PATEK ( ANTRAKNOSA ) PADA TANAMAN CABAI

Demikian sekilas catatan pengalaman penulis selama ini. Apabila ada yang kurang jelas bisa menghubungi di LMGA AGRO, website : http://www.lmgaagro.web.id, CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117. Terima kasih.